12. Tiga Kandidat

1719 Kata

"Rey, yang bener aja, masak Abang ikutan masuk ke sini?" Antariksa benar-benar kesal dengan kelakuan adiknya yang seperti sengaja sedang mengerjainya. Reysa yang menyadari kekesalan abangnya, tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Gadis itu malah seperti menikmati wajah kesal yang kini kakaknya itu tunjukkan. "Kan Abang yang mau bayarin katanya." "Mana Abang tahu kalau yang kamu maksud itu ini semua?" Laki-laki itu dengan jengkel mengedar ke arah jajaran underware wanita yang kini terpampang di mana-mana. Reysa yang mendengar kalimat dengan nada protes  itu malah terkikik geli. "Lah emang pas aku bilang CD tadi tahunya VCD?" Antariksa memilih untuk tidak menjawab, hanya berdecap sebal sembari menjitak pelan kepala adiknya yang langsung mengaduh. "Lagian kamu nggak malu apa n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN