Antariksa sesekali menoleh ke arah samping. Di mana Marisha sejak tadi terlihat melempar pandang ke luar jendela. Seperti tengah memikirkan sesuatu. "Sekali lagi maaf, ya, Ris, aku jadi nyeret kamu ke drama keluarga." Antariksa merasa malu pada Marisha yang harus menyaksikan ibunya menangis penuh haru karena anak kembarnya akhirnya mengakhiri pertikaian yang selama bertahun-tahun ini berlangsung. "Kamu kembar?" Respon yang membuat Antariksa mengerutkan kening. "Kamu ternyata punya kembaran?" ulang Marisha sembari menoleh ke arah Antariksa yang sedang fokus pada kemudi. Laki-laki itu mengangguk, lalu menoleh sekilas ke arah Marisha yang menampakan raut aneh. Seperti takut, cemas, dan entah apa yang sedang wanita itu pikirkan saat ini. "Aku belum pernah cerita, ya?" Marisha menggeleng

