Part 25 Seminar

1332 Kata

Semenjak kejadian di kamar mandi kampus, Dinar tampak selalu menghindariku. Mungkin ia takut kepadaku, baguslah. Tapi bukan berarti aku lengah dan berdasarkan perkataan Om Arfan, bisa jadi Dinar belum benar-benar sembuh. Aku berpapasan dengannya diperpustakaan kampus, sengaja aku tak menghiraukannya. Ku fikir ia pun akan begitu juga, tapi dugaanku salah. “Alya, bisa bicara sebentar?” ucapnya. “Ada apa? Aku lagi sibuk, jadi gak bisa lama-lama!” ucapku tanpa melihat ke arahnya. Kami pun memilih duduk ditaman dekat perpustakaan. “Apa kamu mencintai Abang?” ucapnya dengan mata yang menerawang jauh. “Apa keuntungannya jika aku menjawabnya? Bukannya sudah jelas terlihat diwajahku ketika aku bersamanya. “Jawab saja pertanyaanku.” “Aku rasa aku tak perlu menjawabnya,” bantahku. “Apa kau ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN