LXXVII

1715 Kata

‘Dek, jangan lupa pulang ke rumah ya...’ “Kakak mau menunjukkan sesuatu ke kamu...’ Fatiah jelas tidak bisa mengabaikan permintaan tulus kakaknya itu. Meski masih merasa ragu, Fatiah tetap bersiap untuk pulang ke rumah. Tepat setelah melaksanakan solat magrib, Fatiah segera izin keluar dari asrama. Seperti perjanjian di awal, Fatiah lebih nyaman naik angkot sekalian menikmati suasana malam ahad yang ramai. Karena jalan yang ramai dan beberapa kali angkot Fatiah terkena macet, Fatiah sampai di rumahnya telat dua menit. Fuji dan Sev sudah duduk di meja makan yang dihias dengan sangat menakjubkan. Meja makan berukuran panjang, di balut dengan kain putih licin yang terlihat sangat mengkilap dari pantulan lampu yang sengaja diatur mengeluarkan cahaya gold. Di atas meja, berjejer makanan-m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN