LXV

2275 Kata

“Ya Allah, gini nih kalo kaki jarang dipaku susah. Lari dikit aja udah nyut-nyutan.” Sembari berjalan, Fatiah mengurut-urut kecil kakinya yang terasa sakit dari ujung paha sampai betis. Fatiah meringgis kecil, begitu pukulannya tepat mengenai urat yang terasa sakit. “Yakin deh ini mah bengkak besok.” Fatiah menghela nafas panjang. Kakinya sakit karena bu Sri menghukumnya membersihkan kamar mandi, dan tanpa sengaja Fatiah jatuh karena air sabun yang di buat sendiri. “Mana masih jauh lagi rumahnya, nyeri banget nih kaki,” gumam Fatiah memandang jauh jalan yang bersilau berkat pantulan matahari yang menyengat, berharap rumah tantenya bisa ia pindahkan di sini saja. Tapi itu jelas tidak bisa. Mau tidak mau, Fatiah harus kembali jalan meski kakinya terus memprotes aksinya itu. Fatiah melang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN