LXII

2196 Kata

“Bil, tumben diam aja? “Fatiah menyenggol lengan Billa yang duduk di sebelahnya. Billa menoleh dengan tatapan bingung, seperti raganya ada di kelas tapi jiwanya sedang berjalan-jalan. “Kenapa? Ada masalah? Mantan pacar kamu ganggu lagi? “ tanya Fatiah lagi. Billa diam sesaat, kepalanya hendak menggeleng pelan, tapi dia urungkan. “Hem, boleh nanya sesuatu? “ “Tanya aja sih.” “Hem, di daerah Palembang banyak duku ya? “ “Ha?” kening Fatiah berkerut. Billa berdeham pelan. “Iya, maksudnya, kamu kan orang Palembang, dari kecil di sana, jadi pasti tahu dong buah yang populer di sana. Iya, kan?” “Eh, hem, iya,” sahut Fatiah cepat. Diam-diam Fatiah meraih ponselnya. “Duku Palembang...” Billa melirik, Fatiah mengetik sesuatu di ponselnya. Google. “Iya, emang Bil, di Palembang itu banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN