39

1522 Kata

Nevan menatap Ogik saat perutnya disenggol beberapa kali, Nevan mengikuti arah pandangan Ogik yang ternyata sedang memperhatikan Reya yang baru datang dengan keadaan lebih baik dari semalam. Mata sembab Reya juga sudah mulai menghilang, wajahnya yang sempat pucat sudah terlihat agak segar. "Biasanya langsung cabut?" Tanya Ogik keheranan karena biasanya jika melihat Reya datang Nevan langsung buru-buru mendekati Reya dan mengantarkan Reya ke kelas. "Lagi mager akang mah." "Cih, akang, kang baso!" Ogik berjalan menjauh dari Nevan karena sudah sepuluh menit lamanya ia berada di parkiran sedangkan bel akan berbunyi. Nevan menaruh dengan benar helmnya dan sedikit menata rambutnya sebelum masuk ke dalam sekolah. Baru ia menginjakkan kaki di koridor kelas sebelas Nevan sudah disuguhkan oleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN