Luna pov Billy menekukan tubuhnya begitu aku berbalik menghadapnya. Ia berangsur-angsur menggusur tubuhnya untuk memunggungiku. “gak boleh liat sayaaaang...” Ucapnya, aku menurut dengan langsung mengalihkan pandanganku ke arah lainnya. sampai kemudian mataku menemukan cairan lengket yang lebih kental dan lebih putih dari yang keluar dari dalam vaginaku, pada tisu yang pastinya sudah di pakainya untuk mengelap miliknya tadi. “itu ya? kok beda sih sama yang keluar dari punya aku?” “hhh... bentar sayang aku masukin dulu punya aku” Balasnya dan kini aku jadi menunggu Billy yang sedang membenarkan celananya dengan sangat tak sabarannya sampai sesekali kunaikan leherku penasaran pada apa yang tengah coba di sembunyikannya. “AH! LUNA!” Billy tiba-tiba langsung menutup matanya begi

