#2 Belajar o*****e

1788 Kata
Billy pikir tak apa dan tak akan jadi masalah kalau ia mengajari Luna sedikit tentang aktifitas s****l. Toh sebentar lagi juga ia akan segera dewasa. Jadi ujung-ujungnya nanti pasti Luna akan mulai tahu dan terbiasa soal hal-hal semacam itu. “bentar ya aku ambil Laptop dulu” Billy menurunkan Luna dari pangkuannya dan berdiri untuk mengambil laptop yang ada di meja belajarnya. “caranya ada laptop ya?” “ehmm... perangsangnya ada di sini” Balas Billy sambil tersenyum mendengar pertanyaan polos kekasihnya itu. Ia kemudian duduk kembali di samping Luna yang langsung memelukinya. Luna begitu exited dan tak sabar sampai giggle-giggle dalam pelukan Billy. “hahahah... gak sabar ya?” “ehm... aku berasa udah jadi orang dewasa bahas kaya ginian” “hahahahh... emang orang dewasa doang yang bahas soal s*x?” Tanya Billy sambil mencubit gemas pipi Luna, “ehm... biasanya kalo aku tanya soal s*x dan temen-temennya, ayah pasti bilang, ‘kamu belum dewasa dan belum waktunya bahas kaya gituan’” Cerita Luna sambil menirukan bagaimana sang ayah yang selalu melarangnya tahu soal hal-hal berbau s*x itu. “aiguuuu.... kasian banget pacar aku, yaudah nanti kalo ada apa-apa kamu tanya aku aja, aku ini bisa jadi Wikipedianya s*x special buat kamu” Balas Billy yang terdengar melebih-lebihkan sampai Luna jadi tertawa karena tak tahan dengan istilah Wikipedia s*x yang di katakannya itu. “hahahahh ini pasti karena saking mesumnya pikiran kamu sampe bisa jadi Wikipedia s*x yaa” “ya tapi kan m***m aku ini jadi ada gunanya juga, buat ajarin kamu sayang” Luna tersenyum saja dan mencium Bibir Billy yang benar-benar mulai sangat di sukainya. “jadi...” “jadi apa?” Tanya Luna, dan entah kenapa Billy selalu di buat ingin tersenyum melihat ekpresi polos kekasihnya itu. “jadi keluar cairan s****l itu namanya o*****e sayang” “o*****e?? jadi kita sekarang mau belajar o*****e?” “ehm... dan prosesnya itu namanya manstrubasi” Luna menaikan kedua alisnya karena mendengar dua istilah yang baru di kenalkan Billy padanya itu. “kok ada banyak banget istilahnya sih” “hahahh... ya iya emang gitu Luna sayang...” Billy benar-benar di buat gemas dengan tingkah lucu Luna itu “Billy, aku gak hebat belajar teori, kalo langsung praktek aja gimana?” Billy sontak langsung memecah tawanya mendengar perkataan kekasihnya itu. “hahahah oke oke oke... tapi karena aku gak mungkin sentuh kamu, jadi paling nanti sentuh diri kamu sendiri okey?” Mendengar kalau dirinya yang akan menyentuh tubuhnya sendiri, Luna sedikit kebingungan karena sepengetahuannya aktivitas s****l adalah kegiatan dua manusia dan sekarang ia malah harus melakukannya sendiri. “kenapa? kamu gak mau sentuh aku?” Billy yang tengah berhadapan dengan Luna, jelas dapat melihat ekspresi kecewa kekasihnya itu. “ehmm bukan gitu Luna sayang... aku cuma takut kalo aku sampe kebablasan dan malah sakitin kamu, aku terlalu takut sampe nanti kalap kebawa nafsu, karena jujur aja aku gak bisa bohong kalo kamu itu menggoda banget di mata aku sayang...” Billy mengungkapkan kejujuran yang kini tengah di rasakannya. Bahkan sesungguhnya ada sedikit rasa bersalah karena ia malah akan mengajari Luna hal-hal nakal sekarang ini. Padahal niat Billy, ia hanya ingin menjalani pacaran yang sehat-sehat saja, tapi karena tadi ia tergoda dengan ucapan Leo ya jadilah keduanya bisa sejauh ini, sampai sampai akan mengadakan kelas s*x dadakan di kamarnya. “Billy... makasih kamu udah mau tahan diri buat gak sakitin aku” Luna memeluk kekasihnya itu, ia berterimakasih karena Billy tak memiliki niatan untuk menyakitinya. “ehmm aku sayang kamu Luna” “jadi... sekarang aku harus gimana?” “ehmm kita nonton dulu video ini....” Billy kemudian menekan tombol play pada laptopnya, ia memutar film porno untuk merangsang Luna agar turn on dan cepat mendapat o*****e pertamanya. “Billy...” Luna refleks menutup matanya sambil menyembunyikan wajahnya di d**a kekasihnya itu. “hahahh... kenapa sayang, ehm? itu baru mulai loh...” Pipi Luna terlihat sudah memerah saat ini, padahal dua manusia di video itu masih memperlihatkan adegan ciuman yang saling menyentuh, tapi memang terlihat lebih liar dari apa yang sempat mereka lakukan tadi. “aku malu liatnya” “jadi mau udahan aja?” Luna menggelengkan kepalanya “aku mau nonton...” “dasar... yaudah lanjut sini” Billy kemudian merangkul Luna dan membuatnya bersandar padanya, sambil kembali meneruskan acara menonton adegan yang mulai panas di layar laptopnya itu. Sampai kini tahap foreplay dua pemeran adegan syur itu dimulai, dimana si pria mulai dengan sangat tak sabarannya membuka pakaian wanitanya yang tampak pasrah sekali dengan apa yang coba si prianya itu lakukan padanya. Pakaian wanita itu dilucuti sampai telanjang sudah kini. Luna membuka matanya lebar-lebar, ia sampai menahan napasnya. Ia terlalu syok dengan adegan yang sedang di tontonnya itu. Dan semua adegan itu malah mengingatkan dirinya pada apa yang pernah Rey lakukan padanya, bahkan seluruh tubuhnya jadi terasa aneh, sensasi seperti saat Rey menyentuhnya seolah terpanggil kembali saat ini. “Billy, apa kamu juga suka sama payuda*a perempuan?” Luna menatap Billy dengan sorot mata penasarannya “ehm? oh itu... itu ah... hhh... bohong sih kalo aku bilang gak suka” Balas Billy jujur dengan wajahnya yang merona karena ulah pertanyaan Luna itu. “gitu yaa... jadi semua laki-laki itu suka sama payuda*a perempuan” Sampai sedetik kemudian seluruh tubuh Luna jadi bergidik, bulunya berdiri saat ia kembali menatapkan pandanganya pada layar laptop di depannya itu. Ia melihat area kewanitaan pemeran wanita itu di mainkan oleh prianya kini. jarinya di masukan dan di keluarkan di lubang v****a wanita itu. Luna sampai menelan ludahnya, refleks kedua tangannya menutupi vaginanya sendiri, entah bagaimana ia merasa sangat geli dan linu sekali di area privasinya itu. Luna tiba-tiba tak enak duduk, ia merasa tak nyaman, sesekali ia jadi memaju mundukan duduknya. Tapi ia juga merasa bingung dengan reaksi tubuhnya yang entah kenapa jadi terasa aneh sekarang. “ahh!” Luna refleks ikut mendesah begitu pria itu mencium lubang v****a wanitanya. Luna kemudian menatap Billy dengan mulut yang di tutupnya, ia tak mengerti dan sedikit malu, kenapa ia sampai mengikuti desahan yang di keluarkan oleh si wanita di video itu. Klik Billy tiba-tiba menekan tombol pause pada laptopnya, ia sadar Luna sudah terangsang sampai sampai ikut mendesah seperti yang di lakukan wanita di video itu. “kenapa? pengen kaya ceweknya?” Tanya Billy pada Luna sambil terkehkeh “kok area kewanitaan aku jadi ngilu ya?” “ehmmm... itu namanya kamu ikut terangsang Luna sayang...” “Masa sih? aku kan gak di sentuh, kok aku ikut terangsang???” Tanya Luna dengan polosnya “ahahah... nah itulah kenapa ayah kamu selama ini ngelarang kamu buat buka film dewasa, biar kamu gak terangsang sayang...” “ahh... gitu ya” Billy kemudian membuat Luna berhadapan dengannya, di pandanginya Luna dengan tatapan serius dan amat lekat. “sayang... kamu liatkan cowoknya itu mainin bagian v****a ceweknya?” Tanya Billy tiba-tiba “iya, terus?” “karena aku gak mungkin sentuh kamu, jadi kamu coba sendiri mainin v****a kamu ya” “gimana caranya aku gak bisa Billyy....” Luna kebingungan, begitu juga dengan Billy yang tak tahu harus bagaimana mengajari Luna manstrubasi. “aku pinjem tangan kamu” Luna langsung mengulurkan tangannya, lalu dengan hati-hati Billy menuntun tangan Luna itu untuk di letakan di depan area vaginanya yang masih terbungkus rapi dengan rok seragam sekolahnya. Billy kemudian menolehkan pandangannya ke arah lain, ia berusaha untuk tak melihat apa yang akan Luna lakukan selanjutnya. “kamu masukin tangan kamu ke dalem celana dalem kamu” Luna menurut, ia mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamnya. Dan tangan Billy yang jadi ikut masuk ke dalam, membuatnya kini jadi berkeringat deras karena sensasi tegang, ikut terangsang ulah kekaihnya yang sedang belajar manstubasi itu. “sekarang kamu mainin jari kamu naik turun di bagian bibir sama k******s atau daging kecil di v****a kamu itu” Luna mengikuti arahan Billy yang sedang berusaha untuk tak melihat apa sedang di lakukan oleh kekasihnya itu. Dan hasilnya Luna mengelinjang sambil mendesah tak karuan karena perbuatan tangannya sendiri. “ahh... Billy” Mendengar Luna yang mendesah dengan nada sexynya, Billy malah jadi semakin terangsang. Bahkan kini sesuatu di balik celananya mulai terbangun dan terasa jadi sesak di dalam. Sampai kemudian Billy melepaskan tangannya dari dalam celana dalam Luna itu, cepat-cepat ia berputar posisi sambil berusaha menghindari pemandangan kekasihnya yang sedang menyingkapkan roknya dan tengah menikmati permainan solo(?) di vaginanya itu. “hhh... Billy jangan pergi... aku- aku ini gimana? rasanya aneh... hhh.... hhhh” Luna berkata aneh tapi sesungguhnya ia mulai merasakan nikmatnya aktivitas manstrubasinya itu, ia bahkan memiringkan kepalanya, memejamkan matanya sambil mempercepat gesekan dan tekanan pada area vaginanya. “aku di belakang kamu sayang... kita barengan manstrubasinya” Balas Billy sambil duduk membelakangi Luna, punggung keduanya beradu, bahkan Luna jadi bersandar pada tubuh belakang kekasihnya itu. Billy cepat membuka celananya dan mulai mengeluarkan miliknya yang sudah tegak berdiri menegang. Tangannya kemudian mulai aktif naik turun pada batangnya yang sudah mengeras itu. “hhh...hhhh... Luna” “Billy, kamu lagi apa?” Tanya Luna penasaran dengan aktifitas yang sedang di lakukan kekasihnya itu di belakang punggungnya. “aku... hhh aku lagi lakuin apa yang kamu lakuin... hhh nanti kalo ada yang mau keluar bilang aku” Balas Billy, ia mulai merem melek, menikmati onaninya yang membuat sekujur tubuhnya jadi memanas karena aktifitasnya itu. Beberapa menit berlalu, keduanya masih sibuk bermain dengan milik mereka masing-masing, sampai hanya desahan dan erangan saja yang terdengar di ruang kamar itu. Billy semakin menggila dengan kocokannya saat mendengar lenguhan manja kekasihnya yang sedang mantrubasi di belakang punggungnya itu. Begitupun dengan Luna yang mendengar suara serak yang terdengar begitu menggoda di telinganya. “Billy... ahh...” Luna semakin lemas, ia merasa sesuatu mungkin akan meledak dari dalam area kewanitaannya itu. “kenapa sayang?” Billy sedikit menoleh, penasaran. “aku... aku gak tahan...hhhh” “Luna sebentar barengan... ahhh... ahhh” Tangan keduanya semakin kencang dan cepat memainkan kelamin mereka itu. Sampai akhirnya suara desahan panjang terdengar dari mulut Luna dan Billy. “ahhhh!!” Keduanya sampai pada klimaks mereka pada saat yang bersamaan. Luna dan Billy terlihat amat lemas kini karena ulah mereka sendiri. “hhh...hhh... gimana? keluar? banyak gak?” Tanya Billy sambil tersenyum dengan bangganya. Ini adalah momen bersejarah yang tak pernah di sangkanya akan sampai terjadi, manstubasi bersama kekasih di hari pertama jadian, benar-benar penuh kejutan sekali hubungannya dengan Luna itu, begitu pikir Billy. “ahh... kok gini sih... bening kaya lendir” Balas Luna, Billy terkehkeh sambil meraih tisu di dekatnya dan memberikan itu pada Luna. “ini... di bersihin” “Billy punya kamu gimana cairannya? aku boleh liat gak?” Ucap Luna sambil membalikan tubuhnya tiba-tiba menghadap Billy yang sedang sibuk membersihkan cairannya, “Lunaaa!!! kenapa kamu tiba-tiba balik badan sih sayaaang...” ....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN