#2 Si Kondom dan Billy

2031 Kata
Author Pov Luna sudah getar-getir, seluruh tubuhnya bergetar ketakutan hebat, memikirkan kondom yang ia selipkan di antara baju training milik guru olahraganya itu. Fey yang sudah tahu bahwa sahabatnya itu akan kena masalah lagi sedang mencoba berpikir dengan kerasanya bagaimana cara agar bisa menyalamatkannya dari geledahan guru yang mulai memeriksa buku, tempat pensil, dan sampailah kini pada training tempat si kondom itu bersemayam. “Fey gimana ini, kondomnya aku selipin di baju Pak Dewa” Entah bagaimana ceritanya, mungkin karena saking tegangnya Luna refleks sampai mencubit paha sahabatnya itu, “AWWW!!! LUNA! jangan cubit aku!” Fey berteriak begitu, ia kemudian langsung menyadari kalau sekarang adalah kesempatan untuknya berakting untuk mengambil si training dan kondomnya itu. Tangan Fey lalu mengambil cepat baju training itu dan memukulkannya pada Luna, “FEY! aku gak sengaja tadi!!!” Luna yang tak terima di pukul oleh training itu jadi marah sungguhan pada Fey, padahal maksud sahabatnya itu adalah ingin mengambil kondom yang ada di antara training itu. “mana?” Fey memberikan kode tanya itu pada Luna, karena kondomnya rupanya tak bisa di temukannya. “ehm? seharusnya ada” Ucap Luna dengan bahasa bibir saja dan tak bersuara. “Hey! hey! jangan berantem! saya jewer kalian bedua!” Ingat Pak Bowo pada Luna dan Fey, “maaf Pak” Ucap Fey, ia kemudian mencari-cari dengan mata awasnya takut-takut kondom itu terlempar dan sudah jatuh berada di salah satu sudut kelas sekarang. Luna juga mulai celingkukan mengedarkan pandangannya ke lantai kelas. Luna akhirnya bebas dari penggeledahan, ia lolos dan dinyatakan aman, tak membawa hal-hal aneh yang bersangkutan dengan Si Gossip Girl yang sedang buron dan menjadi alasan di lakukannya penggeledehan pagi ini. “Luna, Fey kalian nyari apa?” “ehm? engga Pak kayanya uang saya tadi ada jatoh tapi gak tau dimana” Balas Fey demikian, ia paling jago dalam membuat alasan untungnya. “cepet beresin barang kalian lagi terus duduk, ada penjelasan soal skandal Agnes sama klamidianya nanti dari BK” Ucap pak Bowo tegas, “I-Iya pak” Luna dan Fey akhirnya duduk sambil masih di penuhi kebingungan soal mengilangnya si kondom yang entah sedang berada di mana itu sekarang. Dan usut punya usut, ternyata kondom itu kini sedang berada di bawah kaki Willy, yang tadi kebetulan dengan cekatan ia langsung saja menginjak dan mengamankannya, saat Fey yang tak sengaja melemaparkan kondom yang keluar dari training yang di jadikan alat untuk memukul sahabatnya itu. “sutt suttt... Lo percaya gak apa yang ada di bawah kaki gue?” “apaan? tai kucing?” Balas Leo asal “sialan Lo!” “Bill, gue punya kejutan buat Lo” “apaan?” Billy, Leo, dan Willy saling berbisik padahal di depan Pak Bowo masih uring-uringan karena ulah skandal Si Gossip Girl itu. “nanti Pas Pak Bowo keluar gue kasih tau” Balasnya, dan tak sampai 5 menit Pak Bowo sudah berjalan keluar bersama antek-annteknya yang bertugas untuk menggeledah isi tas dari siswa-siswa hari ini. “Bill, di bawah” Willy meluncurkan bungkus kondom berwarna pink itu oleh kakinya kepada Billy yang duduk di belakang bangkunya. Billy langsung menangkapnya dan kini tengah menginjaknya, ia kemudian berdiri lalu melangkah keluar kelas sambil menyeret kondom itu untuk di lihatnya di luar. Leo dan Willy lantas langsung menyusul Billy keluar. “apa nih? ini- ini kondom? punya siapa Will???” Tanya Billy kaget sekali saat tahu apa yang sudah di seretnya sedari tadi sampai kini mereka bertiga ada di pojokan luar kelas itu adalah sebungkus kondom rasa stroberi. “tebak” “eh serius, jawab ini punya siapa?” “punya pacar Lo!” “APA? LUNA??? ngapain dia bawa beginian???” Billy tak menyangka kalau Lunalah pemiliki kondom di tangannya itu sekarang. “waaah waaahh gila gila! jadi bener dia udah gak polos lagi??? Bill, mungkin karena sekarang dia udah mau pacaran sama Lo, jadi dia bawa-bawa kaya beginian, buat pengaman biar gak kena penyakit seksual kaya Si Agnes... ckckckkk tapi pinter juga sih Si Luna ada persiapan dulu gitu, dia pengen ‘enak enak’ terus aman juga, salut gue sama perbahannya dari polos sampe gini” Racau Leo, tapi menurut Billy, Luna tak mungkin berpikir sampai sejauh itu, Ia terlalu baik untuk menginginkan kencan nakal yang sampai melibatkan kondom di tangannya saat ini. “emang si Agnes beneran sering ‘di pake’ sama banyak cowok ya? makanya sampe kena klamidia gitu? setau gue anaknya kalem-kalem aja deh, kok bisa sih?” “yaaa dari yang gue tadi baca dari google sih si klam- klama-“ “klamidia Leo, gimana sih pinter-pinter nyebutin istilah gitu aja gak bisa” Balas Willy yang gereget karena Leo yang gagal terus menyebutkan penyakit menular s****l itu. “gue juga manusia kali, apa tadi? ah iya, jadi si klamidia itu emang di tularin lewat cairan s****l sih, jadi ya mungkin aja dia ketularan pas lagi manstrubasi atau oral sama cowoknya... makanya dia sampe kena deh” *(Klamidia adalah penyakit menular s****l yang di tularkan melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa alat pengaman) Sementara pikiran Leo dan Willy yang sempat teralihkan oleh berita salah satu teman mereka yang sedang hot hotnya menjadi pembicaraan itu, yang ada dalam kepala Billy saat ini adalah hanya Luna dan kondomnya itu. “ish, udah dong kalian ini pake acara gossip segala deh, ini sekarang kondomnya gimanain? ini seriussan punya Luna??” “eh eh eh gue punya ide, buat tes aja nih ya... Bill, Lo mending bawa si Luna main ke rumah Lo deh, terus liat, dia ajak Lo main nakal apa engga... siapa tau si Luna emang bawa kondom ini buat jaga-jaga kalo Lo sampe ajak dia main nakal sama dia” “GILA LO!! Kalo dia sampe hamil gimana???” Billy jadi emosi sekali mendengar ide Leo yang menurutnya gila itu. “ya gak usah di tidurin juga kampret!! petting aja, Lo sentuh, peluk, cium, cuddling, apa kek gitu... lagian ngaku aja kali, Lo pasti juga mau kan sentuh si Luna?! Terus ya, Si Luna udah bawa beginian, pasti dia juga pengenlah di sentuh pacarnya” *(Petting adalah kegiatan seksual dimana saling merangsang baik dengan sentuhan ataupun saling menggesekkan kelamin. Petting sendiri juga bisa menjadi salah satu aktivitas pemanasan atau foreplay sebelum hubungan seksual) Billy jadi terdiam, ia mulai tersugesti oleh perkataan Leo yang baru saja itu, “tapi iya ya, kalo bukan buat jaga-jaga, terus ngapain dia pake acara bawa kondom sampe ke sekolah segala” Ucap Billy, ia jadi mulai menyimpulkan kalau tujuan Luna membawa kondom memang ingin melakukan ‘sesuatu’ bersamanya. “ehmmm... mungkin dia cuma penasaran aja, yaa bayanginlah anak TK bin polos banget kaya Luna, di kasih tau begituan pasti langsung melek dan pengen coba-coba.... Bill, gue cuma mau ingetin aja, kalo Lo sayang dan gak mau lukain Si Luna, Lo cuma boleh sampe puasin rasa penasaran dia aja, jangan sampe cari-cari kesempatan buat cobain tubuhnya” Ingat Willy bijak pada Billy. “hhh... kok jadi deg-gegan gini ya, apa gak papa gue ajak dia ke rumah gue hari ini?” Ucap Billy sambil menyentuhkan tangannya pada dadanya yang kini jadi berdetak kencang sekali, saat ia mulai membayangkan Luna yang akan segera di sentuhnya dalam kencan nakalnya. “gak papa... gue dukung, semangat Bro” Dukung Leo sambil mendorong Billy untuk memasuki kelas kembali dan segera mengajak Luna bermain ke rumahnya hari ini. Dan ketika Billy memasuki kelas kembali, terlihat Luna dan Fey yang sedang berdiri di depan kelas sambil celingukan. Keduanya masih jelas tampak sedang mencari cari sesuatu di sekitar tempat mereka di geledah tadi oleh salah seorang guru. Dan pastilah si kondom di tangan Billy yang sedang mereka cari cari saat ini. “Luna...” “ehm? ya? kenapa Bill?” “soal yang kemarin, kamu... itu-...ehmmm kamu mau kan jadi pacar aku?” Billy memulainya dengan memastikan kalau Luna benar-benar mau menjadi keksihnya, sebelum mengajaknya berkencan di rumahnya hari ini. Tapi Luna malah terlihat kebingungan sekarang ini, ia lupa kalau hari inilah tengat waktunya untuk memberikan jawaban atas pernyataan cinta Billy. “ehmm.... itu- aku- ehmm-” “hahahh... Pak Dewa bisa aja deh, hahahahh masa sih?” “iya serius deh” Tiba-tiba saja terdengar percakapan dua manusia, sampai kemudian mata Luna menemukan sosok Guru Olahraganya yang saat ini sedang berjalan di koridor di depan kelas Luna sambil tertawa dengan riangnya bersama salah seorang guru wanita yang terlihat masih sangat muda, Sampai akhirnya Dewa berhenti sejenak tepat di depan pintu ruang kelas Luna. Luna dan Dewa kemudian bertemu mata, namun sayangnya Luna manatap Dewa dengan tatapan kesal dan marahnya saat ini, ia sangat sangat sangat tak suka melihat guru olahraga yang sudah di anggapnya sebagai pangerannya itu, malah mengobrol dengan hangatnya pada orang lain selain dirinya. “Oh hey Luna” Karena terlanjur kesal, Luna jadi mengabaikan sapaan Dewa itu dan ia lebih memilih untuk meraih tangan Billy sekarang ini. “Aku mau jadi pacar kamu Billy!” Teriak Luna dengan kerasnya, ia berharap Dewa bisa mendengarnya, dengan tujuan agar ia bisa membalas perbuatan Dewa yang sudah membuatnya kesal, karena sudah berani dekat dengan wanita lain. ‘cih, di kira dia aja yang bisa deket-deket sama cewek lain, aku juga bisa deket sama cowok lain tau’ Gerutu Luna dalam hati, Tapi ketika matanya dilirikannya pada Dewa, Dewa malah terlihat sedang senyum-senyum sambil bertepuk tangan, ikut senang pada Luna yang baru saja mendapat kekasihnya itu. ‘Loh kok dia gak kesel sih? malah keliatan seneng gitu? dia gak cemburu apa sama aku????’ Heran Luna dalam hati, reaksi Dewa rupanya tak sesuai dengan harapannya. “serius Luna? kamu beneran mau jadi pacar aku???” “iya... aku mau jadi pacar kamu” Meski sebenarnya Luna masih belum yakin, tapi karena tadi terlanjur mengatakannya, jadi ya mau bagaimana lagi, begitu pikir Luna. “ehhmmm kalo gitu, kita main ke rumah aku yuk nanti, kemarin kan aku udah main ke rumah kamu, nah sekarang giliran kamu yang main ke rumah aku” Usul Billy, Luna sedikit ragu soal itu. Sambil memikirkan ajakan Billy itu, ujung mata Luna melirik ke arah Dewa, dan di lihatnya saat ini Dewa malah melangkah pergi begitu saja menjauh dari depan kelas Luna. “hhh... boleh deh, mungkin kalo aku main ke rumah kamu aku jadi bisa lupain dia” “dia? siapa?” Luna keceplosan, dan tentu saja ia segera memutar otaknya. “itu... maksud aku, dia... ssshh ayah aku, tau kan ayah aku agak-agak nyebelin” “yaudah nanti pulang sekolah ya....” “iya...” ‘huffttt hampir aja, hhh... terus sekarang gimana Lunaaa?! kondom ilang, malah jadian juga sama Billy, nanti sampe mau main ke rumahnya juga... terus, bajunya Pak Dewa gimanaa? kalo aku balikin gak sama kondomnya gimana ya?? aduh kok jadi pusing gini sih’ Gerutu Luna dalam hati. *** Brakkk brakkk brakkk kali ini bukan Pak Bowo yang menggebrak meja dengan kerasnya di depan kelas Luna, tapi guru lainnya. “jadi... kalian semua masih belum ada yang tau siapa gossip girl itu?” Tanya Bu Indah, salah satu guru BK di sekolah Luna, Hening, tak ada yang menjawab. “denger karena ulah si tukang gossip itu, nama sekolah jadi tercoreng, berikut juga dengan siswa yang kini tengah menjadi bulan-bulanan di forum chat dan social media, kalian itu harus tau kalau menyebarkan berita seperti itu kalian juga bisa di tuntut atas pencemaran nama baik...” “tapi Bu, dia beneran sakit kan? dia mengidap klamidia kan?” Tanya salah seorang siswa “memang benar dia postif terinfeksi klamidia, tapi ‘Si A’ ini tidak tertular dari cairan langsung aktifitas s****l, menurut penuturannya dia hanya sial saja karena sudah satu handuk dengan temannya yang rupanya menularkan klamidia itu padanya...” Luna yang kebetulan duduk dengan Billy saat ini karena Fey yang harus kumpul taekwondonya, terlihat tak mengerti dengan penjelasan guru BK-nya itu. Ia ingin sekali bertanya pada Billy, tapi ia ragu dan canggung sekali di rasakannya. “Luna, kenapa?” Tanya Billy begitu karena ia melihat Luna berkali-kali mengerutkan dahinya seperti orang kebingungan, “ehm? Billy, emang aktifitas s****l itu keluarin cairan ya? cairan apa sih???” Tanya Luna dengan polosnya pada Billy. “Luna... itu... ehm... gimana ya jelasinnya... sshhh ah nanti aja aku jelasin di rumah aku ya”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN