#1 Ingin Menyentuhnya

1217 Kata
“hoamm…” Luna sudah duduk dan menguap sampai mengeluarkan suara seperti itu di atas ranjang hotel tempatnya menginap semlam sambil menatap langit pagi yang masih belum ada gurat-guratan cahaya jingga matahari. Mendengar suara anaknya itu, Bryan langsung mengerjap-ngerjapkan matanya dengan masih tergulung oleh selimut yang sama yang menutupi tubuh Luna. “ahhh… ini masih pagi kenapa udah bangun sayang” Kalimat pertama yang keluar dari mulut Bryan dengan nada serak dan beratnya, membuat Luna berbalik dan menatap ayahnya yang masih bermuka bantal itu. “pagi ayah…” Sapa Luna dnegan langsung mengahmburkan diri ke atas tubuh ayahnya. “ahh… pagi sayang, nyenyak tidurnya?” “emmm nyenyak, kita tinggal di sini aja gimana?” Ucap Luna asal, “hahahh… ayah jadi presiden dulu baru kamu bisa tinggal bebas di hotel mewah kaya gini” Balas Bryan. “jangan, nanti ayah tambah sibuk terus gak punya waktu buat Luna” Luna menenggelamkan wajahnya di d**a polos Bryan, menghirup aroma tubuhnya sampai ia akhirnya naik dan mensejajarkan wajahnya. mata Luna menemukan bibir ayahnya yang sangat merah dan beroma manis, sampai Luna penasaran untuk mencobanya. Cup “ehmmm… ayah semalem minum ya? Bibir ayah rasanya aneh” “ehmm… kamu- mmphhh…” Luna ketagihan menyesap bibir ayahnya yang meninggalkan rasa wine yang semalam di teguknya. “ahh… Lunaa…” Ucapnya begitu Luna melepaskan tautan bibirnya. “jadi rasa wine itu kaya gitu?” Bryan sampai mengemuti bibirnya sendiri setelah baru saja mendapat ciuman dari anak gadisnya itu. ia tiba-tiba memasang senyumnya. “kenapa? kok ayah senyum-senyum gitu?” Tanya Luna kebingungan, ‘apanya yang lucu soal itu’ begitu tanyanya dalam hati. “gimana rasanya bibir ayah?” “ehmm… manis…” Bryan lalu memajukan bibirnya untuk mencium bibir Luna. Dengan memejamkan matanya ia mengulum dan menghisap, ingin merasakan kelembutan bibir mungil anaknya itu. Tangannya tanpa sadar sudah menyentuh pinggangnya dan tangan lainnya tengah mengeratkan pelukannya pada tubuh Luna yang ada di atasnya itu. Luna yang hanya tidur mengenakan pakaian dalamnya saja membuat Bryan bebas mengeksplor tubuhnya. “ahh….” Luna mendesah karena tangan ayahnya yang menggoda pinggangnya yang cukup sensitive itu. tak di sia-sisakannya hingga lidahnya di lesakannya pada rongga Luna, menyapa deratan rapi giginya, menaut dan membelit Lidah Luna. “ahh... ayah….” Ucap Luna serak di tengah ciumannya. Tahu Luna kehabisan napasnya segera Bryan melepaskan bibirnya yang sudah berpagutan lama itu. kelopak matanya di bukanya perlahan. Ia menemukan mata sayu yang tak asing dengan hidung kecil yang mancung juga bibir merah lembutnya, “Putri….” Bibir yang merekah merah karena ciuman itu mengucapkan nama wanita yang telah tiada itu. membuat gadis yang ada di atas tubuhnya menatapnya bingung. “ayah….” Panggil Luna, dan itu berhasil menyadarkan pikiran Bryan yang sempat membangunkan memori lamanya, sampai bisa-bisanya ia melihat wajah istri tercintanya yang telah lama pergi di wajah cantic anaknya itu. “maaf sayang… ayah… ayah… “ “ayah kangen ibu?” Ucap Luna, ia cukup sadar akan hal itu, sampai nama yang terucap dari mulut ayahnya itu adalah nama ibunya, dan bukan dirinya. bahkan Luna sangat bisa merasakan kerinduan yang mendalam dari ciuman yang di lakukan ayahnya itu padanya. Bryan hanya menunduk malu ketahuan. “gak papa ayah… Luna tau kalo ayah kangen banget sama ibu” Ucapnya dengan tangan yang sudah di belaikannya pada wajah tampan ayahnya itu. berusaha sedikit mengobati kerinduannya. “makasih sayang…” Ucapnya, ia sangat berterimakasih pada anaknya itu, berkatnya ia bisa merasakan kembali morning kiss di tempat yang cukup romantic pagi ini. “ayah… biar ayah gak sedih lagi… kita berenang aja gimana? Main air kolam samping sana” Ajak Luna, dan Bryan hanya tersenyum sambil mengangguk saja setuju pada anaknya itu. Luna kemudian berjalan dengan menggunakan swimsuit berwarna hitam dengan menampilkan area perut putihnya yang rata, terlihat sangat pas sampai berhasil menampilkan lekuk indah tubuhnya. Beruntung di pagi hari kolam renang itu biasa sepi jadi kini hanya mereka berdua saja yang ada di sana. “Luna… katanya mau berenang” Ucap Bryan sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang sudah basah kuyup dan baru saja naik dari air. “tiba-tiba males, dingin hehe” Balasnya. tangan luna kemudian memberikan handuk kepada Bryan untuk mengusap tubuhnya yang basah itu. Dan setelah sedikit mengelap-elap tubuhnya, ia duduk di samping Luna. “sini biar ayah olesin sunscreen” Ucapnya, dengan krim sun protection yang kini sudah siap di tangannya untuk di oleskannya pada kulit Luna. Di mulai dari kaki jenjangnya yang sudah di taruhnya di pahanya. Bryan mulai mengolekan krim itu dengan sedikit memijatnya. “aahh… dingin di kulitnya ayah…” Luna ingin menarik kakinya dari pangkuan ayahnya itu namun di tahan oleh tangan kuat Bryan. “diem biar kulit kamu gak kebakar sinar matahari sayang…” “ahh… rasanya aneh dikulit Luna ayah” Ayahnya hanya tertawa saja mendengarnya. Selesai dengan kedua kakinya, Luna di suruhnya untuk memunggungi Bryan dan tangannya mulai kembali mengoleskan sunscreen pada punggung Luna. Tapi tangan Bryan kini sampai masuk ke balik swimsuit Luna untuk mengolsekan krim sunscreen itu. “aahh… itu ga usah ayah, itu kan gak kena matahari…” Luna mengelinjang geli saat ayahnya mengoleskan krim ke bagian pinggang Luna yang tertutup swimsuit yang di kenakannya. “diem ga papa, biar semua aja di oles…” “aahh… hahah… tapi itu geli hahhh ayah udahh…” Ucap Luna semakin tak bisa diam di buatnya. “udah? Kamu mau ayah udah? Gak mau hwee…” Ayahnya jahil malah malah menggelitiki Luna kini “ahahhh ayah… ayah udahh… ahahahh geli…” “gak mau…” “ahahahhh” Bryan terus saja menggelitiki Luna, sampai Luna tak bisa diam. mereka terus bermain-main tanpa sadar Reyno sedang menyaksikan semuanya tak jauh dari tempat mereka berada. Tanpa Luna sadari bahwa The Westin hotel Surabaya adalah bagian dari Pakuwon Grup milik keluarga Tedja, dan sudah barang pasti Reyno Tedja yang merupakan cucu pemilik Pakuwon grup, bisa dengan bebas masuk sampai memantau semua yang ada di sana semaunya. Bahkan dia bisa dengan mudahnya melihat apa yang terjadi di dalam kamar hotel Luna menginap semalam, yang sesungguhnya itu merupakan pelanggaran besar dan tak boleh di lakukan oleh pemiliki hotel sekalipun. “dy… Loe liatkan gimana mereka?” Tanya Reyno pada Aldy juga berada di sana sedang menonton apa yang Luna dan ayahnya lakukan. “ehmmm… kalo inget rekaman cctv tadi pagi waktu mereka ciuman, ahh… gue pikir ini gak bener Rey… tapi gue bingung deh sama si Luna, dia itu polos apa bego sih… kalo gini ceritanya… Loe bisa dengan mudahnya dapetin dia…” Ucap Aldy, sebenarnya memang itulah yang terlintas di kepala Reyno, ia sungguh tak tahan dan tergoda untuk melakukan apa yang ayahnya lakukan pada Luna. keinginannya untuk menyentuh Luna sudah sampai di ubun-ubunnya, tapi ia masih harus sabar menunggu sampai di waktu yang tepat. Dan jelas ia sudah harus mulai menjalankan rencana yang pas untuk membuat Luna sampai bisa jatuh ke tangannya. “ehmm… gue pastiin gue juga bisa sentuh Luna kaya gitu…” Ucapnya sambil menujuk ayah Luna yang sedang asyik menciumi kulit punggung dan leher Luna dalam pelukannya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN