#1 Bukan seperti itu cara memperlakukan anak perempuan ~Bunda Fey

1662 Kata
Author Pov “Bunda... Bunda berhenti Bunda” Ucap seorang anak perempuan pada Bundanya yang sedang mengemudikan mobilnya di sampingnya. “apa Fey? jangan bikin Bunda berhenti tiba-tiba, nanti mobil kita di tabrak orang dari belakang nak” Balas sang Bunda, “iiih Bunda berhenti, Fey barusan liat temen Fey keluar dari sana...” Ucap Fey panic sambil menujuk pintu masuk sebuah club malam. “hah? siapa Fey” “iya makanya berhenti dulu Bunda... nanti mereka keburu pergi jauh lagi” Akhirnya sang Bunda memarkir mobilnya ke pinggir jalan, dan begitu mobilnya sudah benar-benar terhenti Fey langsung saja keluar mobil dan berlari menyebrang jalanan padat malam ini. Tiinnnnn “FEYYY!!!” Bundanya berteriak saat melihat Fey yang hampir saja tertabrang sepeda motor. “maaf pak maaf buru-buru” Ucapnya seolah tak peduli sambil langsung terus saja menyebrang jalan. begitu sampai di depan club malam itu ia langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis seusianya yang tadi terlihat lemah dan di papah berjalan oleh si b******k Reyno. “aahh... kemana diaa??? padahal udah di kasih tau jangan deket-deket bajingan...” Gumamnya di tengah kepanikannya, sampai akhirnya ia menemukan sebuah mobil terparkir tak jauh dari club malam tempatnya berdiri. Mobil itu terlihat mencurigakan di matanya, karena hanya terparkir sendiri di jalan buntu di samping gedung club itu. “itu...” Ia kemudian menemukan bayang pria di dalamnya. “oh shiiitttt!!!” Fey langsung berlari, dan beruntung mata cekatannya menemukan sebuah balok kayu dari tempat sampah, tangan kuat seorang petarung taekwondonya langsung saja meraihnya. Dengan sangat berani ia melompat ke atas mobil itu dan memukul kaca depannya. Brakkkk “HEYYY!!! BRENGSEKKK!!! KELUAR LO!!” Fey menantang kasar, bersiap bertarung dengan seseorang yang jelas sedang berbuat macam-macam di dalam mobilnya itu. Pintu mobil yang berhasil di buat penyok oleh tangan kuat gadis muda itu, tiba-tiba terbuka. Muncullah pria muda dengan pakaian yang sudah berantakannya itu. “WOYYY LO GILAA YAA!!!” Rey bereaksi sama emosinya dengan Fey, baru saja tangan Rey akan melayangkan tinju pada gadis remaja itu, tubuhnya sudah di banting lebih dulu oleh Fey, “ahhh... sialan looo! apa masalah lo sih aarghhh” “LO!!! BAJINGANN-“ “FEYY!!!” Bundanya langsung menahan tangan anaknya yang akan melayangkan tinju di wajah mulus crazy rich Surabaya itu, “Sudah! dia sudah seperti itu Fey!!” “dia udah berani lecehin Luna Bunda...” “Luna? siapa Luna” Mata Fey langsung tertuju pada seorang gadis cantic yang tak sadarkan diri dengan pakaian berantakannya di dalam mobil Rey yang baru saja di buat penyok atapnya itu. “denger ya dia itu-“ “berisik Lo! udah ketauan b***t juga!” Ucap Fey sangat mengutuk Rey yang ketahuan akan melakukan tindak pelecehan pada Luna. Ia dengan cepat menghampiri Luna yang tak berdaya di dalam mobil yang sudah di buat penyok olehnya itu. “Luna... Lunaa...Luna bangun” Fey berusaha membangunkan Luna yang sangat bau dengan alcohol itu. “apa apaan sih Lo! dia itu cuma-“ “cukup! saya akan laporkan tindakan kamu ke polisi” Ucap Bunda Fey, ia sadar betapa buruknya kelakuaan Rey itu. itu adalah tindakan serius dan termasuk criminal, jelas tak bisa di biarkan begitu saja. “hallo, ya Pak saya ingin melaporkan kenakalan remaja, dia masih SMA dan sudah melukai seorang anak perempaan saat ini, jadi segera ke jalan XXXX nomor 109 club F” Rey yang melihat Bunda Fey tengah berbicara di telpon itu dengan pihak kepolisian langsung panic dan ketakutan, ia hampir saja akan melarikan diri, tapi lagi-lagi Fey menariknya kencang, dan di bantingnya sekali tubuh laki-laki yang merupakan kakak kelas di sekolahnya itu. “aww... LO!!! sebelum nyokap lo laporin gue ke polisi, gue pastiin lo duluan yang bakal gue masukin ke penjara!” Ucap Rey mengancam karena sudah mendapat dua kali bantingan malam ini. “diem atau gue pitesin tu mulut!” Fey tak kalah mengancamnya. Sampai tak lama kemudian suasana jadi ramai dengan sirine polisi juga ambulans di tambah desas desus beberapa orang yang penasaran memenuhi jalanan malam ini, Rey finally berhasil di ringkus meski semula ia berdalih tak melakukan apa-apa, tapi alcohol dan obat bius di temukan di dalam mobilnya dan itu menjadi bukti kuat yang membuatnya kini berada di kantor polisi untuk introgasi. Dengan bantuan Bunda Fey, Luna kini sudah sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit di temani oleh Fey tentunya. “Bunda... Luna aman kan? dia belum di apa-apain kan?” “tenang sayang... kita akan tahu setibanya di rumah sakit” “kalo sampe dia kenapa-kenapa aku bakal-“ “Fey, cukup di kompetisi aja kamu bikin orang K.O gitu ah, Bunda gak mau liat kamu sampe pukulin orang kaya tadi lagi” “tapi Bunda cowok kaya Rey itu wajib di hajar... liat Luna sampe kaya gini kan” “ahhh...” Tiba-tiba saja Luna mengerang, “Bunda Lunaaa... gimana ini” “sebentar lagi sampe tenang...” Dan dengan kecepatan ambulans, akhirnya kini Luna sampai sudah dan langsung di dorong ke ruang UGD untuk mendapat penanganan. “walinya?” “ahh... walinya? sebentar...” Fey langsung menghubungi pihak sekolah untuk meminta data wali Luna. Fey harus melewati drama dulu karena ternyata pihak sekolah tak bisa memberikan data terutama nomor orang tua Luna, tapi kemudian ia menjelaskan apa yang telah terjadi pada Luna. sampai akhirnya ia kini bisa mendapatkan nomor ayah Luna. “biar Bunda yang bicara Fey” “ehmm... aku pikir juga baiknya gitu Bun” Fey akhirnya memberikan handphonenya pada Bundanya, tahu itu adalah masalah serius, Bunda Fey langsung berbicara di tempat yang lebih tenang, karena UGD malam ini yang tampak ramai dan sibuk sekali. Sementara Bundanya sedang berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada Luna di telpon, Fey kini menatapi Luna yang mulai di pasangi mask oksigen dan selang infusnya. “aahh... dokter dia baik-baik aja kan?” “kadar alkoholnya tinggi sekali, tapi tenang saja dia sudah mulai baik-baik saja dan sedang tidur saja” Balas dokter yang sepertinya telah selesai memeriksa Luna. “hhh... tapi apa ada luka di tubuhnya, aku takut si brengse- maksud aku... cowok jahat itu lukain dia” “ooh... itu nanti setelah walinya datang, bisa langsung minta lakukan tes visum saja, sudah ya, saya masih harus periksa pasien yang lainnya lagi” ucap dokter itu sebelum berjalan pergi menemui pasien lainnya. “terimakasih banyak dokter” Ucap Fey sambil membungkukan tubuhnya. dan tak lama kemudian Bundanya datang menghampiri Fey dan Luna yang masih terbaring tak sadarkan diri. “gimana? ayahnya gimana Bunda?” “ahh... tadinya ayahnya Luna mau terbang ke Jakarta tapi untung aja pesawat ayahnya itu kena delay jadi sekarang lagi di perjalanan menuju ke rumah sakit ini” “hhh... untung deh” “kita pindahin aja dulu Lunanya ke kamar inap, kasian bajunya juga berantakan kan?” “ehmm... makasih banyak Bunda, padahal jadwal Bunda kerja jadi perawat hari ini udah selesai, tapi malah harus jadi jagain temen Fey” “gak papa, Bunda bangga sama kamu yang udah selamatin temen kamu ini Fey” Balas Bundanya Fey bangga pada apa yang telah di lakukan anaknya itu. ** Setelah beberapa saat Luna di pindahkan ke kamar inap, seseorang membuka pintu kamarnya itu dengan sangat keras. Brakkk “LUNAA!!!” “Luna... sayang... ayah di sini... ahh, maafin ayah sayang...” Bryan yang sangat khawatir langsung berlari memeluki tubuh putrinya yang sedang tertidur di ranking rumah sakit itu. “Lunaaa bangun sayang...” “om... Lunanya cuma lagi tidur kok” Ucap Fey berusaha menenangkan ayah Luna yang tampak sangat ketakutan dan panik begitu mengetahui kondisi putrinya itu. “Luna gak pernah tidur senyenyak ini...’ “itu... itu karena alcohol aja om” Ucap Fey ragu, bahkan sangat pelan di ucapkannya tapi terdengar sangat menggelegar di telinga Bryan. “Alkohol?? jadi- jadi Luna... Luna ke baring di sini karena dia minum alcohol?” Fey sadar sepertinya Bundanya belum memberitahu kejadian yang sebenarnya, dan sialnya lagi Bundanya kini malah masih mengurusi administrasi rumah sakit Luna. “oohh... itu- itu tadi sebenernya Luna hampir aja di sakitin sama Rey di club malem om, dan untungnya-“ “APA!!! REYY?!! CLUBBB??? DISAKIT-” Suara Bryan meninggi, ia tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya itu, dan kini dalam kepalanya hanya Luna dan luka yang mungkin saja sudah ada di tubuhnya. Bryan langsung saja membuka selimut Luna, kemudian membuka kancing pakaian rawat Luna dengan paksa, bahkan Bryan kini juga menurunkan celana Luna. “APA YANG ANDA LAKUKAN!!” Bunda Fey langsung saja berteriak begitu dari ambang pintu saat melihat apa yang coba Bryan lakukan pada Luna. “memasktikan kondisi anakku! dia pasti baik-baik saja, dia past-“ Bunda Fey langsung menarik paksa tangan Bryan yang sedang memeriksa area di antara kedua paha Luna itu. “dia itu anak saya! saya berhak tahu bagaimana kondisinya!!” “PAK! DIA INI ANAK PEREMPUAN!” “ya, benar! dia ini anak perempuan saya, anak perempuan yang dengan cerobohnya saya tinggalkan dan sekarang malah jadi korban pelecehan s****l!!” Fey yang melihat ketegangan antara Bunda dan ayah Luna itu hanya bisa diam mematung tak tahu harus berbuat apa. “bukan seperti itu cara memperlakukan anak perempuan, dia memang terluka, tapi hormati putri anda sebagai seorang perempuan, anda tak bisa menyentuhnya dengan bebas seperti itu bahkan di keadaannya yang sedang seperti ini...” “tapi saya-“ “apa bedanya anda dengan Rey yang saat ini di kantor polisi yang coba menjamah putri anda pak?” “dengar- tok tok tok “selamat malam, kami dari kepolisian ingin bertemu dengan saudari Luna juga Ibu Fernanda sebagai saksi dari kejadian pelecehan s****l yang sudah anda laporkan tadi...” “baik Pak, tapi Luna sepertinya masih belum siap untuk memberikan kesaksiannya” “baik ibu saja dulu yang ikut kami ke kantor polisi” ucap polisi itu. “dan anda Pak, sebaiknya anda harus belajar kembali bagaimana cara merawat anak perempuan anda...” pesan Bunda Fey pada Bryan yang kini malah mematung. “ah satu lagi, Fey kamu aja yang jaga Luna, Bunda pergi” ....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN