Bab.6 Kencan!

1135 Kata
  Archy sudah membereskan rumah besar tersebut dengan sangat rapi. Baju kotor, piring kotor, lantai dan juga beragam furniture di dalam rumah tersebut sudah bersih! Ia bergegas mandi sore dan berdandan sedikit.   Kenapa harus dandan segala? Jawabannya, ya karena Archy mau ke Mini market! Selain belanja, tentu saja niatnya mau melihat Agus sang pujaan hati.   Archy membubuhkan pelembab yang memiliki tone up, supaya agak putih! Setelah itu ia memakai lip tint Purbararang dan juga menyemprotkan parfum banyak-banyak. Niatnya sih tidak mau dandan heboh, tapi entah kenapa, ia malah mencatok rambut dengan gaya wavy.   "Cantik gening ya aku teh…" Archy memuji diri sendiri sambil menyemprotkan lagi parfum dari Uchiha refill.   "Hem, wangi euy … wangi yang sama dengan ayang Jimin. Jo Malone kw …!" Archy berbicara sendiri sambil terkikik.   Ia kemudian berjalan dengan gembira. Archy menggunakan kaus, rok selutut dan cardigan rajut yang sepanjang lutut juga. Membuatnya terlihat manis dan juga stylish.   Kira-kira, A Agus ada di sana tidak ya? Archy ingin bertemu lagi pemuda yang lucu nan tampan itu! Semoga saja Agus memiliki perasaan yang sama dengan yang Archy rasakan.   Langkah kakinya sangat riang sepanjang perjalanan ke sana. Hingga akhirnya langkah kaki Archy tiba di Minimarket tersebut. Ia masuk, kemudian celangak-celinguk mencari sosok Agus, namun, batang hidungnya tidak terlihat!   Yah, jangan-jangan libur?! Orangnya tidak muncul dimana pun! Rasa kecewa pun tak terbantahkan lagi. Astaga ....   Archy hanya bisa mendengus. Capek-capek mandi dan berdandan, orang yang mau ia goda malah tidak ada! Ia pun bergegas membuka kulkas dengan emosi dan mengambil beberapa buah-buahan.   Karena untuk makan malam ia sudah memasak, jadi hanya perlu menyiapkan kudapan. Archy membuang napasnya yang terasa sesak. Sedih rasanya!   "Duh, harum banget!" komentar seseorang di samping Archy.   Archy yang terkejut sontak menoleh, nampak Agus tengah berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Lelaki itu hanya memakai kaus dan celana jeans tanpa seragam kerja.   Ya Allah, ganteng banget sih ini Suga BTS kw super!   "Eh A Agus … libur A? Kirain gak kerja," tanya Archy sambil mengembangkan lubang hidungnya saking senangnya.   Agus menanggapinya dengan tertawa kecil, ia kemudian menatap lekat-lekat Archy sambil menaikan satu alisnya.   "Kenapa, kangen ya?" goda Agus sambil terkekeh.   Archy merasa hatinya dugun-dugun dug dug ser dan berkenyit-kenyit di bagian hati. Ia kemudian hanya tersenyum malu dengan hidung yang mengembang.   "Gak sih, cuma pengen tahu aja Aa kerja enggak? Kirain gak kerja."   "Kalau kerja kenapa emang?"   "Ya enggak sih … kepo aja. Gak di jawab juga gak apa!"   Agus sontak tertawa. Sumpah, manis banget! Gemes kayak anak kucing! Lelaki itu pun kemudian merogoh sakunya.   "A Iyo pulang jam berapa? Mau makan dulu gak sama aku?" tanya Agus sambil mendekatkan tubuhnya pada Archy.   Archy senang bukan main! Saat itu waktu menunjukan pukul lima sore dan Tuan Camelyo pulang pukul 7.   Masih ada waktu satu jam!   "Hayu atuh Aa kalau mau mah," Archy tersenyum.   Salah satu anggota mini market menatap mereka sambil terkekeh.   "Ciye Agus, udah dapet aja tambatan hati!" goda lelaki tersebut.   Agus menyeringai.   "Biarin lah, gua kan jomblo!" Agus kemudian menatap Archy dan tersenyum. "Yuk? Kita makan di depan aja mau gak? Aa belum gajian … nanti kalau udah gajian kita makan KFC deh."   Archy mengangguk. Ia tidak pilih-pilih makanan! Apalagi … tiba-tiba di ajak makan bersama sama A Agus. Sepertinya, ia tahu deh kalau Archy memang sengaja ke sana untuknya!   **   Agus mengajak Archy makan di warung Pecel Ayam yang terlihat sangat enak! Archy masih menahan malu karena harus duduk bersebelahan dengan Agus yang gantengnya kebangetan.   "Gak apa-apa ya, di ajak makan di tempat seperti ini?" tanya Agus.   Archy menganggukkan kepalanya.   "Gak apa-apa ih Aa. Segini juga aku senang banget." Archy menunjuk-nunjuk kedua telunjuknya.   Agus yang memang tertarik pada Archy terlihat geer. Ia mengatupkan bibir dan menunjukan ponselnya.   "Minta nomer WA kamu dong, biar kalau ada apa-apa bisa aku WA. Boleh?" tanya Agus.   Archy bergegas menekan nomor ponselnya dengan gembira! Astatang, cintanya bersambut dengan baik!   "Aa aku save juga nomornya."   Kedua insan yang sedang kasmaran itu terus tersenyum hingga pipi mereka pegal. Tak lama kemudian sajian Ayam pecel di sajikan dan mereka berdua melahapnya dengan gembira.   "… jadi, udah lama berhenti di Pabrik?" tanya Agus di tengah-tengah obrolan.   Archy mengangguk.   "Pabriknya koleps. Akhirnya semua karyawan di pecat! Ya udah akhirnya, aku nerima tawaran teman buat jadi ART. Mending jadi ART daripada aku harus open BO mah ya 'kan?" tanya Archy.   Agus menanggapinya dengan tertawa, memamerkan deretan giginya yang rapi.   "Mending open adopt kucing deh jaman sekarang daripada open BO. Sugar Daddy pada bokek!"   Archy pun berderai tawa. Mereka berdua larut dalam perbincangan hangat hingga lupa waktu. Archy yang sadar sontak menatap ponsel dan terbelalak.   "Aa, Tuan Camelyo pasti sudah pulang. Sekarang jam tujuh!" pekik Archy was-was.   "Ya udah Aa anter pake motor biar cepet!" sahut Agus.   Agus segera membayar dan Archy terlihat kebingungan. Agus yang melihat kebingungan Archy sontak meraih jemarinya.   Grep!   Jemari hangat itu menggenggam tangan Archy. Agus membawanya ke arah parkiran dan bergegas menyalakan motor matic scoopy.   "Pegangan ya?" pinta Agus.   "Aa, deket kok tinggal jalan?" Archy memegang pinggang Agus.   Agus menarik tangan Archy supaya memeluknya. Duh, harum cowok ganteng! Archy menarik hidungnya dan menempelkan kepalanya di punggung Agus.   "Nanti kapan-kapan, Aa ajak jalan-jalan mau?" tanya Agus.   Archy hanya mengangguk. Hingga akhirnya motor itu tiba di halaman, untungnya mobil Tuan Camelyo belum tiba!   "Aa makasih ya udah di anterin?" Archy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.   Agus kemudian mengangguk.   "Sama-sama Neng … oh iya, nanti Aa malem telefon boleh?" tanya Agus.   Archy membelalakan matanya. Ia mengangguk cepat.   "Boleh Aa boleh!" Archy mengacungkan jempolnya.   Agus mengulurkan tangan, mengusap wajah Archy dengan lembut. Jantung Archy rasanya terpompa cepat dan hendak pindah ke Afrika!   "Dah Cici … muah!" Agus melayangkan flying kiss.   Archy memandangi Agus yang berlalu dengan motor scoopy miliknya sambil melambaikan tangan. Ia berjingkrak-jingkrak di depan pagar saking senangnya.   "A Agus saranghaeyoooo!!!" teriak Archy tak tahu malu.   Tanpa Archy sadar bahwa mobil Tuan Camelyo berada di belakang motor Agus. Namun, Tuan Camelyo memilih untuk tidak mendahului mereka.   Entah kenapa, Tuan Camelyo kesal melihat pemandangan itu.   "Anak itu, jangan-jangan pacaran lagi sama si Agus?!" Tuan Camelyo bermonolog.   Ia kemudian memajukan mobilnya, mendekat ke arah rumah.   Tin-Tin!!!   Archy langsung terperanjat. Ia membelalakan mata dalam posisi memunggungi pagar.   "Tuan!" sahutnya.   Tuan Camelyo menyembulkan kepalanya keluar.   "Buka gerbang!" titah Tuan Camelyo.   Archy yang memakai rok itu langsung membuka gerbang dengan setengah kakinya menahan tembok pagar. Mobil itu pun melesat masuk, Archy bergegas menutup gerbang itu kembali.   Tuan Camelyo turun, Archy langsung mendahului untuk membuka kunci rumah.   "Tadi saya beli buah-buahan dulu Tuan. Maaf ya?" Archy terlihat panik.   Tuan Camelyo mengulurkan tangan dan membalik tubuh Archy, gadis itu di sandarkannya di depan pintu. Satu tangan Tuan Camelyo terulur memegang pintu. Kedua bola mata itu menatap tajam sosok Archy.   Archy membulatkan mata. Ia takut sekali!   "T-tuan?!" tanya Archy dengan leher menekuk.   Tuan Camelyo tiba-tiba memegang rok Archy dan mengangkatnya. Jantung Archy berdebar tak karuan!   "Rok kamu …."   **
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN