Bab 5

1035 Kata
"Si Afta kok belum nonggol ya?", ucap Dio. "Dia kan masih pemulihan, Yo.", ucap Dela. Karena memang tidak ada tanda-tanda kehadiran cowok itu. "Lah lu ga tahu del? Hari ini dia masuk.", sahut Dio. "Kemarin dia ada chat nanya ke gue ada tugas ga. Emang tuh anak ga nanya ke lu ya?" "Kaga." Masa sih? Tuh anak perasaan semalem kaga bilang apa-apa. Malah cuma basa basi nanya yang ga jelas. Semenjak Afta sakit, Dela dan Afta pasti chat setiap hari. Entah kenapa pasti mereka tukar kabar apa yang mereka lakukan. "Del, gue mau tanya, lu ga ada rasa sama si Afta?", tanya Dio sambil duduk di depan Dela. "Rasa apa? Asin manis asem apa pahit?", balas Dela sekenanya. "Gue serius nih, Del. Gue rasa dia suka sama lu." "Heh, kepala lu isinya cuma pacaran mulu ye?", Dela memukul lengan Dio dengan buku. "Gue serius nih Del. Cowok kalau mau bela cewek pasti itu ada rasa. Kalau ga mah sebodo amet Del." "Kalau gitu gue nanya sama lu, kalau saat itu lu yang liat gue dipaksa ikut sama anak Cerdas bangsa, lu tinggalin gue gitu aja apa lu nolongin gue kaya si Afta?, ucap Dela. "Yah nolongin lu lah. Masa gue tinggal." "Nah lu ada rasa sama gue?", tanya Dela lagi. "Yah kaga sih." "Yaudah. Selesai." Tiba-tiba yang diomongin dateng, dan tentunya diikuti sama fans yg udah kangen kehadiran idolanya. Dela menatap Citra, anak kelas 1 yang masih berdiri di depan kelas mereka. Afta mejitak pelan kepala Dela. "Melamun apaan lu, Del?", kata Afta "Tuh fans kaga diurus dulu. Kasian masih nungguin di depan kelas tuh. Setelah sekian purnama, mereka kangen rindu gitu kayaknya.", ucap Dela. "Biarin aja. Lagian ngikutin dari parkiran sampe kelas, kaya apaan aja. Gue bukan artis yang mesti dikejar- kejar.", ucap Afta. "Namanya juga suka sama lu. Ke ujung dunia juga dikutin kali.", sahut Dela sambil ketawa. "Emang lu bakal kaya gitu juga?", tanya Afta yg duduk menghadap Dela. "Yah kagak sih. Kan gue ga suka sama lu.", ucap Dela lalu memeletkan lidahnya. "Woi pagi-pagi udah pacaran berdua.", sahut Dio yang menghampiri Dela lagi sambil merangkul Afta. "Siapa juga yang pacaran.", balas Dela sambil memukul Dio pakai buku. Afta malah hanya tertawa. "Tapi lu berdua cocok tahu." "Cocok apa? cocok buat duel di ring tinju? Kalah telak lah gue." "Del, setahu gue, lu juara kelas loh. Juara umum lagi dua tahun berturut- turut. Masa iyah soal beginian harus gue ajarin juga?" "Eh suhu soal percintaan, gue ga perlu berguru sama lu. Karena yang gue tahu, kalau sayang ataupun cinta kaga perlu belajar. Entar juga ngerti sendiri." Dio dan Rina langsung bertepuk tangan mendengar kata- kata Dela. "Sejak kapan lu jadi pinter gini soal cinta Del? Sejak ketemu Afta?", Dio kena tepok lagi kepalanya oleh Dela dengan buku. Afta hanya ketawa dengan segala tingkah sahabat barunya itu. Tanpa mereka sadari Citra masih memperhatikan kedekatan mereka. Menatap Dela dengan rasa marah karena cemburu karena kedekatan Dela dengan Afta. Bel pun berbunyi Bu Risma masuk kelas dengan beberapa buku di tangannya. Afta pun duduk berbalik menghadap ke depan. Dela menatap punggung Afta dan tanpa dia sadari bibirnya mengulum senyum menatap punggung itu. *** "Del, tangkap", Rina mengoper bola ke Dela. Dela menangkap bola lalu menembak ke ring. Afta dan Dio duduk di pinggir lapangan "Jago ya si Dela?", tanya Dio saat melihat Afta menatap Dela. "Jagolah " "Pinter lagi." "Iyah pinyer banget." "Cantik kan?" "Cantik." "Suka ga lu?" "Sukalah " "Tuh kan bener tebakan gue!!", Afta menoleh ke Dio. "Apaan yang bener?", Afta bingung. "Lu suka sama Dela." "Kapan gue bilangnya?" "Barusan. Makanya kalau lihat Dela biasa aja. Ga usah sampai lupa semuanya, Af." "Sial lu!", Afta melempar handuknya ke Dio "Bau! Jorok lu!", Dio kembali melempar handuk ke Afta. "Tapi Af, Kalau lu suka. Deketin, tembak cui. Gue mau tahu, lu diterima kaga." "Emang kenapa?" "Gue aja pernah ditolak sama dia." "Lu ditolak?", Afta tertawa keras. "Sial lu! Kalau lu ditolak juga. Gue ketawa guling- guling. Tapi gue rasa mungkin dia suka sama lu. Cuma dia belum sadar. Mungkin ya." "Sok tahu lu!" "Dia ga pernah jatuh cinta, Af. Cowo yang dia deket itu bisa hitungan jari. Yang emang dia bisa berbagi ya. Cuma gue sama Johan. Cuma Johan pindah ke Medan. Awal kita masih suka kontak- kontak. Tapi lama- lama sibuk, dan lupa.", Afta mendengar dengan seksama. "Tapi saat sama lu. Dia bisa cepet deket, dia juga bisa cepet open sama lu. Dulu sama Bbang aja berapa bulan loh. Karena itu gue bilang, mungkin dia suka sama lu. Cuma karena dia ga pernah jatuh cinta, dia bingung dan anggep cuma temen. Ini sih persepsi gue." "Sahabat cewek dia cuma Rina ya?" "Dulu dia deket sama Shella, tapi Shella pindah sekolah. Mereka masih suka berhubungan, cuma kayaknya ga sedekat dulu lagi. Saat ini cuma Rina yang deket sama dia. Yah, gue rasa dia juga ga bakal cerita sih. Secara dia juga belum sadar kayaknya kalau suka sama lu." "Seyakin itu?" "Af, gue kenal dia bukan sehari, tapi lebih dari 10tahun cui. Dia dan gue gede bareng. Dia tahu betul sifat gue. Bahkan semua mantan gue, dia tahu. Mungkin hapal kayaknya. Secara otak dia mah super banget." "Gue jujur suka sama dia, cuma gue ga mau kehilangan dia. Jadi gue mau jadi teman dia dulu, jadi sahabat dia. Seenggaknya apa yang terjadi dalam hidup dia, gue tahu dan bisa jaga dia." "Tapi jangan sampai diambil orang, Af." "Toh lu bilang, dia aja ga tahu gimana jatuh cinta. Jadi gue rasa, gue masih aman." "Hayo ngomongin apa???", Dela dan Rina datang menghampiri mereka. "Ngomongin kapan lu punya pacar?!", goda Dio. "Kumat lu!!!", Dela melempar bola basket yang dipengang ke Dio. "Weits untung refleks gue bagus. Coba kalau ga, bisa batal gue kencan sama Evelyn hari ini." "Pacaran mulu!! Udah ah, gue mau pulang. Af, lu mau pulang ga? Nebeng dong?" "Yuk, tuan putri mau langsung pulang, saya antarkan sampai rumah.", Afta langsung bangun dan membereskan barangnya. "Rin, gue duluan ya." "Duluan ya semuanya." Afta dan Dela pulang dengan berjalan bersampingan sambil bercanda. "Mereka cocok ya?", ucap Rina. "Nanti juga jadian." "Hah? Sotoy lu!" "Mereka tuh saling suka, tapi masih sok pada ga sadar aja.", Dio terkekeh. "Udah ah! Balik yuk. Gue ada jadwal kencan nih." ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN