Bab 6

697 Kata
"Af, Dela jatoh di tangga!", Dio teriak dari depan kelas membuat Afta yang baru mau duduk langsung berlari menghampiri Dio. "Dela dimana sekarang Yo?", tanya Afta yang terlihat cemas. "Lagi di UKS sama Rina." Afta langsung berlari dan disusul Dio. Gadis yang selama beberapa bulan ini sudah menjadi bagian hidupnya. Saat masuk ruang UKS terlihat Dela yang masih tertidur di ranjang UKS. "Gimana keadaan Dela Rin?" "Kaget pastinya. Cuma ga ada luka sih." "Kok bisa sih?" "Jadi katanya sih kesenggol sama Citra, anak kelas 1, fans fanatik lu Af. Tapi ada yang bilang kaya sengaja gitu.", Dio berdiri ga jauh dari ranjang Dela. Sahabat kecil yang memang saling menjaga. Meskipun kelihatannya mereka selalu berantem. Tapi entah mengapa, Dio begitu menyayangi sahabat kecilnya itu. Dela bergerak tapi wajahnya meringgis. Afta melihat gerakan menunggu mata Dela terbuka. "Mana yang sakit Del?", tanya Afta. "Mau pulang? Apa perlu ke rumah sakit?", tanya Afta lagi. "Berisik.", ucap Dela pelan. Dio mengulum senyum mendengar jawaban Dela. Dulu waktu SMP, Dela juga pernah dijambak sama mantan Dio karena cemburu kedekatan mereka. Tapi waktu itu Dela cuma bilang, makanya kalau punya cewek jangan cemburuan posesif.. Dela memang baik, super baik. "Jadi mana yang sakit Del? Bisa bangun?", tanya Dio. "Bantuin gue bangun.", kedua tangan Dela terulur ke Afta dan Dio yang disamping kiri kanan Dela. "Gue mau balik ke kelas. Rin bantuin gue ya." "Gue gendong aja ya.", kata Afta. "Entar yang ada gue sama lu didorong lagi di tangga.", ucap Dela dengan tawa lemahnya. "Siapa tadi namanya Yo?", tanya Afta. "Citra Af. Fans nomor satu lu itu. Yang suka ngintilin lu kemana mana.", Dio membantu Dela berdiri. "Udah Af. Jangan aneh-aneh ya. Gue ga apa-apa kok. Dia ga sengaja." "Mana mungkin ..." "Udah ah berisik. Pada mau bantuin gue ke kelas ga?", potong Dela. Afta akhirnya diam dan membantu Dela berjalan ke kelas. Dia bisa melihat kaki Dela keseleo. Ingin rasanya dia marah- marah dan memberi pelajaran ke cewek gila satu itu. Tapi dia mengantar Dela dulu, aman di kelas. *** Meski Dela sudah melarangnya tapi Afta tetap nyamperin Citra. Afta ga bisa biarin, cewek yang dia suka dilukai. Sekarang disenggol, gimana kalau nanti didorong. Afta ga bisa 24 jam menemani Dela, krena itu, orang- orang yang ga bener mesti diusir dari hidup dia dan Dela. "Mana yang namanya Citra?", tanya Afta. Tidak lama muncul Citra yang baru dari kantin. "Kenapa kak Afta?", tanyanya tanpa rasa bersalah. "Denger ya. Kalau lu masih bikin ulah, jangan salahin kalau gue buat hal yang sama ke lu ", ucap Afta. "Dan satu lagi, ga perlu ngintilin gue tiap pagi. Itu buat gue jijik. Jadi lupain gue, ga perlu suka sama gue, dan ga perlu berharap apa-apa. Ngerti?", Afta meninggalkan Citra yang menatap kepergiannya dengan sedih dan kesal. *** "Udah gue anter lu pulang aja ya?" "Lu kan mesti ikut tanding basket. Lupa? amnesia?" "Cuma gue ga tenang kalau belum lihat lu pulang." "Tenang aja, yang jemput Pak Slamet. Nanti sampe rumah gue hubungi lu ya. Tenang aja. Santai aja." "Pokoknya kabari gue ya. Gue ga tenang nih." "Iya, udah sono latihan. Gue pulang dulu." "Gue anterin ya sampe naik mobil." "Afta, gue bukan abak TK yang mesti ditungguin. Udah sono latihan." Setelah Afta pergi, Dela hanya duduk menunggu jemputannya. "Hai kak Dela,", ternyata Citra dateng menghampiri Dela. "Hai, Cit." "Maaf kak untuk yang tadi pagi." "Ga apa- apa, Cit. Kamu juga ga sengaja kan?", Dela hanya tersenyum. "Kak Afta kayaknya suka sama kak Dela ya?" "Kamu tanya dia aja. Aku kan ga bisa nebak hati orang, Cit." "Kakak suka dengan kak Afta juga?" "Aku dan Afta saat ini bersahabat, kalau kamu tanya aku sayang sama dia. Iyah, semua sahabat aku, aku sayang. Tapi kalau aku suka sebagai lawan jenis. Aku belum tahu, Cit." "Kak Afta kayaknya suka sama kakak." "Sok tahu kamu, Cit." "Tadi kak Afta marah sama aku. Sudah kayak pacarnya diapa-apain gitu." "Loh dia marah ke kamu?" "Iyah kak. Tapi jangan bilang kak Afta, nanti dia makin benci sama aku kak." "Dasar tuh bocah. Lebay deh!" "Kak, maaf ya. Aku bener- bener nyesel." "Iyah, Cit. Eh jemputan aku udah datang, aku pulang ya. Kata- kata Afta ga usah masukin hati ya " "Iyah kak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN