Bab 7

963 Kata
Pesona Afta memudar seiring waktu. Bukan karena paras Afta yang ga ganteng lagi, tapi karena sikap cuek Afta membuat para fans mulai berguguran. Apalagi rumor Afta dan Dela semakin kuat. Dimana ada Afta pasti ada Dela begitu sebaliknya. Meski hubungan mereka sebatas teman, tapi orang melihat berbeda. Mereka malah tampak seperti orang yang pacaran tanpa status. Seiring waktu ujian akhir sudah di depan mata. Mereka harus giat untuk bisa lulus. Dela yang sudah mantap mau melanjutkan sekolah di Harvard pun, mati-matian belajar demi beasiswa yang sudah didapat. Sedangkan Afta sudah mantap kuliah di ITB Bandung. Meski hati kecil Afta belum yakin bisa merelakan Dela pergi, tapi saat ini yang penting mereka lulus dulu. "Del, lu yakin mantap pergi kuliah di Harvard?", pertanyaan yang berulang-ulang Afta tanyakan. Dan jawaban Dela masih tetap sama. Afta memang belum mengutarakan isi hatinya. karena dia melihat Dela yang serius belajar demi masuk ke universitas Harvard. Dia masih bisa menunda untuk mengutarakan ke Dela. Toh selama ini, Dela dan dia selalu bersama. *** Pengumuman kelulusan pun tiba. Hasil yang ditunggu berbuah manis. seluruh siswa Tunas Bangsa lulus 100%. Tinggal acara kelulusan dan akhirnya mereka bisa berubah status menjadi mahasiswa. Acara perpisahan pun diadakan di pantai Anyer. Semua siswa siswi ikut dalam acara terakhir tersebut. Saat senja hari, Afta sengaja ngajak Dela buat pergi ke pantai, hanya mereka berdua. "Del," "Heeem,". Dela masih fokus mencari kerang di pesisir pantai. "Dela.", Afta kembali memanggil Dela. "Iyah Af. Kenapa?", sahut Dela yang akhirnya menatap Afta. "Gue suka sama lu.", ucap Afta disertai desiran ombak. Dela menatap Afta, dia mematung sejenak. "Gue ga minta lu jawab kok. Cuma mau lu tahu aja, gue suka sama lu." Lalu Afta kembali berjalan menyusuri pantai. Dela masih diam berdiri di tempat Afta mengutarakan isi hatinya. Afta baru menyadari setelah dia berjalan tiga meter dari Dela. "Del, kok lu diem. Ga jantungan kan gue utarain perasaan gue?", ucap Afta yang kembali menghampiri Dela. "Kok lu ga nanya perasaan gue?, tanya Dela. "Kan gue udah bilang, gue ga maksain perasaan gue. Gue ga mau jadi beban di hati lu Dela Putri Kusuma. Gue mau kalau lu siap baru kasih jawaban itu.", ucap Afta. "Trus lu ga penasaran gue suka sama lu apa ga?" "Gue mah yakin lu bakal jawab iya.", canda Afta. "Ih kok lu malah bercanda?" Afta tertawa keras mendengar Dela kesal dengan kepedean dia. "Udah ah Del. Udah sore, kita balik cottage yuk.", Afta menggandeng tangan Dela. Tapi Dela masih mematung, "Del ayuk balik." "Gue juga suka sama lu Af.", ucap Dela pelan. "Kenapa Del?", Afta ga kedengeran apa yang Dela ucapkan karena desiran ombak yang kencang. "Gue suka sama lu Alexander Dafta Wijaya.", lalu Dela malah meninggalkan Afta yang tersenyum penuh kemenangan mendengar kata-kata Dela. Afta langsung mengejar Dela, menariknya masuk kedalam pelukannya. Sudah lama dia mau melakukan ini, menjaga Dela seutuhnya. Ditengah matahari yang mulai terbenam, Afta menatap Dela lalu memberi kecupan di kening Dela, lalu berlanjut ke bibir Dela. Ini pertama kalinya bagi Dela. Ciuman pertamanya. Cinta pertamanya. *** Malamnya mereka semua berkumpul di pantai, mengadakan api unggun. Dela duduk disebelah Afta beralas tikar, dengan tangan yang bergandengan, dan kepala Dela menyandar di bahu Afta. "Cie yang baru jadian.", goda Dio. "Apaan sih lu, Yo.", ucap Dela yang langsung menegakkan kepalanya. "Ga usah bohong sama gue. Nih buat lu berdua. Hadiah buat jadiannya lu berdua.", Dio menyerahkan beberapa lembar foto. Dela menatap foto-foto itu. Kejadian tadi sore saat dia dan Afta menatap matahari terbenam dengan tangan yang bertautan. Foto yang lain saat Afta mencium kening Dela. Dan foto terakhir Afta yang sedang mencium Dela tepat di bibir. Mata Dela membola menatap foto terakhir itu. "DIO!!!", Dio sudah berlari tertawa melihat reaksi sahabatnya itu. Dela yang mau mengejar Dio, dihentikan Afta. Akhirnya Dela menurut dan duduk kembali. "Thank you Yo! Hadiahnya bagus banget!", teriak Afta. Dela malah mencubit pinggang Afta. "Apaan sih Af." " Kamu mau foto yang mana?", tanya Afta. "Lah kok kamu?", Dela menatap Afta. "Yah kan udah jadian. Masa ga boleh aku kamu.", goda Afta. "Aneh aja gitu.", ucap Dela. "Jadi kamu pilih foto yang mana?", tanya Afta kembali. Akhirnya Dela memilih foto mereka bergandeng tangan menatap mentari yang terbenam. "Aku yang ini aja.", ucap Dela mengambil foto itu. "Tuh kan aku kamu.", goda Afta. "Afta!", Dela meneriaki pacar barunya yang berlari menghampiri Dio. Rina tiba-tiba duduk di sebelah Dela. "Jadi beneran lu berdua jadian?", tanya Rina. Dela hanya tersenyum memdengar pertanyaan Rina. "Arghhhh sebel!", tiba-tiba Rina teriak. "Rin, kenapa?" "Masa gue denger kabar dari Dio. Lu malah selama ini ga cerita apa-apa.", ungkap Rina. "Gue hanya ga yakin sama apa yang gue rasa Rin. Gue juga ga mau kalau perasaan ini merusak persahabatan kita. Gue merasa sayang sama dia ga perlu harus dibalas juga. Cuma tadi dia tiba-tiba nembak gue. Gue awalnya kaget, tapi rasa sayang gue juga sama." "Dio bilang, lu berdua aja yang kelamaan nyatain. Lu tahu ga pas Dio balik, dia bilang, Afta pinter bener nembak pas di pantai. Romantisnya dapet. ", Rina tertawa. "Cuma gue kan mau kuliah di Harvard Rin. Gue takut dia ga mau LDR sama gue." "Kalau dia ga mau, dia ga mungkin nyatain perasaan dia Del. Dia tahu betul, kalau lu mantep buat kuliah disana. Jadi dia tahu betul kalau lu sama dia jadian, yah pasti LDR.", ucap Rina. "Nantilah pasti gue bahas sama dia." "Oh iya Del, lu tahu kalau Dio putus sama Evelyn?", tanya Rina. "Kaga. Kapan? Kok tuh anak ga cerita.", Dela mengernyitkan dahinya. "Lu kan sibuk sekarang. Dio curcol sama gue kemarin ini. Masih minggu ini sih putusnya. Nanti tunggu dia yang cerita sama lu deh.", kata Rina. "Udah yuk. ikutan ke api unggun yuk.", ajak Rina. Dela menyelipkan fotonya dan Afta ke sakunya dan menghampiri Afta yang ada disisi api unggun. *** Flashback off
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN