Penaklukan Black Dragon

2217 Kata
Ckel...kriieeet... Pintu terbuka secara perlahan dan orang-orang yang ada di dalam tempat ini sudah bersiap siaga, mereka sudah di beri perintah untuk segera menembak siapapun yang masuk ke dalam tempat Black Dragon oleh tangan kanan Leng Wu sendiri yaitu Lin Wei. “Ada pergerakan di pintu masuk!” “Semuanya bersiap!” Orang itu masuk dan tiba-tiba berlari ke arah Leng Wu berada, namun yang masuk ternyata bukanlah orang asing sehingga mereka menahan tembakan. “Tahan! Itu Lao Wu, tahan tembakan!” Lao Wu pun masuk tanpa hambatan dan langsung menemui Leng Wu yang tengah duduk layaknya raja di sisi lain ruangan. Leng Wu terkejut akan kedatangan Lao Wu yang seperti ini, tangannya disangga menggunakan alat khusus yang menandakan bahwa tangannya itu patah. “Lao Wu ada apa dengan mu? Dimana orang yang menghajar mu?” “Kakak, maafkan ketidakmampuan ku ini. Aku telah mengecewakan mu.” “Apa yang kau katakan, hal seperti ini sudah sepantasnya terjadi mengingat dimana kita. Aku justru bersyukur kau baik-baik saja.” Lao Wu berlutut dengan air mata yang mengalir deras di tunjukkan pada Leng Wu, hal ini membuat Leng Wu bangkit dari tempat duduknya dan segera menyuruh Lao Wu untuk berdiri dan berhenti menangis. “Sudahlah kau selalu berlebihan dalam hal ini, aku tak menyalahkan mu jadi berhentilah menangis. Apa tubuh besar mu itu hanya pajangan?” Leng Wu memang memperlakukan semua anak buahnya seperti ini sehingga semuanya pun percaya penuh terhadapnya, berbeda dengan kebanyakan kelompok lain yang berusaha saling menjatuhkan meskipun antar sesama anggota. Prok... Prok... Prok... Saat semua perhatian tengah teralihkan, Zhao Lei masuk ke dalam tempat ini sembari bertepuk tangan. “Sungguh sangat menyentuh! Aku hampir menangis saat melihatnya,” ucap Zhao Lei sembari berjalan santai ke dalam tempat ini. Leng Wu terkejut melihat keberanian Zhao Lei yang masuk begitu saja tanpa rasa bersalah, namun tak bisa memungkiri Leng Wu saat ini marah besar saat mengetahui bahwa orang inilah yang membuat anak buahnya babak belur dan menantangnya. “Apa kau orang yang membuat masalah dengan Black Dragon ku?” “Ha? Kau pikir siapa lagi? Apa kau pikir aku datang kesini untuk mengantarkan makanan?” “Ku akui keberanian mu tak sedikit, jika kau mematahkan salah satu tangan mu disini maka aku tak akan melanjutkan masalah ini.” Leng Wu mulai percaya diri mengetahui bahwa orang yang membuat masalah dengannya hanyalah seorang pemuda kurus yang sama sekali tak kelihatan kuat. “Nyenyenye, lakukan sendiri jika kau berani.” Tak seperti Leng Wu yang sadar bahwa perkataan Zhao Lei adalah suatu provokasi untuk membuatnya kehilangan kesabaran, Lin Wei justru terpancing dan mulai marah besar karena perkataannya. “b******n! Aku tak tau darimana asal kepercayaan diri mu itu tapi ku pastikan kau akan mati malam ini.” Lin Wei dengan cepat berlari ke arah Zhao Lei tanpa disadari oleh Leng Wu. “Tunggu Lin Wei!” Lin Wei sama sekali tak mengindahkan perkataan Leng Wu dan terus berlari dengan cepat menuju Zhao Lei, sementara itu Zhao Lei sama sekali tak bergeming dari tempatnya berdiri. Melihat hal ini Lin Wei berpikir bahwa pemuda ini hanyalah membual dan tak memiliki kekuatan, ia pun mulai mengumpulkan semua kekuatannya pada tangan kanannya dan langsung melepaskan pukulan saat sudah berada tepat di depan Zhao Lei. Wuuussshh... Pukulan itu dihindari dengan sempurna oleh Zhao Lei seakan ia tengah merenggangkan lehernya yang lelah. “Hmm sangat mudah di tebak kemana arah pukulan mu, postur tubuh mu terlalu kaku untuk pertarungan tanpa senjata sehingga bisa ku simpulkan kau terbiasa menggunakan pistol atau semacamnya untuk bertarung. Apa itu benar?” Leng Wu terdiam saat Zhao Lei mengatakan fakta itu. “Bagaimana orang itu bisa tau? Apa Lao Wu benar-benar bertemu seorang master?” Bughh bagghh... Disaat Leng Wu tengah berpikir keras Zhao Lei sudah memberikan dua pukulan telak di perut dan kepala Lin Wei, hal ini membuat Lin Wei secara perlahan jatuh tak sadarkan diri. “*Hooaamm* Aku sudah mulai bosan dan lapar, bukankah saat ini kau harus menyuruh anak buah mu untuk menembak ku?” Leng Wu kembali tergidik saat Zhao Lei mengetahui bahwa dirinya telah menyiapkan sambutan baginya, seketika ia sadar bahwa Zhao Lei bukanlah orang yang bisa ia lawan. “B-Baiklah Tuan, aku menyerah. Kalian semua cepat tinggalkan tempat masing-masing dan beri hormat pada Tuan kita ini.” “Hmm... Kau cepat mengerti ternyata, aku suka sifat mu.” Leng Wu bersama Lao Wu pun berjalan mendekati Zhao Lei saat ini, semua anak buah Leng Wu pun semakin kebingungan apa yang coba Leng Wu lakukan. Mereka pada dasarnya percaya bahwa Zhao Lei tak akan bisa selamat dari hujan peluru yang mereka keluarkan namun mereka sadar bahwa tak bisa melawan perintah Leng Wu, mereka semua pun mulai berkumpul di sisi lain ruangan kecuali satu orang. “Bisakah aku tau siapa namamu Tuan?” Tanya Leng Wu dengan tenang. “Nama ku Zhao Lei!” “Baiklah, karena Tuan masih muda maka mulai dari saat ini kami akan memanggil mu Kakak. Mulai dari saat ini dan seterusnya Black Dragon akan tunduk kepada mu Kakak Zhao! Semuanya beri hormat pada Kakak kita!” Semua orang pun melakukan apa yang diperintahkan Leng Wu dan menundukkan kepalanya pada Zhao Lei. “System, aku merasa aneh dengan semua ini. Ini terlalu mudah! Apa dia menyiapkan jebakan lain untukku?” “... Menggunakan 10 Poin Sins untuk memeriksa.” “Kau sialan! Kenapa kau melakukannya dengan seenaknya?!” “Tuan, Leng Wu sama sekali tak menyiapkan jebakan lain dan ia memang tulus. Begitu pula dengan semua anak buahnya kecuali 1 orang.” “1 orang? Siapa dan dimana ia berada sekarang?” “Menggunakan 10 Poin Sins untuk memeriksa. Pria ini bernama Hao Zhi, dia berada di ruang lain saat ini namun ia bisa melihat Tuan dari lubang pojok kanan atas ruangan ini. Sekarang dia tengah bersiap untuk menembak anda.” “Kau Sial- uhm yah jika hanya 10 Poin Sins maka tak apa, Terimakasih.” Leng Wu menemukan bahwa Zhao Lei saat ini tampak tak puas, ia sama sekali tak mengerti apa tujuan dari Zhao Lei saat ini sehingga bisa melihat dengan seperti itu. Tatapannya lurus ke arah pojok kanan atas ruangan tak teralihkan pada orang-orang yang memberi hormat padanya. “Kakak apa ka- “Leng Wu! Apa hukuman bagi anggota yang tak mematuhi perkataan pemimpinnya?” “Ha? Biasanya aku akan mematahkan tangannya lalu mengusirnya dari sini, jika dia mengetahui rahasia kelompok maka aku akan membuatnya kehilangan ingatan dengan segala cara.” “Ohh lumayan.” Zhao Lei kemudian secara perlahan mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah yang sudah di beritahu oleh System. “Kau yang disana! Kau yang sedang melihatku dari lobang kecil itu.” Semua orang mengalihkan pandangannya terhadap arah yang di tunjuk oleh Zhao Lei, mereka semua kebingungan atas apa yang dikatakan oleh Zhao Lei sementara yakin bahwa semua orang sudah berkumpul di ruangan ini. “Kakak siapa yang kau maksud? Semua anak buah ku sudah berkumpul disini sekarang.” “Begitukah menurutmu? Kalau begitu aku akan mengatakannya dengan jelas. Hao Zhi! Sebaiknya kau segera menarik pelatuknya karena jika tidak maka aku akan menghancurkan mu.” Seketika Hao Zhi terkejut saat posisinya sudah di temukan, seharusnya lubang yang ada diruangan sangat sulit untuk dilihat namun entah bagaimana Zhao Lei bisa menemukannya. “b******n ini! Baiklah jika kau yang memintanya.” Doorrr... Suara yang begitu keras menggema di ruangan ini menyebabkan beberapa orang menutup telinganya dari saking kerasnya suara, sementara itu Leng Wu terkejut saat mengetahui bahwa memang benar ada seseorang di arah yang di tunjukkan oleh Zhao Lei. Namun ia sadar bahwa semuanya sudah terlambat, peluru sudah pasti menembus tubuhnya saat ini dan kemungkinan besar itu terkena di bagian vitalnya. Namun hal mengejutkan kembali terjadi saat Leng Wu segera menolehkan kepalanya kepada Tuannya yang baru. “B-B-Bagaimana bisa?!” Hao Zhi terkejut bukan main atas apa yang dilihatnya saat ini. Zhao Lei menghentikan peluru panas yang tujukan ke arah jantungnya hanya dengan menggunakan tangan kanannya, jangankan menembus peluru itu bahkan tak mampu memberi bekas terhadap tangan Zhao Lei. “Leng Wu, sepertinya masih ada orang mu yang tak mau tunduk. Bukankah seharusnya kau melakukan sesuatu atas hal ini?” “Baik Kak! Bawa b******n itu kesini.” Beberapa orang segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Leng Wu dan tak lama kemudian mereka menyeret Hao Zhi dengan mudahnya. Brugg... Hao Zhi di jatuhkan dengan kasar kemudian pergerakannya di tahan oleh orang-orang yang membawanya kesini. “Kakak! Tolong maafkan aku karena tak mendengarkan mu.” “Diam b******n! Kakak Zhao yang akan memutuskan hukuman mu, dia adalah pemimpin kami sekarang.” Zhao Lei kemudian berjalan mendekati Hao Zhi dan berjongkok di depannya, ia menarik rambut Hao Zhi dengan kasar bermaksud agar Hao Zhi bisa melihat wajahnya saat ini. “Aku tak mengerti kenapa kau tak mendengarkan Tuan mu saat memberi perintah, kau juga tak terlalu kuat dan mudah terpancing. Dengan semua kekurangan itu apa yang bisa kau banggakan? Haa?! Apa yang bisa kau andalkan?” “K-Kau monster b******n! Apa yang kau mengerti? Aku sudah lama bergabung dengan kelompok ini dan kenapa aku harus mendengarkan kata-katanya?” “Hahh? Apa kau gila? Leng Wu singkirkan saja b******n ini, dia sama sekali tak berguna.” “Baik Kakak!” jawab Leng Wu tegas. Kemudian Leng Wu memberikan semacam isyarat agar orang-orangnya menjauhkan Hao Zhi saat ini. Hao Zhi melawan saat ia berusaha dibawa paksa oleh orang-orang ini, ia meronta-ronta berusaha melepaskan diri namun tak bisa. “Leng Wu b******n! Ingat saja bahwa Hong Zen tak akan membiarkan ini, dia pasti akan menghancurkan mu bersama guru b******n mu itu.” Leng Wu tampak tak mengindahkan perkataan dari Hao Zhi, namun ia tak bisa menutupinya dari Zhao Lei bahwa sekarang dirinya tengah marah. Bukan karena apa yang dilakukan Zhao Lei melainkan tentang apa yang dikatakan oleh Hao Zhi, hal itu berlaku sama dengan semua orang yang ada disini sehingga atmosfernya serasa dingin. Takk... Zhao Lei menghentakkan kakinya dengan keras menyadarkan orang-orang ini dari lamunannya. “Baiklah! Mulai sekarang aku akan menjaga kalian semua layaknya saudara sendiri, tak perlu malu untuk mengatakan sesuatu pada ku, mulai saat ini aku adalah Kakak kalian.” Melihat ada seseorang yang sangat kuat bahkan bisa menahan peluru menganggap mereka saudara membuat mereka semua menjadi melupakan apa yang dikatakan oleh Hao Zhi barusan, mereka kembali menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada Zhao Lei. Secara serentak mereka berkata, “Baik Kakak Zhao!” Zhao Lei tak menyangka bahwa orang-orang yang dulunya membuatnya tersiksa saat ini telah tunduk kepadanya, pada dasarnya mereka memang orang yang baik namun berkat hasutan Han Chuan saja mereka menyiksa Zhao Lei. Setidaknya dengan begini ia merasa tenang karena masalah pertama sudah selesai. Kring.... Kring... Kring... Telepon Zhao Lei tiba-tiba berbunyi dan tertuliskan bahwa Mo Tua tengah memanggilnya. “Ada apa Mo Tua?” “Tuan Zhao maaf mengganggu mu malam-malam begini.” “Tidak, aku tak sedang melakukan apapun jadi kau tak menganggu ku. Katakan ada apa?” “Rasanya tidak enak untuk berbicara melalui telepon, bisakah Tuan Zhao kesini? Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu.” “Baiklah aku akan segera datang.” “Terima kasih! Aku akan menyuruh Dong Li untuk menjemput mu.” “Tidak usah, aku akan kesana dengan orang lain.” “Baiklah jika begitu.” Klikk.... Semua orang diam mematung saat Zhao Lei menerima telepon, mereka melihatnya dengan tatapan bingung sehingga hal ini juga membuat Zhao Lei kebingungan. “Apa yang kalian lihat?” “Tidak-tidak Kakak,” jawab Leng Wu “Bisakah salah satu dari kalian mengantar ku ke rumah keluarga Mo?” “Kalau begitu biarkan aku saja Kak yang mengantar mu,” Leng Wu mengajukan dirinya sembari mengangkat tangannya. “Tidak, kau perlu menjelaskan situasi ini ke semua anak buah mu. Biarkan anak buah mu saja yang mengantarkan ku kesana.” “Baiklah Kak, pergi ambil mobil dan antarkan Kakak Zhao!” Salah satu anak buah Leng Wu pun segera pergi dan menunjukkan Zhao Lei jalannya, keduanya pun pergi dari ruangan ini namun kesan ketakutan masih menempel saat ini pada mereka semua. “Lao Wu, bagaimana bisa kau bertemu Kakak Zhao? Jika kau memang menyinggungnya maka kau seharusnya sudah mati sekarang.” Lao Wu pun mulai menceritakan semua kejadian yang sebenarnya terjadi serta asal muasal masalah ini, hal ini membuat Leng Wu marah mendengarnya. “Han Chuan b******n! Beraninya dia memanfaatkan kita, dimana dia sekarang?” “Dia saat ini berada di tong sampah dengan keadaan babak belur, Kakak Zhao sendirilah yang menghajarnya. Sementara yang lainnya mungkin sedang di obati di rumah sakit, itu juga Kakak Zhao yang mengirim mereka setelah dipukuli olehnya.” Leng Wu berpikir keras menanyakan apa tujuan dari Zhao Lei sebenarnya dan segera ia sadar bahwa ia hanya memiliki dendam dengan Han Chuan bukan dengan kelompok Black Dragon, dengan kekuatannya adalah hal yang mudah untuk menghancurkan Black Dragon. “Hahaha sepertinya keberuntungan mulai berpihak kepada kita, aku merasa tak lama lagi kita akan menghancurkan para ular b******n itu!” Perkataan dari Leng Wu membuat semua orang melompat kegirangan layaknya anak kecil yang memperoleh hadiah, entah apa alasannya sepertinya mereka memang menantikan hari ini. Sementara itu Zhao Lei merasa senang karena terus menerus menerima Poin Sins selama di perjalanan menuju rumah Keluarga Mo. DING! Anda mendapatkan 100 Poin Sins! Anda mendapatkan 150 Poin Sins! Anda mendapatkan 100 Poin Sins! Semua itu terus berlanjut bahkan ketika Zhao Lei sudah sampai di kediaman Keluarga Mo.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN