Mo Qing si gadis pembuat masalah

1356 Kata
Ckiiitt... Sebuah mobil asing tiba-tiba berhenti tepat di depan gerbang masuk rumah keluarga Mo, hal ini membuat penjaga yang ada di sana panik karena belum pernah melihat mobil seperti ini datang ke kediaman ini. Namun untungnya mereka tak bertindak gegabah seperti mengepung mobil itu dan memaksa orang yang ada di dalam keluar, karena ternyata orang yang keluar dari dalam mobil adalah orang yang mereka kenal. “Selamat datang Tuan Zhao!” sambut orang-orang secara serentak. Zhao Lei hanya tersenyum ketika menerima sambutan dari para penjaga ini, ia kembali memasukkan kepalanya ke dalam mobil lalu menutup pintu setelahnya dan mobil itupun pergi. Setelah itu Zhao Lei berjalan mendekati gerbang yang masih tertutup rapat di ikuti oleh tatapan tegang dari para penjaga. “Hei buka gerbangnya!” “Maaf Tuan, tapi sebelumnya Tuan Mo memerintahkan kami untuk tak membuka gerbang kecuali pada anggota keluarga untuk hari ini.” “Haa? Mo Tua sendiri yang menyuruh aku datang kesini dan sekarang dia tak memperbolehkan aku masuk? Apa dia sudah gila?” Seketika para penjaga tergidik mendengar ucapan dari Zhao Lei, mereka memang menerima perintah untuk tak memperbolehkan siapa pun masuk kecuali anggota keluarga Mo ke dalam kediaman ini, namun itu tak disampaikan oleh Mo Lu Gheng sendiri sebagai Patriark melainkan oleh Mo Xintai yang merupakan anak dari Mo Lu Gheng. “Hei apa yang kalian lakukan b******n?! Buka gerbangnya sekarang jika kalian masih ingin bekerja disini.” Dari dalam kediaman ini tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinga Zhao Lei, itu berasal dari Dong Li yang sedang berlari menuju Zhao Lei yang tengah berada di luar pagar saat ini. “Kakak Dong tapi bukankah Tuan Mo sendiri yang tak memperbolehkan kami untuk- Plak... Dong Li tak membiarkan penjaga ini untuk menyelesaikan kata-katanya dan langsung mendaratkan satu tamparan keras di wajahnya, katanya melotot tajam sembari menunjukkan ekspresi seram kepada penjaga ini. Akhirnya salah satu penjaga yang lain membuka gerbang agar tak menerima kemarahan dari Dong Li saat ini dan Zhao Lei pun masuk dengan santainya tanpa rasa bersalah. “Saudara Dong jangan terlalu keras kepadanya, dia hanya menjalankan tugas dan aku juga tak menyalahkannya.” “Baiklah Tuan, maafkan aku karena tak menyambut mu dengan benar.” “Jangan terlalu kaku begitu, santailah sedikit.” “Haha mari silahkan Tuan.” Zhao Lei dan Dong Li pun meninggalkan dua penjaga yang masih tertegun saat ini, mereka pun sadar bahwa jika Zhao Lei datang ke kediaman ini maka ia diperbolehkan masuk meskipun orang lain tak boleh, keberadaannya berbeda dengan orang biasa ataupun keluarga besar yang lain yang mana bahkan tak menerima perlakuan spesial seperti ini. “Saudara Dong katakan padaku apa yang terjadi? Sepertinya ketegangan yang terjadi di sini tak biasa.” “Seperti yang diharapkan oleh Tuan Zhao, bisa mengerti akan situasi keluarga Mo saat ini.” “Haa? Apa yang kau bodoh? Lihatlah sekeliling mu sekarang dan katakan pada ku ada apa ini.” Tak hanya sikap dari dua penjaga gerbang yang aneh namun keganjilan pun langsung terlihat begitu Zhao Lei masuk ke dalam kediaman ini, pasalnya ada sekitar 100 orang berseragam lengkap serta senjata api berat yang di bawa oleh mereka masing-masing. Keluarga Mo saat ini seperti tengah bersiap untuk berperang. “Yah karena tak bisa di tutupi lagi maka aku akan mengatakan beberapa hal saja.” “Kalian memang berusaha tak menutupinya b******n!” “Semua ini dimulai saat kepulangan Tuan Mo Xintai dari perjalanan bisnis, saat tengah berkumpul bersama dengan Tuan Mo Lu Gheng tiba-tiba Nona Mo Qing datang dan mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama dengan orang yang ia sukai.” “Hmm? Tunggu sebentar.” Zhao Lei terdiam sejenak mengetahui ada sesuatu yang tak beres akan perkataan Dong Li, namun Dong Li hanya tersenyum dan terus melanjutkan perkataannya. “Sebagai satu-satunya putri yang sangat ia sayangi, Tuan Mo Xintai menjadi sangat marah dan menolak keras permintaan dari Nona Mo Qing. Tak sampai di situ Tuan Mo Xintai juga memanggil semua saudaranya untuk kembali ke kediaman ini dan mengadakan pertemuan penting, karena itu juga dia memberi perintah untuk tak membiarkan siapapun kecuali anggota keluarga Mo untuk masuk ke dalam sini. Bahkan Patriak keluarga Jiang tadi siang juga kembali karena tak di perbolehkan masuk.” “Stop sampai disitu!” Zhao Lei mulai menjatuhkan keringat dingin karena ia begitu paham akan situasinya saat ini, ia tak percaya bahwa Mo Qing akan bisa menarik dirinya untuk masuk ke dalam masalah seperti ini. “Ada apa Tuan Zhao?” tanya Dong Li sembari tersenyum tanpa rasa bersalah. “Ada apa kepala mu! Tidak aku harus kabur sekarang, ayo antarkan aku pulang Saudara Dong!” “Hahaha Tuan Zhao memang suka bercanda, ayo Tuan Mo sudah menunggu anda sejak tadi.” Dong Li tiba-tiba menangkap Zhao Lei dan tak membiarkannya bergerak sedikit pun, sembari tersenyum ia pun mengangkat tubuh Zhao Lei yang jauh lebih kecil darinya kemudian dengan santainya membawanya masuk ke dalam rumah. “Tidak! Saudara Dong lepaskan aku, aku harus kabur segera untuk menghindar dari orang-orang gila itu. Lepaskan aku!” “Hahaha ayolah Tuan Zhao, apa kau tak kasian pada Nona Mo? Seharian ini dia selalu bertanya tentang mu pada ku, aku tak akan melepaskan mu bahkan jika harus mati hari ini.” “Tidaaak! Kau b******n gila lepaskan aku! Aku tak mau bertemu dengan Mo Xintai.” Pada akhirnya Zhao Lei tak bisa melepaskan diri dari cengkeraman Dong Li, loyalitasnya serta keinginannya untuk menyelesaikan masalah ini seperti memberikannya kekuatan tanpa batas yang mana membuat Zhao Lei sama sekali tak bisa bergeming. Ia dengan santainya membawa Zhao Lei ke dalam ruang tamu dimana telah berkumpul seluruh anggota keluarga Mo dari yang termuda hingga yang tertua. “Tuan, saya sudah membawa Tuan Zhao disini.” “Bagus Dong Li, silahkan duduk disini Tuan Zhao.” Mo Lu Gheng menunjuk ke kursi kosong yang ada di sisinya yang mana mengartikan ia mau Zhao Lei untuk duduk bersama dirinya dan tetua yang ada di sampingnya, semua orang yang ada di sini terlihat sama sekali tak keberatan akan hal ini ataupun merasa aneh kecuali satu orang yang menatapinya dengan tatapan penuh kebencian. “Ah... Dia pasti ayahnya Mo Qing.” “Tuan Zhao!” Mo Qing tiba-tiba berlari dari tempat duduknya dan langsung melompat sembari memeluk Zhao Lei, mau tak mau Zhao Lei memeluk balik Mo Qing dan hal ini membuat Ayahnya semakin terlihat membencinya. Namun seluruh anggota keluarga tampak tak mempermasalahkan hal ini malah sebaliknya, mereka senang melihat Mo Qing bertingkah layaknya bocah di hadapan Zhao Lei. “Tuan Zhao aku sangat merindukan mu sejak kemarin, HP ku disita oleh Ayah jadi aku tak bisa menghubungi ku.” Peringatan! Bahaya terdeteksi. “Sialan! Dia malah semakin menyulut api.” “Mo Qing, lepaskan aku terlebih dahulu. Ayo selesaikan semua ini dan bicara setelahnya.” “Baiklah jika begitu Tuan Zhao *Cup*” Mo Qing memang melepaskan pelukannya namun sebelum itu ia memberi ciuman lembut di pipi Zhao Lei, hal ini membuat Mo Xintai semakin tenggelam akan kemarahan. Tampak seperti aura hitam tengah menyelimutinya saat ini namun tak ada yang mempermasalahkan hal ini, semua orang justru mendukung hubungan Zhao Lei bersama Mo Qing. “Akhirnya Xiao Qing memiliki orang yang dicintainya juga.” “Kau benar, aku lega akan hal ini karena mengira bahwa dia memiliki kelainan.” “Xiao Qing selalu dingin terhadap pria dimana pun ia berada, hal ini bahkan membuat bocah keluarga Jiang ketakutan. Akhirnya dia tak memiliki tunangan di umurnya saat ini.” “Yahh kita bisa lega terlebih lagi bocah itu adalah orang yang menyelamatkan ayah.” Semua orang sepertinya memang telah menantikan hari ini dimana mereka terlihat sangat senang saat Mo Qing mencium Zhao Lei, sementara itu Zhao Lei untuk pertama kalinya terganggu saat menerima Poin Sins secara terus menerus. DING! Anda telah menerima 50 Poin Sins! Anda telah menerima 80 Poin Sins! Anda telah menerima 75 Poin Sins! Braakkk... Mo Xintai tiba-tiba memukul meja dengan keras hingga seluruh tatapan mata mulai tertuju padanya, sorot matanya terlihat sangat seram terlebih lagi itu ditujukan kepada Zhao Lei yang saat ini tengah menggandeng tangan Mo Qing. “Bocah bertarunglah dengan ku! Buktikan kau itu cocok atau tidak sebagai pendamping hidup Xiao Qing kecil ku.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN