Bertarung dengan Ayah Mo Qing

1595 Kata
Orang-orang banyak berkata bahwa cinta pertama anak perempuan adalah kepada ayahnya sendiri, sebagai pria yang pertama kalinya ia lihat dalam hidup tentu itu wajar. Namun seiring waktu mereka akan berjalan ke dunia luar dan bertemu pria lainnya sehingga tak memungkinkan bahwa mereka akan memiliki rasa cinta yang mulai tumbuh, seorang ayah tak bisa mengekang hal itu dan harus rela saat anak mereka telah siap. Namun berbeda dengan Mo Xintai yang benar-benar tak mau ada pria lain yang mendekati putri semata wayangnya ini, sejak kecil Mo Qing telah di doktrin oleh ayahnya bahwa semua lelaki itu buas kecuali keluarganya sendiri, jika saja bukan karena ajaran dari Kakeknya maka Mo Qing akan benar-benar percaya hal itu hingga sekarang. Di suatu siang hari tepat saat ia baru saja kembali dari perjalanan bisnis bersama istrinya, tiba-tiba Mo Qing mengumpulkan semua orang di ruang tamu dan mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama orang yang dicintainya. Semua orang tentu sangat senang mendengar hal ini karena Mo Qing sudah memiliki seseorang yang dicintainya, semua orang kecuali Mo Xintai yang diam membatu dengan ekspresi terkejut. Karena hal ini juga ia meminta seluruh anggota keluarga Mo untuk segera kembali ke rumah utama dan membahas masalah ini, namun yang diluar perkiraanya semua orang justru senang akan hal ini. Akhirnya karena Mo Xintai belum menyetujui hal ini maka Mo Lu Gheng sebagai Patriak keluarga memanggil Zhao Lei untuk datang kesini, seperti yang ia harapkan bahwa Mo Xintai akan menantang Zhao Lei begitu ia sampai. “Bocah bertarunglah dengan ku! Buktikan kau layak atau tidak untuk Xiao Qing ku.” Tak ada yang terkejut akan tantangan dari Mo Xintai kecuali Zhao Lei, tentunya ia tak ingin melawan Ayah Mo Qing namun yang lebih tak diinginkannya adalah melawan orang gila seperti Mo Xintai. “Haa?! Kenapa juga aku harus melawan mu?” “Kau pengecut! Bagaimana bisa Xiao Qing ku menyukai pengecut seperti mu.” Mo Xintai tampak tak menyerah untuk menantang Zhao Lei sementara Zhao Lei melirik ke Mo Lu Gheng untuk meminta bantuan, namun bantuan yang ia dapatkan hanyalah senyuman serta acungan jempol yang sangat menganggu. Melihat hal ini sepertinya tak ada jalan lain selain menerima tantangan dari Ayah Mo Qing. “System, apa orang ini kuat?” “Kekuatannya ada di bawah anda Tuan, lebih tepatnya ia sedikit lebih lemah daripada Dong Li.” “Haa? Saudara Dong itu cukup kuat jadi Ayah Mo Qing ini juga termasuk orang yang kuat? Kenapa begitu banyak masalah hari ini?” “Tidak ada yang perlu di khawatirkan Tuan, peringatan barusan hanya mengingatkan karena hasrat membunuh orang ini sangatlah besar, selebihnya tak ada yang menjadi masalah.” “Hmm... Baiklah jika kau berkata begitu.” Zhao Lei mulai tersenyum kemudian menunjuk kepada Mo Xintai yang saat ini menatapnya dengan tatapan seram. “Baiklah Paman aku akan melawan mu, namun aku memiliki 3 syarat.” “Grrrr katakan!” “Jika aku menang maka yang pertama aku ingin kau bersikap baik pada ku, kedua kau tak boleh memaksa aku ataupun Mo Qing untuk melakukan sesuatu, ketiga kau tak boleh meminta apapun dari ku.” Dengan menatap tajam Mo Xintai pun menjawab, “Bocah sialan, baiklah aku menyetujuinya! Namun bagaimana jika kau kalah?” “Mudah saja, bukan hanya aku akan menjauhi Mo Qing namun kau juga bebas melakukan apapun pada ku. Membuat ku menjadi pesuruh, b***k ataupun yang lainnya terserah.” Zhao Lei menjawabnya dengan mudah namun jawaban itu juga membuat semua orang yang ada disini terdiam, bagaimana pun jika Zhao Lei kalah maka ia seperti telah kehilangan kebebasannya dan itu terdengar sangat serius. “Apa kau serius bocah?” tanya Mo Xintai dengan tersenyum seram. “Tentu saja, kau tak perlu ragu akan perkataan ku.” “Baiklah aku setuju dengan semua syarat mu!” “Kalau begitu semua anggota keluarga Mo yang ada disini akan menjadi saksinya, jika kau melanggar salah satunya maka biarkan mereka yang menghukum mu.” Semua orang termasuk Mo Lu Gheng mengangguk-anggukan kepalanya tanda bahwa mereka sama sekali tak keberatan akan semua ini. Tiba-tiba Mo Qing menarik tangannya dan memeluknya dengan erat, hal ini membuat Mo Xintai kembali mengeluarkan hasrat membunuh yang memicu pemberitahuan dari System. DING! Anda telah mendapatkan 100 Poin Sins! “Tidak! Kenapa kau seceroboh itu Tuan Zhao? Aku tak ingin kau menjauh dari ku.” “Hahaha gadis bodoh percaya saja kepada ku,” jawab Zhao Lei sembari mengelus kepala Zhao Lei. “Kalau begitu aku akan menjadi wasit dalam pertarungan ini, kalian berdua akan bertarung di tempat dimana aku biasa berlatih. Ayo semuanya kesana!” Mo Lu Gheng pun bangkit dan memimpin jalan menuju tempat dimana ia biasa berlatih, semua orang tampak bersemangat akan hal ini bahkan anak kecil juga melakukan taruhan dengan seumurannya. Sementara itu tatapan sinis dari Mo Xintai tak pernah lepas kepada Zhao Lei yang saat ini berjalan bersebelahan dengan Mo Qing, Zhao Lei tak terlalu memperdulikannya dan terus berjalan. Mereka semua pun sampai di tempat dimana Mo Lu Gheng dan Jiang Changseng berlatih tanding beberapa hari yang lalu, Mo Lu Gheng turun terlebih dahulu dan melangkah ke tengah-tengah arena. “Kemarilah kalian berdua!” Mo Xintai turun terlebih dahulu namun ia terhenti setelah beberapa langkah dan melihat ke arah Mo Qing. “Xiao Qing ku, lihatlah bagaimana Ayah menghancurkan bocah ini.” “Aku membenci mu Ayah!” “Gahh... X-Xiao Qing?” Respon yang sudah bisa di tebak tentunya, bagaimana pun melihat keyakinan Mo Qing terhadap Zhao Lei tentu saja dia akan berkata seperti itu. Mo Xintai pun berjalan lesu mendekat ke Mo Lu Gheng sementara Zhao Lei tak bisa menuju kesana sebelum Mo Qing melepaskan pegangannya. “Mo Qing tolong lepaskan aku, tak baik membuat Mo Tua terus menunggu.” “Tuan Zhao! Tolong buat Ayah menyesal karena menantang mu, hajar saja dia habis-habisan sampai tak sadarkan diri.” “Bagaimana bisa aku melakukan itu? Bagaimana pun dia adalah Ayah mu.” Zhao Lei pun perlahan melepaskan tangan Mo Qing yang menggenggamnya erat, kemudian dengan santainya ia berjalan mendekat Mo Lu Gheng namun di sisi yang lain sehingga ia berhadapan dengan Mo Xintai. “Bertarunglah dengan segenap keluarga kalian, aku akan menghentikan kalian sendiri jika sudah berlebihan. Kalau begitu siap,” ucap Mo Lu Gheng sembari mengambil beberapa langkah mundur. “Mulai!” lanjutnya. Wussshhh.... Layaknya seseorang yang sudah geram sedari tadi, Mo Xintai langsung menyerang Zhao Lei begitu Mo Lu Gheng memulai pertarungannya. Pukulan telapak tangan yang mengarah lurus ke dagu Zhao Lei sudah sangat jelas mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan semua ini dengan cepat, jika saja Zhao Lei telat bereaksi maka dirinya sudah terkena pukulan itu dan kemungkinan besar tak akan sadarkan diri. “Kau tidak sabaran Paman.” “Hmm lumayan juga reaksi mu, tapi selanjutnya tak akan lolos!” Rentetan pukulan cepat namun halus kemudian mendarat pada tubuh Zhao Lei, semua itu terlalu cepat sehingga Zhao Lei hanya bisa menahan beberapa pukulan itu. Namun usahanya tak sia-sia karena pukulan yang ia tahan adalah yang mengarah ke titik vitalnya. “System, beladiri apa yang Paman ini gunakan?” “Menggunakan 10 Poin Sins untuk memeriksa. Beladiri yang di pakai Mo Xintai adalah Taijiquan atau biasa dikenal dengan Taichi, namun berkat kultivasi yang dimiliki pukulan Mo Xintai terlihat halus namun sangat cepat.” “Yah aku bisa merasakan itu, apa kau ada cara untuk membuat ku bisa mengimbangi pukulan itu? Jika begini terus maka tinggal menunggu waktu bagian vital ku akan terkena.” “Meskipun sangat cepat namun pukulannya tidak terlalu kuat, efek beruntunnya yang membuat setiap bagian yang terkena pukulan menjadi sangat sakit bagi Tuan. Tuan hanya harus memberikan pukulan telak pada Mo Xintai sehingga ia kehilangan kesadaran.” Zhao Lei seketika mengerti apa yang dimaksudkan oleh System, ia pun mulai tersenyum di saat dirinya tengah dipukuli oleh Mo Xintai. “Pakai itu ya?” “Benar Tuan.” Mo Xintai merasakan keanehan karena Zhao Lei tak kunjung menyerah meskipun saat ini tengah dihujani pukulan olehnya, tiba-tiba ia sadar bahwa Zhao Lei tersenyum puas dan melihatnya lurus tanpa terpengaruh sedikit pun. “Sekarang giliran ku!” Zhao Lei mengepalkan tangannya lalu berlagak layaknya siap untuk memukul Mo Xintai, hal ini tak membuat Mo Xintai takut atau pun terganggu, ia tetap saja memberikan tekanan pada Zhao Lei meskipun terlihat tak ada pengaruhnya. “Menyerahlah bocah! Kau tak akan bisa melakukan apapun pada ku.” “Hahaha kalau begitu terima pukulan ku ini! Pukulan Naga Marahhhh!!” Zhao Lei melepaskan tinju kirinya ke arah wajah Mo Xintai, namun itu terlalu lambat bagi Mo Xintai sehingga dengan mudah ia menghindar. “Haha dengan pukulan lemah dan lambat seperti itu maka kau tak akan bisa menge- apaaa?!” Mo Xintai sangat terkejut saat kaki Zhao Lei sudah berada sekitar 3 centimeter saja dari wajahnya, berbeda dengan tinju sebelumnya tendangan ini terlihat penuh energi bahkan sedikit membentuk kepala Naga. Mo Xintai sudah tak bisa menghindar lagi hingga akhirnya- Buaaaaghhh... Dhaaarrr.... Tendangan keras Zhao Lei mengenai Mo Xintai menyebabkan Mo Xintai terlempar hingga membentur dinding tepat di sebelah Mo Lu Gheng, beruntungnya Mo Xintai berlatih teknik kultivasi keluarga Mo sehingga meskipun terkena serangan ini kemungkinan besar ia hanya akan tak sadarkan diri. “Woaaaahh! Bocah itu benar-benar bisa mengalahkan Kakak.” “Luar biasa, kupikir ada semacam bayangan Naga tadi di kakinya.” “Tendangan yang sangat kuat! Aku bahkan tak bisa menahan itu.” Semua orang mulai bersemangat akan kemenangan Zhao Lei dan mereka mulai mengerubunginya serta mengangkat tubuhnya, sementara itu Mo Xintai terkapar di atas lantai tak sadarkan diri setelah menerima serangan Zhao Lei. “Pemenangnya Tuan Zhao Lei!” DING! Anda mendapatkan 100 Poin Sins! Anda mendapatkan 300 Poin Sins! Anda mendapatkan....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN