Akhir masalah Mo Qing

1727 Kata
Angin sepoi-sepoi berhembus menenangkan siapapun yang terkena olehnya, sinar matahari yang terasa begitu hangat meskipun waktu telah menunjukkan tengah hari, hamparan rumput hijau yang membuat siapapun ingin berbaring diatasnya. Terlihat ada satu keluarga kecil yang sepertinya tengah bermain bersama di tempat yang sangat sempurna ini, raut wajah mereka sudah jelas mengatakan bahwa mereka saat ini tengah merasa bahagia. “Ayah ayo bermain kesana,” ajak seorang anak perempuan kecil terhadap seorang pria yang jauh lebih tua darinya. “Xiao Qing jangan terlalu jauh dari Ayah dan Ibu.” Brugh... Anak kecil itu jatuh tersungkur ke atas tanah akibat kesalahannya sendiri, segera kedua orang tua itu bangkit dan menolong anak kecil tersebut. “Apa kau tak apa Xiao Qing? Sudah Ayah bilang untuk jangan terlalu jauh, untungnya kau tak terluka.” “Aku tidak apa-apa, rumput ini begitu lembut sampai-sampai aku tak merasakan apapun saat jatuh.” Pandangan keluarga harmonis yang sangat membuat iri orang-orang di dunia ini, kebahagiaan yang sangat mendasar yang mana mungkin banyak tak orang-orang sadari. Mereka adalah Mo Qing, Mo Xintai serta istrinya yang tengah berlibur di suatu tempat, lebih tepatnya ini adalah mimpi Mo Xintai saat tak sadarkan diri. Di dalam kenyataan ia saat ini tengah di baringkan di atas sofa dan orang-orang tengah menunggunya sadar, dua jam sudah berlalu bahkan Zhao Lei memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena waktu sudah hampir tengah malam. Mo Tua sama sekali tak menanyakan beladirinya yang membuat Mo Xintai tak sadarkan diri karena berpikir itu adalah tindakan yang tak sopan, ia hanya bisa bernafas lega karena Zhao Lei tak terlalu keras pada Mo Xintai yang sudah meremehkannya beberapa kali. “Ayah bukanlah Tuan Zhao ini terlalu misterius? Seingatku kau hanya memberi tahu kami bahwa dia hanya ahli dalam pengobatan karena berhasil menyelamatkan mu, tapi bagaimana bisa dia memiliki teknik yang sangat kuat seperti itu?” Mo Xuhao yang merupakan anak kedua dari Mo Lu Gheng memberanikan diri untuk bertanya di saat saudara-saudaranya yang lain membahas pemikiran mereka sendiri. “Aku tahu yang kau maksud, tapi sejujurnya aku juga sangat terkejut akan kemampuan Tuan Zhao. Saat pertama kali aku bertemu dengannya, ia tak berbeda dengan orang biasa namun perubahan besar terjadi begitu dia mengunjungi ku keesokan harinya.” “Apa teknik kultivasi miliknya begitu luar biasa sehingga ia bisa berkembang seperti itu?” “Aku tak tahu, bahkan keluarga Long yang memiliki teknik kultivasi terkuat pun tak bisa memiliki perkembangan seperti ini.” Semua orang terdiam memikirkan kemungkinan apa yang membuat Zhao Lei bisa berkembang begitu pesat dalam waktu yang singkat, namun itu keheningan mereka terpecah saat mendengar suara aneh. “Mhmmm....” “Mm... Xiao Qing jangan pergi terlalu jauh.” Mo Xintai yang tengah tak sadarkan diri saat ini mengigau dan hal ini membuat kesal semua orang, namun Mo Qing yang masih ada di sini pun mengambil tindakan dengan langsung meninju perut Mo Xintai. Bugghh... “Gaaahh!” Mo Xintai tersentak dan mau tak mau bangun dari tidurnya, sembari memegangi perutnya yang kesakitan karena pukulan Mo Qing ia melihat ke segala penjuru dan mendapati bahwa semua orang tengah menatapinya dengan kesal. “Hmm? Kenapa kalian masih disini? Ini sudah tengah malam dan kenapa kalian belum tidur?” Plak... Satu pukulan Mo Lu Gheng menyambar kepala Mo Xintai yang saat ini mengatakan hal-hal bodoh. “Berhentilah berulah bodoh! Karena kau sudah bangun maka aku akan menjelaskan keadaan kita sekarang.” “Aduhh kenapa Ayah tiba-tiba memukul kepala ku? Hmm... Dimana bocah itu?! Ia curang saat melawan ku, aku akan meminta tanding ulang!” Plakkk.. Pukulan Mo Lu Gheng kembali mendarat di kepala Mo Xintai sehingga ia memutuskan untuk diam karena tak mau terkena pukulan Ayahnya lagi, ia pun mengubah posisinya di sofa lalu bersiap mendengar apa yang akan dikatakan Ayahnya sebentar lagi. “Seperti yang diketahui bahwa Xiao Qing menyukai Tuan Zhao dan begitu juga sebaliknya, Xiao Qing sudah mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama Tuan Zhao bersama dengan kekasih Tuan Zhao yang lain.” “Ak- Tepat saat Mo Xintai akan berucap tiba-tiba Mo Lu Gheng langsung menatapnya dengan seram, seketika ia sadar bahwa ia harus mendengarkan Ayahnya terlebih dahulu sebelum mengatakan apa yang ada pikirannya. “Xuhao, tutup mulut Kakak mu jika dia berani berkata-kata lagi.” “Siap Ayah!” Mo Xuhao pun bersiap untuk menutup mulut Mo Xintai seperti apa yang di perintahkan Ayahnya. “Akan ku lanjutkan. Awalnya aku berpikir untuk menentang hal ini karena berkemungkinan untuk mencoreng nama baik keluarga, namun setelah menyelidikinya lebih lanjut maka aku berpikir bahwa ini merupakan keuntungan bagi keluarga kita.” “Kenapa begitu Ayah?” tanya Mo Xuhao sembari menutup mulut Mo Xintai yang tadinya mau berteriak menentang Ayahnya. “Aku yakin bahwa kalian sudah pernah mendengar tentang keluarga Zhao.” Seperti tersambar petir semua orang terdiam dengan mata yang menunjukkan ketidakpercayaan, meskipun masih ragu akan kebenaran dari kata-kata Mo Lu Gheng namun nama keluarga ini benar-benar membuat semua orang terdiam sejenak. “T-Tunggu Ayah, maksudmu bocah ini berasal dari keluarga Zhao? Mungkin namanya memang sama namun tak mungkin dia memang Tuan Muda keluarga Zhao.” “Aku juga ragu akan hal itu Ayah, bagaimana pun keluarga Zhao adalah keluarga yang tiba-tiba lenyap pada 13 tahun yang lalu. Semua anggota keluarga mereka di habisi dan hanya beberapa keluarga yang mengetahui hal ini.” Mo Xintai dan Mo Xuhao mengutarakan keraguan mereka atas identitas Zhao Lei yang sebenarnya, hal itu bukan hanya berlaku pada mereka berdua melainkan pada semua orang yang ada di sini termasuk Mo Qing. Suasana secara perlahan kembali ramai dengan setiap orang yang mulai mengutarakan apa yang ada dipikiran mereka masing-masing. Brak... Mo Lu Gheng memukul kursi dengan sangat keras hingga membuat suara yang cukup nyaring dan perhatian kembali tertuju padanya. “Aku sudah bekerja sama dengan saudara Jiang untuk memastikan identitas Tuan Zhao, hasilnya dia memang benar-benar anggota Keluarga Zhao yang masih tersisa. Dia berasal di kota H yang mana adalah tempat dimana Keluarga Zhao berada dan di musnahkan, dia juga memiliki saudara laki-laki yang masih tinggal disana.” Mo Xintai yang biasanya kalap saat mendengar hal mengenai Zhao Lei, saat ini mulai berpikir dengan tenang akan apa yang dikatakan Mo Lu Gheng. Tentu saja hal ini bisa terjadi hanya bila topiknya sepenting Keluarga Zhao ini. “Seperti yang kalian tau bahwa Keluarga Zhao dikatakan sebagai keluarga para penguasa karena kekuatan mereka, hanya dengan menyebut nama mereka maka setiap keluarga besar akan menundukkan kepala. Namun saat ini mereka dikenal dengan Naga yang jatuh setelah menghadapi kemusnahan, dengan adanya Tuan Zhao maka kemungkinan besar keluarga Zhao akan bangkit kembali. Kalian harusnya paham akan hal ini.” “Tunggu Ayah!” Mo Xintai tiba-tiba mengangkat tangannya setelah berpikir keras sedari tadi. “Ada apa lagi?” “Apa buktinya bahwa Tuan Zhao bisa menghidupkan kembali Keluarga Zhao? Beladirinya memang kuat namun Keluarga besar lainnya tentu masih lebih kuat dan para Raja justru jauh lebih kuat lagi.” “Bukankah aku sudah cukup?” jawab Mo Lu Gheng dengan santai. Kata-kata sederhana dari Mo Lu Gheng seperti telah menjawab semua pertanyaan yang ada di kepala semua orang saat ini, Zhao Lei berhasil menyelamatkan Mo Lu Gheng yang nyaris kehilangan nyawanya dan itu adalah hal yang tak bisa dilakukan oleh orang biasa. Akhirnya semua anggota keluarga Mo pun mempercayai perkataan Patriark mereka mengenai Zhao Lei. “Baiklah aku menyetujui hubungan Xiao Qing dengan Tuan Zhao, bagaimanapun sebagai Ayah yang baik aku tak bisa mengekang Xiao Qing untuk memilih seseorang yang dicintainya.” “Heh Kakak kau tak memiliki hak berkata begitu, kau sudah kalah melawan Tuan Zhao jadi Mo Qing bebas untuk melakukan apa yang dia mau. Apa kau sudah lupa akan perjanjiannya?” ucap Mo Xuhao memecahkan kepercayaan diri Mo Xintai. Mo Xintai tak bisa membalas perkataan Mo Xuhao sehingga ia pun tertunduk lesu menerima kenyataan, sementara itu Mo Qing tersenyum bahagia karena pada akhirnya Mo Xintai menyetujui hubungannya dengan Zhao Lei. “Karena semuanya sudah setuju maka mulai dari sekarang kalian harus mendukung Tuan Zhao da Xiao Qing, aku melakukan semua ini bukan hanya karena keuntungan yang akan di dapatkan melainkan untuk kebahagian cucuku. Rahasiakan pembicaraan hari ini untuk kebaikan keluarga!” “Baik!” Hubungan Mo Qing dengan Ayahnya yang tadinya renggang karena masalah ini, akhirnya mulai membaik kembali dan keduanya pun berpelukan. Mo Xintai meneteskan air mata menyadari bahwa putri kecilnya saat ini sudah dewasa dan sudah memiliki seseorang yang ia cintai. “Aku tak mengharapkan kau tumbuh secepat ini, putri ku yang dulu sangat imut menjadi perempuan yang sangat cantik. Ayah harap Ibumu berada di sini saat ini sehingga Ayah tak perlu bersikap bodoh.” “... Iya Ayah.” Akhirnya kedamaian keluarga Mo pun kembali seperti semula, semua penjaga yang ada diluar pun sudah di bubarkan dan beberapa anggota keluarga mulai kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu Zhao Lei baru saja sampai ke rumahnya dan saat ini ia terlihat sangat lesu. Kruucukk... Suara perut yang cukup nyaring terdengar saat ia mencoba membuka kunci pintu, ia merasa sangat kelaparan karena apa yang terjadi hari ini benar-benar menguras tenaganya. Menghaiar Han Chuan, menaklukkan Black Dragon dan bertarung dengan Mo Xintai. Semuanya adalah hal-hal yang melelahkan yang mana belum pernah terjadi di kehidupan sebelumnya. “Aarrghh... Aku harap Kak Liu membuatkan ku makanan,” ucap Zhao Lei sembari membuka pintu. Zhao Lei pun masuk dan mencari-cari Liu Jiao yang tak menyambut kepulangannya, namun ia tak menemukan tanda bahwa Liu Jiao masih bangun untuk menunggunya sehingga ia hanya bisa menghela nafas. “Yah... Mana mungkin Kak Liu masih bangun jam segini, sepertinya aku akan memesan makanan saja.” Tiba-tiba Zhao Lei mencium aroma harum yang berasal dari dapurnya, mengetahui hal ini secara perlahan ia berjalan menuju dapur dan menemukan Liu Jiao saat ini tengah tertidur di atas meja makan dengan makanan yang tersedia di atas meja makan. Berkebalikan dengan apa yang dipikirkannya, ternyata Liu Jiao menunggunya hingga tertidur di meja makan. Zhao Lei pun tersentuh dan ia mulai mengelus kepala Liu Jiao. “Bukankah ini cukup sebagai alasan mengapa aku mencintai Kakak?” “Hmm... Xiao Lei kau sudah pulang?” “Maafkan aku membangunkan Kakak, tapi setidaknya ini hal yang bagus karena aku tak akan membiarkan Kakak tertidur lagi.” Zhao Lei mulai melakukan aksinya namun itu dihentikan oleh Liu Jiao saat tangan Zhao Lei mulai merogoh pakaiannya. “Makan dan mandilah terlebih dahulu! Setelah itu baru kau bebas melakukan apapun” ucap Liu Jiao sembari menjentik hidung Zhao Lei. “Baiklah.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN