“Xiao Lei... Xiao Lei....”
Sebuah suara yang begitu lembut namun menganggu terdengar di telinga Zhao Lei di pagi hari saat ia tengah mencoba untuk masih tidur, tak sampai disitu rabaan dari tangan halus ke leher hingga wajahnya mulai berhasil membuatnya kembali sadar.
Zhao Lei membuka matanya dengan perlahan dan menemukan saat ini Liu Jiao tengah mencoba membangunkannya, pemandangan ini sangatlah indah dimata Zhao Lei hingga ia berlama-lama menatap Liu Jiao.
“Selamat pagi Kak Liu, bukankah seharusnya kau memberikan ciuman selamat pagi terhadap kekasihmu tersayang ini?”
“Huhh... Baiklah ini.”
Hal yang tak disangka Zhao Lei bahwasanya Liu Jiao akan benar-benar melakukan apa yang ia minta, ia tak mengeluh dan melakukannya dengan spontan hingga Zhao Lei juga menjadi sedikit terkejut namun pada akhirnya juga menikmati aktivitas pagi ini. Selang beberapa menit Liu Jiao pun melepaskan diri dengan nafas yang terengah-engah.
“Haah haahh mari hentikan sampai disini terlebih dahulu, aku masih memiliki urusan hari ini jadi aku tak boleh terbawa suasana.”
“Hmm? Kemana Kak Liu akan pergi? Bukankah ini masih terlalu pagi.”
“Aku mau bertemu salah satu teman ku hari ini, dia sangat khawatir saat menemukan aku tak ada dirumah sebelumnya. Aku lupa mengatakan pada mereka bahwa aku sekarang sudah pindah dengan mu.”
Zhao Lei menyadari bahwa Liu Jiao tengah mencoba menyembunyikan sesuatu darinya, ada beberapa perbedaan dari sikapnya hari ini sehingga dalam sekejap ia tahu. Namun Zhao Lei memilih untuk tak menanyakannya karena mungkin akan membuat Liu Jiao tidak enak.
“Apa teman Kakak ini laki-laki?”
“Tidak, dia perempuan. Kenapa kau bertanya seperti itu?”
“Yah... Jika dia laki-laki maka aku akan menemani Kakak kesana, jika dia perempuan maka aku akan memberi ini.”
Zhao Lei kemudian mengambil HPmya dan setelah beberapa saat terdengar suara pemberitahuan dari HP milik Liu Jiao, Liu Jiao mengambil HPnya dan terkejut akan pemberitahuan yang muncul.
“Xiao Lei ini?! Kenapa kau memberikannya pada ku?”
“Kenapa tidak? Kita adalah pasangan kekasih jadi jangan terlalu memikirkan sedikit uang seperti ini.”
“Aku mengerti tapi bukankah jumlah ini terlalu banyak? Aku tak bisa mengembalikannya jika terlalu banyak seperti ini.”
Zhao Lei secara tiba-tiba menutup mulut Liu Jiao menggunakan jari telunjuknya.
“Sssshhttt... Uang ku adalah milikmu juga, jangan terlalu memikirkan sesuatu yang tak berguna Kak Liu.”
Zhao Lei mengirimkan uang kepada akun Liu Jiao sebanyak 500000, uang sebanyak itu seharusnya cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarga selama beberapa bulan dan sekarang semuanya sudah berada di akun milik Liu Jiao. Hal ini tentu saja membuat Liu Jiao kaget karena tak menyangka Zhao Lei akan mengerti apa yang dibutuhkannya saat ini.
“Baiklah terima kasih sayang, aku akan menghadiahi mu nanti malam sebagai ganti dari apa yang kau berikan sekarang.”
“Tentu! Aku akan menantikan itu.”
Setelah itu Liu Jiao kembali mengecup pipi Zhao Lei dan keluar dari kamar ini, ia tampak sangat senang atas uang pemberian Zhao Lei hari ini dan itu membuat Zhao Lei juga senang. Setidaknya ia bisa sedikit membalas kebaikan dari Liu Jiao dan itu terasa sangat menenangkan.
“*Hooaaamm* Ahh... Kenapa dia tak bisa jujur? Apa semua perempuan memang selalu seperti ini?”
Zhao Lei melakukan peregangan di atas kasur lalu bangkit dan berjalan ke balkon dengan bertelanjang d**a, hawa dingin seketika menerpa tubuhnya begitu kulitnya terpapar langsung dengan dunia luar. Matahari memang telah terbit namun saat ini masih belum terlalu tinggi, cuaca yang sangat pas untuk berolahraga atau pun menghirup udara segar seperti apa yang di lakukan Zhao Lei saat ini.
“Hmmm aahhh... Ini terasa sangat segar meskipun dingin, biasanya adik suka cuaca seperti ini jadi dia selalu bangun pagi.”
Zhao Lei tiba-tiba teringat akan masa kecilnya dimana ia biasa dipaksa bangun oleh adiknya setiap pagi hanya karena ingin menghirup udara pagi, jika bisa ia ingin kembali ke masa di saat ia kecil bukan di masa seperti ini. Alasannya karena ia ingin menyelamatkan orang tuanya, namun ia juga bersyukur karena masih hidup setelah kecelakaan itu.
“Yah aku tahu betul sifatnya seperti apa jadi mungkin jika aku menjemputnya sekarang dia tak akan mau, aku harus melakukan persiapan terlebih dahulu.”
Sikap Adik Zhao Lei sangat berbeda jauh dengannya dan karena itu ia bisa mengerti apa yang dapat membuat Adiknya mengikutinya kesini, saat mereka kecil bahkan Adik Zhao Lei adalah tulang punggung keluarga yang menanggung semua kebutuhan keluarga sementara Zhao Lei hanyalah anak nakal yang suka mencuri dan membuat masalah, namun keduanya saling menyayangi sehingga mereka bisa bertahan hingga sekarang.
Zhao Lei kembali ke dalam rumah bersiap-siap untuk pergi, tujuannya kali ini sudah bulat dan ia harus melakukannya secepat yang ia bisa.
“System berapa Poin ku saat ini?” tanya Zhao Lei sembari mengunyah makanan.
System memperlihatkan layar statusnya pada Zhao Lei dan apa yang ada di hadapannya saat ini membuatnya terkejut hingga menyemburkan makanan yang ia kunyah.
“Bffftttt... Bagaimana bisa? Ini bertambah sangat banyak semenjak kemarin.”
Jumlah Poin Sins yang Zhao Lei miliki saat ini sebanyak 17.521 dan semua ini hanya ia dapatkan hanya dari semua kejadian tadi malam, dari Han Chuan, Black Dragon hingga keluarga Mo memberikannya banyak Poin.
“Sepertinya pilihan yang sangat benar untuk mengupgrade mu System, semua Poin Sins ini terlihat sangat menyegarkan! Siapa yang paling banyak memberikan ku Poin dari semalam?”
“Itu adalah Liu Jiao Tuan.”
“Eh? Kak Liu? Bagaimana bisa?”
“Liu Jiao sangat mencintai Tuan dan perasaan itu yang memicu perolehan dari Poin Sins, perolehan poin juga selalu bertambah saat Tuan dan Liu Jiao *Ehem* melakukannya.”
Zhao Lei segera mengerti apa yang dimaksudkan oleh System, ia memang merasakan bahwa tadi malam Liu Jiao sangatlah bersemangat berbeda dari malam sebelumnya, beruntungnya setelah Zhao Lei mempelajari 18 pukulan Naga stamina miliknya juga bertambah drastis hingga bisa mengimbangi Liu Jiao.
“Yahh aku senang bisa memperoleh Poin saat melakukan apa yang aku sukai, seingat ku semalam kau belum menyelesaikan penjelasan mengenai fitur baru dari Versi baru ini? Katakan sekarang.”
“Baik Tuan. Selain bisa mendapatkan Poin selain dari hasrat membunuh, Tuan juga bisa mendapatkan Poin Sins dari berbagai emosi yang diarahkan pada Tuan tentunya.”
“Aku tahu itu, ada lagi yang setelahnya.”
“Fitur istimewa, Tuan bisa memulihkan diri dari segala macam luka. Sebagai gantinya beberapa Poin Sins akan menjadi bayaran selama fitur ini digunakan.”
“Haa? Bukankah itu terlalu gila?”
Zhao Lei segera bangkit dan mengambil pisau dari dapur, tanpa ragu ia langsung mengiris telapak tangannya dengan pisau tersebut. Tak butuh waktu lama darah mulai keluar dan mengalir dari tangan Zhao Lei.
“System lakukan tugas mu.”
“Baik Tuan. Menggunakan 10 Poin Sins untuk menyembuhkan luka!”
Tak butuh waktu lama luka itu menutup secara sempurna tanpa meninggalkan bekas luka sedikitpun, meskipun darahnya masih ada namun luka tadi telah benar-benar sembuh layaknya tak terjadi apapun.
“I-Ini luar biasa! Hahaha dengan ini maka aku akan abadi!”
“Sebagai pengingat bahwa fitur ini tak bisa digunakan saat Tuan langsung meregang kematian, contohnya seperti seseorang tiba-tiba memotong leher Tuan hingga terpisah dari tubuh utama.”
“... Tak bisakah kau membiarkan ku merasa senang? Tapi yah... Berkat ini juga semuanya sudah mulai lengkap. Sekarang ayo ke markas Black Dragon!”
Zhao Lei segera berangkat menuju markas Black Dragon untuk melakukan rencananya, karena ia sudah tahu siapa yang ada di belakang Black Dragon maka bisa disimpulkan mereka sudah tak tahan untuk bertemu dengan Zhao Lei.