“Huh... Pada akhirnya aku menghabiskan semua Poin Sins milikku dan hanya mendapatkan beberapa benda, meskipun kotak hitamnya hanya satu tapi tetap saja aku mendapatkannya 2 kali.”
Zhao Lei berjalan keluar dari Komplek perumahan dengan suasana hati yang tak bagus, ini karena sebagian besar poinnya habis untuk melakukan undian di dalam System.
Sesaat setelah bermain dengan Liu Jiao, Zhao Lei segera menarik kembali undian di dalam System dan hanya mendapatkan 2 hadiah. Yang pertama adalah Divine escape talisman yang memungkinkan Zhao Lei berpindah tempat dengan cepat sejauh 10 kilometer, yang kedua adalah kartu Immortality yang membuat Zhao Lei tahan terhadap serangan fisik ataupun non fisik selama 60 menit. Keduanya hanya bisa dipakai sekali saja dan itu alasan Zhao Lei semakin kesal.
“Yah aku tak bisa selalu menyalahkan System karena hal ini, bagaimana pun keberuntunganku selalu buruk di masa lalu ataupun sekarang.”
“Saya menyarankan Tuan untuk membeli Elixir suci di dalam System untuk meningkatkan keberuntungan Tuan.”
“Eh? Benda seperti itu pun juga ada? Perlihatkan padaku.”
System menunjukkan benda yang ia tawarkan pada Zhao Lei namun hal ini justru membuat Zhao Lei semakin kesal.
“Gahh! 100000 Poin? Berapa banyak orang yang harus ku provokasi untuk mendapatkan poin sebanyak itu?”
“Itu sebanding dengan kegunaannya Tuan, bagaimana pun keberuntungan juga termasuk kekuatan. Orang yang berdiri di puncak tak akan bisa kesana jika tak memiliki keberuntungan.”
“Hmm yah kau memang benar, tapi untuk saat ini aku tak terlalu memerlukannya.”
Zhao Lei kembali melihat sisa Poin Sins yang ia miliki saat ini, setelah melakukan 5 undian di dalam System Poin Sins miliknya hanya tersisa 63 saja. Namun bukannya kebingungan ia justru merasa senang akan hal ini.
“System! Cari lokasi Han Chuan saat ini.”
“Baik Tuan, menggunakan 10 Poin Sins untuk mencari target. *Biip* Target telah di temukan! Lokasinya adalah di dekat tempat tinggal anda dulu.”
“Hoo bagus! Aku tak menyangka bahwa dia akan ada di sana, apa ada orang yang bersamanya?”
“Menggunakan 10 Poin Sins untuk memeriksa. *Biip* Ada 23 orang termasuk target saat ini, mereka hanya membawa senjata tajam berupa pisau serta tongkat kayu.”
“Hmm... 23 orang dengan tongkat kayu dan pisau? b******n itu benar-benar membawa kelompoknya, namun hal itu sama sekali tak membuat ku takut!”
***
“Bagaimana? Apa kalian menemukannya?” tanya seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka di matanya.
“Tidak bos! Kontrakannya kosong tanpa ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, orang-orang di sana pun berkata bahwa anak itu sudah tak pulang selama 2 hari.”
Braakkk...
Kesal mendengar laporan itu pria ini menendang keras kardus bekas yang ada di dekatnya, tindakan ini membuat orang-orang di belakangnya tergidik dan tak berani menegurnya.
“Han Chuan! Apa kau yakin anak ini tinggal disini?”
“B-Benar Kak, aku sebelumnya telah memastikan bahwa anak ini masih tinggal disini.”
“Lalu kenapa sekarang dia tidak ada!”
“A-Aku juga tak tau.”
Han Chuan yang biasanya terlihat mendominasi dengan gaya angkuhnya saat ini bagaikan anjing yang tak berkutik di depan tuannya, hal ini juga berlaku bagi orang-orang di dekatnya yang membawa pisau serta tongkat kayu di tangannya.
“Aku tak tau kenapa Tuan tak memperbolehkan kita untuk menghancurkan tempat ini dan itu membuat ku kesal, daerah pinggiran seperti ini apa pentingnya bagi beliau? Aku Lao Wu memerintahkan kalian untuk mencari orang yang bernama Zhao Lei ke segala penjuru kota, jangan harap kembali sebelum menemukannya.”
“Baik Bos!”
Ekspresi wajah Lao Wu saat ini sudah cukup untuk membuat orang-orang tahu bahwa ia saat ini tengah marah besar, hal ini terjadi karena hasutan dari Han Chuan sebelumnya yang mengatakan kebohongan demi keuntungannya sendiri. Han Chuan memberi tahu Lao Wu bahwa ada seorang pemuda yang menjelekkan namanya dan mencoba menantangnya di khalayak umum, ia juga membuat anggota se kelompoknya memihak padanya dan mendukung untuk memanasi Lao Wu. Lao Wu yang hanya memiliki otot tentu saja tersulut hasutan Han Chuan dan mulai mencari Zhao Lei.
Sementara itu Zhao Lei baru saja tiba di daerah tempat tinggalnya dulu dan menemukan orang-orang ini.
Sembari melemparkan cemilan ke mulutnya ia berkata, “Apa kalian mencari ku?”
Seketika seluruh tatapan teralihkan ke asal suara tersebut dan mereka menatap aneh pemuda dengan santainya menikmati cemilan saat ini, tak ada ketakutan yang terpancar dari pemuda itu berbeda dengan orang-orang yang berusaha cepat melewati komplotan ini demi tak menarik perhatian mereka.
“Bocah, apa kau yang bernama Zhao Lei?”
“Yahh... Itu benar, apa kau memiliki urusan dengan ku?”
Lao Wu memperhatikan sejenak Zhao Lei yang sengaja bersikap bodoh saat ini, ia tak mempercayai bahwa orang sekurus dan sebodoh Zhao Lei akan menantangnya sehingga menganggap bahwa ini adalah kebohongan Han Chuan.
Plak...
Lao Wu menarik kerah baju Han Chuan lalu menamparnya dengan keras.
“Han Chuan b******n! Apa kau pikir ini suatu lelucon?!”
“K-Kakak Lao... Apa yang kau maksud?”
Plak...
Lao Wu kembali menamparnya dengan keras hingga mengeluarkan suara yang cukup nyaring.
“Diam! Apa kau pikir aku percaya bahwa bocah bodoh seperti itu akan memiliki keberanian untuk menantang ku? Lihatlah dia! Bahkan tiupan angin cukup untuk mematahkan tulangnya.”
Mendengar hal itu membuat Zhao Lei sedikit terpancing, memang benar fisiknya masih sama seperti sebelumnya sehingga ia sama sekali tak terlihat kuat di bandingkan dengan orang-orang ini. Namun yang tak mereka tahu adalah sebenarnya fisik Zhao Lei sudah jauh lebih kuat dari mereka saat ini.
“Hei kau manusia kera buruk rupa, apa kau tak mendengarku? Apa kau memiliki urusan dengan ku b******n?!”
Ucapan itu membuat semua orang yang ada disini kaget bukan main, Lao Wu yang tak pernah di hina oleh sembarang orang saat ini tengah di berikan julukan yang tak menyenangkan oleh seorang pemuda yang tengah santai menikmati cemilannya.
“Hei nak, kau memanggil ku apa barusan? Coba katakan sekali lagi!”
Zhao Lei membuang cemilan yang ada di tangannya lalu mulai berlagak di depan orang-orang ini.
“Tak hanya buruk rupa ternyata kau juga tuli ya, aku kira siapa yang Han Chuan kirim untuk bertemu dengan ku dan ternyata makhluk seperti mu. Aku bilang urusan apa yang kau miliki dengan ku wahai manusia kera buruk rupa nan tuli?”
Kata-kata pedas dari Zhao Lei membuat Han Chuan ternganga tak percaya atas apa yang ia dengar, sementara itu Lao Wu mulai kehilangan kesabaran ingin menghancurkan Zhao Lei. Ia tak tahu berasal dari mana keberanian pemuda yang terlihat lemah ini sehingga mengolok-oloknya seperti tadi, ia sudah tak peduli lagi akan perintah Tuannya dan berniat menghancurkan Zhao Lei meskipun merusak daerah ini.
“Semuanya hancurkan bocah itu sekarang juga!
Semua orang kecuali Lao Wu dan Han Chuan mulai berlari ke arah Zhao Lei dengan mengangkat senjata mereka masing-masing, bukannya takut Zhao Lei malah memikirkan berapa banyak Poin Sins yang akan ia dapatkan kali ini dari orang-orang ini.
“Hahaha! Bukannya maju sendiri kau malah menyuruh anak buah mu? Ayo sini kalian!”
“System! Katakan padaku jika ada bahaya.”
“Baik Tuan.”
Salah satu anak buah Lao Wu berusaha memukul Zhao Lei dengan menggunakan tongkat kayunya namun hal itu berhasil di hindari dengan mudah olehnya, memanfaatkan momentum dari jatuhnya tongkat kayu itu Zhao Lei dengan sekuat tenaga memukul anak buah Lao Wu ini menggunakan teknik 18 pukulan naga.
Buaaaghh....
Satu pukulan itu menyebabkan anak buah Lao Wu terdorong kuat ke belakang hingga menabrak yang lainnya dan masih tak berhenti, akibatnya orang-orang ini mulai terbelah ke dua sisi dan jatuh saling menimpa. Zhao Lei terdiam menatap apa yang ia perbuat begitu juga dengan Lao Wu dan Han Chuan, Zhao Lei tak menyangka bahwa kekuatannya akan seperti ini.
“Arghhh sialan, aku memukulnya terlalu kuat hingga tangan ku juga terasa sakit. Tapi ini setimpal dengan efeknya! Ayo siapa lagi yang mau maju?”
Beberapa anak buah Lao Wu sudah tak sadarkan diri akibat satu pukulan Zhao Lei tadi sementara yang lainnya terlihat ketakutan terhadap Zhao Lei, mereka mulai menatap Lao Wu seakan memintanya untuk menghadapi Zhao Lei sendiri.
Lao Wu sendiri sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Zhao Lei barusan dan ia juga merasakan takut terhadapnya, namun ia tak bisa bersikap seperti itu di depan anak buahnya.
“Bangun! Dia pasti sudah tak bisa mengeluarkan pukulan seperti tadi! Lawan dia jika tidak aku akan mematahkan kaki kalian semua!”
Anak buah Lao Wu mulai meragukan kepemimpinannya sekarang namun mereka terlalu takut untuk melawannya, dengan terpaksa mereka bangkit kembali dan mengacungkan senjatanya pada Zhao Lei.
“Hyaaah! Mati kau bajingan.”
“Hmm... Kalian sama sekali tak menyenangkan!”
Meski ketakutan belasan anak buah Lao Wu tetap saja melawan dengan sekuat tenaga, namun mereka bukan tandingan Zhao Lei hingga dalam waktu singkat mereka sudah terkapar dengan merintih kesakitan dan beberapa tak sadarkan diri. Zhao Lei pun berjalan perlahan menuju tempat berdiri Lao Wu dan Han Chuan saat ini, keduanya tampak sangat ketakutan namun berusaha menyembunyikannya.
“Ada apa Kera? Apa kau takut untuk menghadapi ku? Han Chuan, kau juga sepertinya ingin ku hajar seperti sebelumnya ya?”
“A-Apa y-yang kau maksud? A-Aku tak mengerti.”
“Berpura-pura bodoh? Itu cocok dengan mu, kau bahkan membuat orang yang lebih bodoh datang kesini. Hahaha sangat luar biasa!”
Han Chuan panik mendengar hal itu, seketika Lao Wu yang berakal pendek pun mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Zhao Lei.
“Han Chuan b******n! Kau membohongi ku rupanya b******n, beraninya kau!”
Lao Wu mengangkat tubuh Han Chuan tinggi-tinggi hingga membuat Han Chuan panik ketakutan, Zhao Lei tak memperdulikan semua itu dan tetap mendekat pada kedua orang ini.
“Hmm... Perpecahan internal ya? Aku tak peduli, kau kera buruk rupa! Patahkan tangan mu sendiri atau aku yang akan melakukannya.”
Braakk...
Lao Wu melempar tubuh Han Chuan ke dalam tempat sampah setelah mendengar perkataan Zhao Lei, ia masih ketakutan namun berusaha tak menunjukkannya pada Zhao Lei.
“Sebaiknya kau tak melakukan apa-apa pada ku! Kau tak akan bisa mengatasi siapa yang ada di belakang ku.”
“Hahaha! Leng Yu bukan? Aku sangat ingin menghajar orang itu sejak dulu.”
Wajah Lao Wu seketika menjadi pucat saat Zhao Lei menyebutkan nama Tuannya, hal ini karena hanya orang-orang dari dunia bawah saja dan memiliki pengaruh di dalamnya yang bisa tau nama Tuannya ini.
Crakkk....
Zhao Lei dengan cepat bergerak dan mematahkan tangan kiri Lao Wu.
“Aaaaaaarrrghhh! K-Kau?! Bagaimana bisa?
“Kau terlalu lama hanya untuk melakukan hal ini jadi aku membantu mu, sekarang panggil bos mu dan katakan bahwa aku akan kesana! Ohh jangan lupa untuk mengatakan tentang semua ini ya, ini karena agar mereka menyambut ku dengan baik nanti.”
“B-Baik Tuan.”