Peringatan!
Bahaya terdeteksi! Bahaya terdeteksi!
Dhaaaarrr....
Zhao Lei dipukul dengan sangat keras oleh orang tua ini hingga dirinya terlempar jauh ke arena, beruntungnya Zhao Lei telah mendapatkan peringatan dari System sehingga ia dengan sigap menahan pukulan orang tua ini.
Namun semuanya tak berjalan dengan lancar, 2 tangan Zhao Lei patah saat ia mencoba menahan pukulan tadi.
“Menggunakan 100 Poin Sins untuk menyembuhkan cedera.”
“Terima kasih atas bantuan mu System!”
Beruntungnya System segera menyembuhkan kedua tangan Zhao Lei karena jika tidak maka ia akan semakin diremehkan.
“Hmm? Aku tadi yakin bahwa kedua tangan mu sudah patah, namun bagaimana bisa sekarang mereka bahkan tampak tak tergores?”
Orang tua itu berjalan mendekati Zhao Lei sembari memainkan janggutnya dan mengeluarkan tatapan bingung.
Zhao Lei merasa sangat marah karena ia tiba-tiba dipukul oleh orang tua ini tanpa tau apa masalahnya, hal ini berlaku sama dengan Leng Wu yang terlihat kesal namun tak mampu berbuat apapun saat ini.
“Orang tua sialan, apa kau mau bertarung dengan ku?”
“Hohoho... Lihatlah lalat kecil ini, sangat arogan dan tak bisa mengetahui situasi. Seperti biasanya ya Zhang Jhunda! Kau selalu gagal dalam menilai orang-orang.”
“Berisik! Akan ku buat kau menyesal orang tua bajingan.”
Zhao Lei berlari dan langsung menyerang orang tua ini dengan teknik 18 pukulan naga miliknya, tampak yakin akan kekuatannya orang tua ini mempersiapkan diri untuk menyambut Zhao Lei. Tiba-tiba tubuh orang tua ini di selubungi oleh suatu cahaya aneh.
“Hohoho... Jika kau mampu menggetarkan pertahanan ku ini maka aku akan mengakui bahwa kau itu berbakat.”
“Aku akan menghancurkannya bersama kau!”
Buaaaaghhh....
Zhao Lei memukul selubung pertahanan milik orang tua itu dengan pukulan yang mengeluarkan kepala naga dengan jelas, saat melihat naga yang keluar dari tangan Zhao Lei, orang tua ini menjadi sangat terkejut dan panik.
Pertahanan milik orang tua ini pecah seketika begitu tinju Zhao Lei mengenainya dan orang tua ini terkena langsung pukulan Zhao Lei hingga terpental dan menabrak dinding arena, Zhang Jhunda tersenyum puas melihat hal ini karena semuanya tepat seperti apa yang diperkirakan.
“*Uhuh uhuk* Pukulan yang sangat kuat! Itu teknik beladiri yang sudah lama hilang, teknik perubahan Naga!”
“Bicara apa lagi kau pak tua! Aku akan menghancurkan hingga berkeping-keping.”
Zhao Lei tak memberikan kesempatan pada orang tua itu yang saat ini tengah batuk sembari mengeluarkan darah, Zhao Lei segera berlari ke arahnya dan mempersiapkan kepalan tangannya.
“Tunggu!”
Orang tua ini dengan susah payah berdiri dan tangannya mengisyaratkan bahwa Zhao Lei harus berhenti, hal itu membuat Zhao Lei terdiam sejenak kebingungan dengan apa yang coba pak tua ini lakukan.
Tiba-tiba orang tua ini memberi hormat dan menundukkan kepalanya di depan kepalan tangan Zhao Lei.
“Apa yang coba kau rencanakan lagi pak tua?”
“Dengan ini aku mengaku menyerah, kau jauh lebih kuat dari ku dan aku sama sekali tak layak untuk menjadi lawan mu.”
“Hahaha! Luar biasa, aku tak menyangka bahwa kau akan sekuat ini saudara ku.”
Zhang Jhunda tiba-tiba turun dan tertawa keras saat melihat orang tua ini mengaku kalah, kebingungan semakin menyelimuti Zhao Lei atas semua ini namun ia memilih untuk tak mengungkapkannya.
“Jadi bagaimana Pak tua Zhuge, apakah Adikku ini sangatlah berbakat?”
“Sangat! Dia sangat berbakat dan beruntung bisa mempelajari Teknik tadi. Tak diragukan lagi bahwa dalam beberapa tahun semua orang akan tunduk kepadanya.”
“Lebih kuat daripada dia?”
“Lebih kepada mereka seimbang.”
Zhang Jhunda tampak berpikir keras sembari melirik Zhao Lei beberapa kali, orang tua ini juga melakukan hal yang sama sehingga Zhao Lei merasa risih.
“Apa yang coba kalian katakan sekarang? Jelaskan pada ku dan berhentilah menatap ku seperti itu”
“Hahaha tidak ada Adik Zhao, mari kita bicara di dalam saja.”
Zhang Jhunda merangkul Zhao Lei dan membawanya ke ruangan di mana mereka berbicara sebelumnya, meskipun terlihat sangat lemah Zhang Jhunda bisa memaksa Zhao Lei untuk duduk meskipun Zhao Lei berusaha menahannya.
“Sangat layak dengan gelarnya, System seberapa kuat Zhang Jhunda ini?”
“Menggunakan 10 Poin Sins untuk memeriksa. Zhang Jhunda memiliki kultivasi yang sangat mendalam serta beladiri yang sangat kuat, jika Tuan melawannya saat ini maka Tuan akan hancur hanya dengan 5 gerakan.”
“S-Sekuat itu?!
“Benar Tuan, namun dengan kondisi tubuhnya saat ini maka ia tak bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya. Jika ia memaksa maka hidupnya akan menjadi bayarannya saat itu juga.”
Melihat hal ini Zhao Lei tau bahwa Zhang Jhunda bisa menjadi bantuan yang besar baginya, ia tak percaya bahwa keberuntungannya sekarang sangatlah tinggi hingga bisa di anggap sebagai saudara oleh orang sebesar ini.
Zhang Jhunda menuangkan sendiri teh ke dalam cangkir dan menyuguhkannya pada Zhao Lei, hanya dengan tindakan ini saja membuat orang yang ada di sampingnya terkejut.
“Silahkan Adik Zhao.”
“Terima kasih Kakak,” jawab Zhao Lei sembari menerima suguhan dari Zhang Jhunda.
Orang tua itu pergi setelah Zhang Jhunda memasuki ruangan ini bersama Zhao Lei dan yang lainnya, sementara Leng Wu tak berani duduk bersama Zhao Lei karena tak disuruh oleh Zhang Jhunda. Seperti biasa Zhao Lei terlihat menikmati teh yang di suguhkan oleh siapapun selama beberapaenit sehingga orang-orang selalu menunggunya hingga selesai.
Tak....
Tiba-tiba Zhang Jhunda meletakkan gelasnya dengan keras ke atas meja hingga mengeluarkan suara yang cukup keras, Zhao Lei terkejut akan hal itu dan berhenti melakukan kebiasaannya ini.
“Adik Zhao... Aku akan terus terang kepada mu, karena kemampuan mu kau bisa menyelamatkan Mo Tua ketika dia hampir mati. Aku ingin kau membantu ku dengan kemampuan mu itu.”
Secara perlahan Zhao Lei meletakkan gelasnya dan menatap Zhang Jhunda dengan serius.
“Kakak saat itu aku hanya beruntung jadi jangan berlebihan dalam memuji ku, aku bisa saja memeriksa Kakak namun tak bisa menjamin untuk menyembuhkan Kakak. Bagaimana dengan itu?”
“Tentu saja tak apa, sekarang kau adalah saudaraku jadi tak perlu ragu.”
“Baiklah kalau begitu ulurkan tangan mu.”
Zhang Jhunda melakukan apa yang Zhao Lei minta tanpa merasakan curiga sedikit pun, berbeda dengan orang yang selalu di sampingnya ini yang terlihat begitu was-was saat Zhao Lei menyentuh Zhang Jhunda. Namun ini tak membuat Zhao Lei terganggu karena ia hanya perlu mengandalkan System.
“System, tolong periksa penyebab dari kondisi orang ini.”
“Baiklah Tuan, menggunakan 20 Poin Sins untuk memeriksa. Selesai! Penyebab dari kondisi Zhang Jhunda adalah kekuatan internal miliknya sudah hampir habis karena menerima serangan fatal dari seseorang, akibatnya Dantian miliknya rusak parah sehingga tak bisa mengumpulkan energi internal seperti sebelumnya. Perkiraan usianya hanya tinggal 1 tahun lagi.”
“A-Apa? Apa Life Dan bisa menanganinya?”
“Tidak Tuan, situasinya sangatlah berbeda sehingga Life Dan tak akan bisa menyelamatkannya. Hanya pil Vitalitas tingkat tertinggi yang bisa menyelamatkannya, sementara pil Vitalitas yang lain hanya bisa memperpanjang masa hidupnya.”
“Cari pil Vitalitas di toko!”
“Baik Tuan.”
Layar hologram pun tiba-tiba muncul di hadapan Zhao Lei dengan tampilan tentang pil yang diinginkannya, ia pun sedikit terkejut dengan harga yang tertera di toko yang mana senilai 100000 Poin Sins.
“Ini sangat mahal, bagaimana caranya aku mendapatkan 100000 Poin Sins? Coba cari yang tingkat menengah dan rendah.”
Zhao Lei kembali terkejut mengetahui harga dari pil Vitalitas tingkat menengaj dan tingkat rendah, masing-masing berharga 70000 dan 50000 Poin Sins hanga untuk satu pil.
“Kau sangat kejam!”
Zhang Jhunda menyadari perubahan ekspresi Zhao Lei sehingga merasa kebingungan karena dia teelihat kesal saat tengah memeriksanya, tak hanya itu Zhao Lei tampak beberapa kali bergumam sesuatu yang ia tak mengerti.
“A-Adik Zhao bagaimana? Apa kau bisa menyembuhkan ku?”
Zhao Lei tersentak dan kalap selama beberapa saat, ia kemudian berusaha mengendalikan dirinya dan duduk seperti sebelumnya.
“Ehem... Sebelumnya biar aku bertanya terlebih dahulu kepada mu Kakak, siapa yang Kakak lawan sehingga menerima cedera seperti ini?
Brak....
Orang di samping Zhang Jhunda tiba-tiba memukul meja dengan sangat keras hingga cangkir teh yang ada di atasnya jatuh pecah ke lantai, ekspresi wajahnya sangat terkejut tercampur dengan kemarahan yang sangat jelas.
“Bagaimana kau bisa tahu Zhang Jhunda di serang oleh seseorang?!”
“Santailah Bai Zha,” ucap Zhang Jhunda sembari menghalangi pria bernama Bai Zha yang selalu berdiri disisinya.
“Itu sudah menjelaskan bahwa Adik Zhao memiliki kemampuan, hanya dengan memeriksa ku kau bahkan bisa tahu hingga sedalam ini.”
“Kakak Zhang terlalu berlebihan,”
Zhao Lei berusaha merendahkan diri agar orang-orang ini mau mengatakan hal yang sesungguhnya, dilihat dari keadaannya maka semua ini harusnya rahasia sehingga tak mungkin semua orang tahu.
“Seperti yang dikatakan Bai Zha tadi, 3 tahun lalu aku di serang secara diam-diam oleh seseorang di saat aku tengah melakukan sesuatu. Orang itu memang tak sekuat aku namun dia memukul ku dengan teknik aneh sehingga aku kesulitan menggunakan kekuatan ku, akhirnya aku di buat tak sadarkan diri oleh orang itu dan Bai Zha datang menyelamatkan ku di sana.”
“Tindakan yang sungguh pengecut! Apa Kakak mengingat ciri-ciri orang yang menyerangmu?”
“Sayangnya tidak, dia memakai topeng yang sangat aneh saat itu. Namun yang ku ingat bahwa dia memiliki tato kalajengking di pergelangan tangannya.”
Jika hanya itu sebagai petunjuknya maka akan sulit melacak orang yang melakukan hal ini pada Zhang Jhunda, semua orang disini pastinya menyadari hal itu dan mereka juga merasakan yang sama.
“Baiklah Kakak Zhao, aku bisa menyelamatkan mu!”
Tiba-tiba Bai Zha bersujud kepada Zhao Lei yang mana ini sangat mengejutkan bagi Zhao Lei.
“Saudara Zhao! Jika kau bisa menyelamatkan Zhang Jhunda maka aku akan memberikan apapun pada mu, entah itu gunung ataupun nyawa ku maka dengan senang hati aku akan melakukannya.”
“Saudara Bai tidak perlu seperti itu, aku juga sudah menganggap Kakak Zhang seperti Kakak ku sendiri. Namun masalahnya dengan kekuatan ku yang sekarang maka mustahil untuk menyembuhkan Kakak Zhang,” ucap Zhao Lei sembari mengangkat Bai Zha agar tidak bersujud kepadanya.
Mendengar hal itu Bai Zha dan Leng Wu terlihat murung seperti tak memiliki kesempatan hidup.
“Beri aku waktu! Aku pasti akan berusaha keras untuk menyembuhkan Kakak Zhang”
Zhao Lei menampakkan ekspresi seriusnya pada ketiga orang ini untuk membuktikan bahwa dirinya serius, namun tujuan utamanya untuk menyelamatkan Zhang Jhunda adalah agar dirinya tetap memiliki dukungan kuat seperti dia.
“Karena Adik Zhao sudah berkata seperti itu maka aku akan bersabar, aku percaya kepada mu.”
“Terima kasih Kakak, sementara itu tolong jangan pernah berlatih menggunakan energi internal mu karena itu akan semakin memperparah cidera yang kau derita.”
“Baiklah, aku tak akan melakukannya sampai kau memperbolehkannya Adik.”
“Sekali lagi terima kasih sudah percaya kepada ku Kakak, aku akan undur diri terlebih dahulu.”
“Antar dia Bai Zha.”
Zhao Lei pun pergi dari ruangan ini bersama Leng Wu dan Bai Zha yang mengantarnya, Zhao Lei tak lupa memberikan nomor teleponnya pada Bai Zha tepat sebelum ia pergi. Setelah kepergian mereka, dengan terburu-buru Bai Zha kembali menemui Zhang Jhunda untuk memastikan sesuatu. Namun ia mendapati bahwa Zhang Jhunda saat ini tengah berdiri di samping pohon sembari menatap pohon itu dengan serius.
“Bagaimana menurut mu tentang dia Bai Zha?”
“Sangat berbakat, jeli, hebat, misterius dan mencurigakan.”
“Hahaha kesan mu yang terakhir sangatlah menarik, namun jangan pernah berkata seperti itu di hadapannya. Cobalah menghargainya sama seperti kau menghargai ku.”
Bai Zha terdiam sejenak saat mendengar perkataan Zhang Jhunda, ia tak menyangka bahwa Zhang Jhunda akan begitu menghargai bocah yang baru saja datang ke rumahnya ini.
“Bai Zha, hanya kau dan Paman ku yang tahu akan penyebab cidera ku ini. Aku merasa bahwa Adik Zhao benar-benar bisa menyelamatkan ku.”
“Kenapa kau bisa seyakin itu?”
“Bukankah sudah banyak dokter dan ahli pengobatan yang memeriksa ku dan jawaban mereka sama bahwasannya aku tak memiliki cidera apapun, namun Adik Zhao bisa mengetahuinya seketika saat memeriksa ku. Bukankah itu luar biasa?”
“Apa kau tidak curiga bahwa bahwa dia yang melukai mu?”
“Hahaha bicara apa kau, biar ku katakan dengan jelas kali ini. Marganya adalah Zhao dan seharusnya kau sudah mengerti!”
Bai Zha terdiam selama beberapa saat dan tercengang saat menyadari perkataan Zhang Jhunda.
“A-Apa maksudmu? Apa dia benar-benar Zhao?”
“Tentu saja, hanya marga Zhao yang bisa seperti ini.”
Bai Zha mengerti mengapa Zhang Jhunda begitu mempercayai Zhao Lei, tak dapat di pungkiri ia pada akhirnya juga percaya pada Zhao Lei berkat perkataan Zhang Jhunda.
“Baiklah... Aku akan memperlakukannya dengan baik mulai saat ini.”
Sementara itu di mobil Leng Wu.
“Haaacchhooh!”
“Kak kau sangat jorok, bersihkan itu dengan tisu.”
“Haahh... Apa ada yang membicarakan ku?”