POV Fandi Memahami karakter orang lain itu mudah. Apalagi aku yang kesehariannya bergaul dengan orang-orang berbagai macam watak yang berbeda-beda. Tetapi berbeda lagi memahami Mayta yang punya sifat penurut. Tetapi memang kadang tak tertebak. Niatan mau menyelamatkan dia dari Dipo malah berujung tindakan yang membuat Mayra marah. "Sudah, dong ngambeknya. Om minta maaf. Janji, besok diulangi lagi, deh!" "Eh, apaan sih, Om. Janji nggak diulangi lagi." Matanya mendelik. "Oh, iya itu maksudnya. Lagipula, kan wajar kalau minta hak sedikit saja." "Itu tadi nggak minta, tapi nyolong." "Berarti kalau minta, boleh dong!" Mayra mencebik dengan bibir dimonyongkan. "Tetep nggak boleh." Aku menghela nafas, ada sesak yang menghimpit. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Terlebih Mayra mema

