POV Mayra Seorang wanita cantik keluar dari sekumpulan wanita-wanita yang berkerumun. Mereka rata-rata berpenampilan elegan dan tampak anggun sekali, golongan kaum elit, para pembesar dan istri pejabat. Wanita yang keluar dari komunitasnya langsung mendekati om Fandi, eh Mas Fandi. Cantik, mengenakan dress berwarna hitam dan gold, rambutnya dibiarkan terurai panjang. Aku sendiri sebenarnya enak memanggil Om, karena sudah terbiasa. Tapi tak ada salahnya menuruti permintaannya. Toh, bukan sesuatu yang berat. Hanya butuh terbiasa. "Hai, apa kabar?" sapanya sambil mengulurkan tangan, disambut oleh mas Fandi dan ... dia mencium pipi mas Fandi. 'Uhh, apa-apa, sih, gak liat apa ada istrinya di sini.' Aku ingin sekali memprotes. Tapi takut dinilai tidak sopan. Terpaksa kutahan-tahan rasa pan

