Memahami Mayra

1069 Kata

POV Fandi Mayra berdiri merapat pada jendela. Angin malam berdesir pelan menyapu wajahnya yang ayu alami. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai, poni menyentuh mata yang berbinar bak bulan purnama. Kerling mata itu terlihat jelas menyimpan kegundahan. Aku ingin tau sebab kegundahan itu, tetapi terlihat lancang sepertinya. Maka, kupilih memendam penasaran, dari pada jika kuperturutkan akan membuatnya tak nyaman. "Tidur, May. Sudah larut ini." Aku menyibak selimut kemudian menyembunyikan diri di baliknya. Mayra menoleh, netranya terpancar jelas kegundahan. Ada apa dengannya? "Ada masalah? Cerita sini." Aku menepuk ranjang untuk menuntunnya duduk. Ia menggeleng. "Ya sudah, Mas tidur di kamar sebelah aja kalau kamu tak merasa nyaman. Mungkin kamu butuh privasi." Aku menuruni ranjang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN