Tetapi prahara datang ketika dua minggu menjelang ijab qobul, Zahra di panggil Sang Maha Kuasa. Ia menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian, saat sepeda motor yang ia kendarai di serempet mini bus yang melaju karena kehilangan kendali. Aku bisa apa? Menyesalkan pun sama saja dengan menentang takdir. Sakitnya tak terkira, kehilangan seseorang yang kuharapkan mampu menjadi penyempurna sebagian iman ini. Ternyata cobaan yang diberikan kepadaku begitu hebatnya. Hingga membuatku tak berniat mencari pendamping hidup lagi. Hari-hari kuhabiskan hanya untuk bekerja dan bekerja. Tak terhitung uang dan prestasi yang sudah kuraih. Untuk masalah wanita, aku benar-benar sudah mengakhiri keinginan ini. Hingga akhirnya, masuk ke dalam lingkaran perjodohan Dipo dan Mayra yang malah berakhir seper

