Marah

1074 Kata

POV Mayra Aku kecewa, aku marah dengannya yang tak bisa di percaya. Apa laki-laki memang begitu? Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, lantas membuang bekas yang sudah tak terpakai lagi? Aku tak menduga jika Mas Fandi akan berbuat tega kepadaku. Tapi, kata-kata wanita itu .... Sakit sekali mengingatnya. Pengakuan sekretarisnya itu baru saja membuatku sakit hingga berdarah-darah. Pantas saja Lisa terlihat sangat perhatian sama mas Fandi. Ternyata ia menyukai suamiku. Dan mas Fandi pun terlihat nyaman-nyaman saja si beri perhatian lebih. Buktinya, saat Lisa datang ke rumah pagi itu, ia terlihat santai. Seperti sudah sering menginjakkan kaki di rumah kami. Saat Lisa mengantarkan roti bakar, juga terlihat sudah biasa. Mas Fandi juga begitu. Berarti selama ini aku sudah di bohongi me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN