Kenapa

1004 Kata
Ray Langsung saja pergi dan meninggalkan Ria yang penuh kekesalan nya saat itu entah kenapa Ray begitu semakin geram dan ingin murka kepada nya. "Sial!!! wanita gila itu yang hanya ingin menghancurkan diri orang lain dan membuat diri ini semakin tidak berarti saja, Tunggu saja tanggal yang tepat saat itu akan mulai mengetahui semua nya demi mendapatkan yang terbaik satu sama lain nya. Tidak Ada satu pun pemasalahan itu akan terus saja dia lakukan sampai dia merasa puas saja." Saat itu Ria yang telah berpikir apa yang sudah di lakukan oleh Ray membuat diri nya sangat tidak nyaman dan membuat diri nya semakin kacau satu sama lain nya.  "Kenapa dia sangat membela Kayla, padahal wanita itu tidak menyukai Ray. Hm... kalau begini aku akan terus melakukan yang terbaik saat ini, demi apa pun cara nya aku akan melakukan yang terbaik satu sama lain nya lagi. Di saat ini aku harus mempengaruhi Kayla dulu sebelum dia yang melakukan nya." Bragh... "Aw... sakit!"  Ria tidak sengaja bertabrakan dengan Brian yang seperti nya terburu-buru. "Sorry... aku lagi buru-buru!"  Ucap Brian yang sudah tidak sabar untuk pergi. Ternyata Ria menahan nya dengan menarik tangan nya lagi. "Kau mau kemana? Aku dari tadi menunggu kau dan sekarang sudah ketemu kau malah mengacuhkan diri aku, jadi apa maksud nya ini tidak pernah aku pikir ulang kalau kau sangat tidak mau memperhatikan aku lagi Brian!" Tanya Ria dengan sinis. "Sudahlah, jangan seperti anak kecil yang bisa nya saja menangis dan mempermasalahkan yang tidak terlalu penting! Aku ini ada yang ingin di bereskan jangan membuat semuanya menjadi telat lagi." Jelas Brian kepada Ria dan dia langsung melepaskan genggaman tangan Ria kepada nya saat itu juga. Ria sangat kesal dan dia merasa kekasih nya itu sangat berubah tidak mau lagi melakukan apa yang di ingin kan nya lagi. "Dasar kau Brian! membuat aku sangat kesal saja, ini sudah berapa kali sudah kau mengacuhkan aku sampai aku tidak melakukan yang terbaik satu sama lain nya saat ini. Di sisi lain aku berharap bisa sperti dulu dan membuat permasalahan itu akan terus saja di lakukan nya, Brian yang dulu sudah banyak berubah dan tidak seperti dulu dan membuat diri sangat kesal pada diri nya dan membuat permasalahan itu akan terus saat itu juga." Ria ingin mencari keberadaan Kayla terlebih dulu baru dia akan mempengaruhi apa yang sudah doi pendam nya kepada Ray saat ini, dia tidak ingin kalau diri Ray akan menghancurkan rencana saat ini juga tanpa memikirkan satu sama lain nya lagi, di sisi lain dia memang tidak pernah berpikir kalau suatu hal yang sudah di buat oleh Ray akan membuat kepopuleran diri nya semakin menurun saja. Di saat itu Kayla yang sedang duduk bersama Brian yang entah kenapa mereka berdua semakin dekat hanya karena dia belajar bersama saat itu, Ria melihat Brian yang sedang sangat serius memperhatikan Kayla yang sudah lama duduk dan tidak pernah berpikir kalau diri nya semakin tidak berarti saja. "Sial! ini yang di bilang kalau dia sedang sibuk!"  Ucap Ria di dalam hati dengan penuh kekesalan nya. Tatapan Brian kepada Kayla itu sudah tidak menentu saja, saat ini Kayla hanya merasa tidak enak saja kepada Brian yang sudah banyak menolong, dengan cara ini dia melakukan nya agar dia bisa membalas semua kebaikan pria tersebut itu. Kayla yang merasa risih terus saja di lihat akhir nya dia berkata " Ada yang salah dari aku?" Brian terkejut kalau Kayla menyadari nya, "Ha! Tidak ada yang salah kok, ada apa?" "Kenapa dari tadi menatap heran begitu kepadaku? Jika aku salah saat menjelaskan semua nya akau berharap tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, silahkan belajar sendiri saja, aku tidak mau melakukan nya sampai mendapatkan yang terbaik saat ini." Jelas Kayla yang memasang kan wajah datar nya saat ini. "Tidak ada masalah Kay aku juga berharap kau bisa mengajari aku untuk mata kuliah ini, karena itu aku sangat membutuhkan sampai aku tidak tahu harus bagaimana lagi mengahadapi mata kuliah ini sampai aku sangat pusing memikirkan nya saat ini." Jelas Brian kepada Kayla. Kayla menarik nafasnya panjanberarti dia berkata kepada Brian dengan tenang. "Sebentar lagi mata kuliah aku akan mau segera mulai jadi segeralah untuk menyelesaikan tugas mu." "Oke baiklah." Ria yang sudah sangat geram melihat tatapan kekasihnya kepada Keyla begitu sangat dalam, tidak ada satupun permasalahan kan yang akan membuat diri ini semakin berarti. Ria langsung menghampiri mereka berdua. " Brian, aku dari tadi Nganterin Kakak udah sini apa yang kau lakukan kan Kan akunya menyelesaikan Tugasku juga terapi Aku ingin ditemani sama kau!" Ria menjelaskan kepada Brian yang masih saja terdiam begitu. Memang tidak pernah merasa kalau diri ini semakin mendalam saja, Kayla merasa dia menjadi orang ketiga di dalam hubungan mereka, padahal itu tidak pernah terjadi. "Hmm... kalau begitu aku akan segera masuk ke kelas saja untuk itu aku serahkan kepada pria saja karena dia lebih tahu dengan mata kuliah tersebut, dan ke brian jangan susah payah lagi untuk menemuiku untuk belajar." Jelas Kayla kepada Brian. Kayla pergi dari ruangan tersebut dan dia berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak melakukan kesalahan apapun, di dalam hidupnya dan prinsip hidupnya juga tidak akan mengganggu kehidupan orang lain Jika ingin merasa kebahagiaan itu ada. "Huft... Untung saja aku pergi dari mereka berdua kalau tidak mungkin aku akan disalahkan lelah membuat mereka ribut dan menghancurkan hubungan mereka. Ria akan selalu memfitnahku tetapi sudah aku tidak bisa membela diriku karena saat ini orang belum percaya kepada diriku jika melakukan kebaikan. " Ucap Kayla di dalam hati nya saat ini. Suasana di dalam ruangan itu semakin sunyi saja, Brian merasa tidak ada sedikit pun semangatnya untuk melakukan kepada Ria, itu semua telah mereka dapatkan saat ini tidak ada satupun yang bisa Brian katakan kepada Ria Tetapi dia memang sangat tidak memiliki hati yang berlebih kepada kekasihnya itu. " Brian, kenapa dari tadi? aku sudah menjelaskan Kenapa tidak berfokus kepada diriku saja tanpa harus membuang muka seperti itu. aku lihat saat Kayla yang menjelaskan kau begitu sangat bahagia dan berfokus kepadanya, sedangkan aku kau acuhkan begitu." Ucap Ria yang memasangkan wajah yang sangat mendalam kepada Brian kekasih nya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN