Sungguh ini membuat Kayla ingin pingsan, dia tidak tahu harus melakukan apa karena saat itu tubuh Brian polos bagaikan bayi. Mereka pun akhirnya dekat, tapi Ria yang berstatus pacar Brian pun tak tinggal diam hingga mencelakakan Kayla. Dia menfitnah bagaikan ular hingga semua orang membenci Kayla si gadis malang.
Kayla menjauh dan saat itulah Brian mengetahui segalanya. Dia meninggalkan Ria dan datang memohon ampunan dan meminta hati Kayla agar kembali padanya.
Brian sosok pria yang sangat menyedihkan, dan disaat itu juga dia merasakan ada sesuatu yang harus diharapkan satu sama lain Entah kenapa kejadian serupa bisa membuat ketenangan pada dirinya semakin dalam satu persatu perjuangan hidup mereka atasnya Sampai detik ini pun kejadian tersebut bisa membuahkan hasil begitu sangat kuat entah Dari mana asal muasalnya tetapi di situlah penderitaan yang harus diharapkan sedemikian rupa perjuangan demi perjuangan akan terus dihadapi dan begitu besar pula kejadian yang mudah dan mendalam, dia hanya tinggal sendirian dengan beberapa asisten rumah tangga itulah membuat kehidupannya sangat hampa tidak ada perhatian sedikitpun oleh orangtuanya tanpa disadari pula kejadian tersebut bisa dilalui bersama jika mereka memang ingin menyatukan permasalahan tersebut di kehidupan ini.
Salah satu asisten yang saat itu sedang menyiapkan makanan untuk Brian dan beberapa waktu tersebut asisten rumah tangga itu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikan, rasa sedih yang dirasakan tapi akhirnya bisa membuahkan hasil dengan baik tah Kenapa dalam perjuangan hidup semua bisa menjadi nyata dan tidak bisa membuahkan hasil yang begitu baik entah kenapa kehidupan yang mendalam akan bisa merubah segalanya menjadi sebuah kenyataan yang ada perjuangan demi perjuangan Untuk Setia dapatkan dan harus melakukan hal yang baik juga di sisi lain kehidupan itu akan terus mendalam dan tidak pernah ada satu orang pun yang menjadi kekuatan para dirinya masing-masing itulah yang diinginkan itu.
"Tuan muda, apakah makanan ini Tuan suka? soalnya persediaan makanan yang telah diberikan dan disuruh oleh tuan besar dan nyonya besar seperti ini untuk tuan muda. saya sebagai asisten hanya untuk menyiapkan semua makanan yang tersedia tetapi tidak ada satupun tuan muda makan kan kadang saya sedih melihat seperti itu Katakan saja apa yang sebentar lagi jangan sampai membuahkan hasil yang tidak baik itulah yang akan dilakukan. "
Ucap asisten rumah tangga Brian tersebut.
"Hmm... Berhentilah menganggap aku seperti anak kecil lagi aku tidak mau kalian keterlaluan jika membutuhkan aku pasti akan mengatakannya jadi Jangan Kau Harap semua itu bisa diandalkan memang aku membutuhkan hal tersebut tetapi perlu kau tahu jangan membuahkan hasil yang tidak baik pada diri ini dan kejadian tersebut akan tidak didapatkan banyak orang itulah yang aku tidak mau."
Ucap Brian dengan bentakan nya saat itu juga.
Sesampai nya Brian berada di rumah pun kejadian mendalam akan bisa membuahkan hasil yang sangat baik juga di sisi ini pun akan terus berubah di satu sisi itu.
Brian, memang sudah di kenal sebagai pria yang memiliki paras yang bisa di bilang sangat tampan, hanya saja orang di sekitarnya tidak terlalu mau mengenal Brian siapa. Brian yang sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya di luar Negeri, dia berniat untuk mencari tahu tentang kejadian beberapa bulan yang lalu, dia sangat penasaran dengan wanita saat berdua dengannya.
Tidak di sangka Brian, Kayla dan Ria berada di satu Universitas ternama di kota besar. Ria yang selalu mencari kesempatan untuk bersama dengan Brian tetapi dia harus berpikir bagaimana menyingkirkan Kayla yang akan menjadi saingannya saat ini. Ria berusaha untuk mendekati dan mencari cara agar Kayla tidak mengingatkan kejadian saat beberapa bulan yang lalu.
"Hei... Kayla" Sapa Ria yang terlihat sangat ramah.
"Hm... iya."
"Ini aku Ria, kita satu sekolahan, tidak di sangka ternyata satu kampus lagi. Akhirnya aku bertemu dengan teman sekolahku." Ucap Ria dengan senyuman palsunya yang sengaja di tunjukkan.
Di dalam hati Ria dia sengaja untuk mendekati Kayla agar dia tidak bisa mendekati Brian, Aku harus menyingkirkannya! Kayla hanya akan membuat masalah saja di hidupku lagi. Rutuk Ria yang tidak henti-hentinya di dalam hati saat bersama dengan Kayla.
"Iya, aku sangat senang kalau aku sudah ada teman di sini, mulai dari sekarang kita akan selalu bersama." Ucap Kayla yang terlihat sangat bahagia.
Senyuman palsu yang di tunjukkan kepada Kayla membuat wanita tersebut yakin akan ke telusan hati Ria yang penuh kepalsuan. "Wah... aku juga senang bertemu denganmu, kalau begitu kita duduk saja di kantin setelah itu baru ke ruangan kelas." Ucap Ria, sambil menarik tangan Kayla menuju kantin.
Brian yang sudah berada di kantin duduk sendirian sambil membaca buku kesukaannya, Tidak sengaja Ria menoleh ke sebelah kanan melihat Brian yang sendirian duduk di meja, wajah yang begitu sangat bahagia menghampiri Brian sambil menarik tangan Kayla dengan kuat.
Sesampainya dia di dekat Brian, "Hai... Brian, Boleh kita duduk di sini, kebetulan mejanya juga kosong."
Brian dengan wajah coolnya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Ria dan Kayla. Hati Kayla yang sangat gelisah harus bertemu lagi dengan sosok pria malam itu yang sudah menidurinya, Kayla berusaha untuk menundukkan kepalanya agar Brian tidak memandanginya. Di dalam hati ini selalu berkata "Jangan sampai dia melihat aku, kenapa dia harus berada di satu kampus, aduh... ini membuat aku takut saja."
Kayla berusaha untuk menghindar agar tidak terjadi apa-apa, lalu Brian yang tidak sengaja memadangi Kayla dan berkata "Hm... apa kita pernah bertemu sebelumnya? Karena wajahmu sangat tidak asing lagi."
Ria yang mendengarkan itu langsung memotongkan pembicaraan Brian da berkata dengan lembutnya, "Brian, wajar saja pernah melihatnya, kita bertiga ini satu sekolah."
Kayla masih saja menundukkan kepalanya dengan wajah panik, lalu Ria berkata dengan wajah bingung, "Kayla, kenapa kau dari tadi hanya menunduk saja, Brian mengajakmu berbicara." Ria sengaja melakukannya, dia tahu kalau Kayla masih mengingatkan kejadian malam itu.
Masih saja Ria berusaha untuk mencari jalan agar Brian tidak mengingatka Kayla lah wanita yang berada di ruangan tersebut.
Tunggu saja aku akan membuat Kayla akan terus merasakan malu, karena kau telah berani merebut Brian dari aku. Ucapan Ria yang telah memiliki rencana ingin menghancurkan Kayla.
Brian yang terus saja berusaha mengingatkan kejadian beberapa bulan itu, berbeda dengan Kayla yang sudah tidak ingin mengingatkan kejadian itu, dia menganggap semuanya itu hanya menghancurkan hidupnya saja. Hari demi hari Kayla yang merasa dirinya selalu di hantui dengan wajah Brian.