Sampai detik ini dia merasa kalau wanita yang berada di dekatnya itu hanya bisa memanfaatkannya dan hanya memikirkan apa yang telah dia punya, dia tidak merasa kalau wanita yang banyak menyukainya itu adalah wanita yang memandang fisik kalau dia sangat tampan dan tidak ada satupun permasalahan yang harus telah dijadikan satu keyakinan tersendiri begitulah beban yang telah terjadi dan Sampai detik ini tidak ada satupun yang membuahkan hasil yang begitu sangat berat satu-persatu yang dijaga tidak akan mudah untuk didapatkan itulah yang terjadi saat ini percaya atau tidak kehidupan nyata itu bisa dibanggakan dan menjadi sebuah kenyataan yang ada dia berharap penuh pada diri ini ini tidak ada satupun yang bisa dia punya.
"Memang semua perempuan sangat menjengkelkan! Atuh katakan aku tidak suka begitu kan ini malah dia menghancurkan diriku saja memang susah menjadi seorang wanita yang hanya bisa memikirkan ketenangan tersendiri Padahal dia tahu apa yang sudah terjadi perlahan-lahan pun kejadian yang sudah mendalam tidak akan membuahkan hasil yang begitu sangat kuat percaya atau tidak pasti semua perubahan yang telah terjadi itu bisa membuahkan hasil yang baik dan jangan pula dia menganggap tidak ada satu orang pun yang bisa dibanggakan."
Rutukan Brian yang sangat menderita di sisi lain pula kejadian tersebut tidak bisa di banggakan satu sama lain nya lagi.
Brian terus merutuk dan dia bertemu dengan dengan Ria dengan tatapan polos dan menggoda, Entah kenapa di saat itu wanita tersebut berpura-pura menjadi wanita yang sangat baik dan tidak melakukan apapun kesalahan tersebut disisi lain pula kejadian yang sudah terjadi tidak akan membuahkan hasil yang begitu sangat kuat entah kenapa apa ada dasarnya diri dia sudah berada di sisi satu kehidupan nyata dan tidak ada yang dilakukan kembali percaya atau tidak semua itu itu sudah Ria rencanakan dari awal.
"Maaf, Brian ya? Aku Ria salam kenal ya semoga kita jadi teman dan aku tahu u semua orang sudah mengatakan kalau diri kau itu sangat cuek tetapi tidak kok masih mau mendengarkan apa yang kau katakan. Oh ya aku ada di kelas sebelah cepat di kelasmu Anggap saja aku adalah orang dan teman yang pertama kali kau temukan pada dasarnya juga di sini orang menganggap siapapun yang cuek itu akan dianggap tidak baik makanya aku coba kenalan Ternyata kau tidak seperti yang orang katakan hehehe..."
Ucap Ria sambil terkekeh agar mencairkan suasana di hadapan Brian.
"Apa yang kau mau? Jangan membuat masalah yang seharusnya tidak bisa dibuat kejadian tersebut aku paham kau itu wanita yang dikagumi banyak orang ya? Jadi tidak perlu harus memandangi banyak pria seperti itu kau terlihat sangat murah dan tidak membuat kesalahan yang telah terjadi. "
Ucap Brian kepada Ria yang seperti kesal saja saat itu.
"Kenapa kau berkata begitu kepada wanita? seperti kejang sekali aku bingung kenapa kau harus bersikap sedemikian itu kepada wanita seharusnya kau harus berfikir Bagaimana keadaannya sudah terjadi bisa dibanggakan kan kau kenapa apa melakukan itu kepada semua wanita? Padahal mereka hanya ingin berteman bukan untuk mencari musuh kau malah berkata seperti itu apakah itu sangat tega dan membuat kekacauan itu nyata pada dasarnya juga Semua orang pasti akan tahu apa yang bisa dibanggakan jika mau melakukannya di sisi lain pula kejadian tersebut tidak akan bisa dianggap sudah baik dan menjadi kenyataan yang ada di titik lain pula kejadian tersebut akan dilalui jika mau mendapatkan yang terbaik makanya di dasar itu ke harus bisa melakukannya."
Ucap Ria memasang kan wajah Iba nya di depan Brian.
"Tapi kenapa kau melakukan hal itu bisa-bisa kabar bicara seperti itu padahal kan sudah katakan tidak ada pantasnya ada orang lain pikir kepadaku Aku tidak mau! Sudahlah jangan ganggu aku lagi dan ini untuk terakhir kalinya kau ingin mengajakku berkenalan dan di situ aku baru tahu kejadian tersebut hanya bisa membuahkan hasil yang sangat baik jika kau melakukannya jangan kau berharap diri kau itu baik juga tidak ada satupun yang bisa membuat kejadian tersebut bisa baik juga"
Ucap Brian kepada Ria.
Brian langsung pergi dan dia tidak tahu harus berkata apalagi pada dasarnya semua kejadian tersebut bisa diandalkan Entah kenapa juga saat itu itu kan begitu sangat kesal kepada semua perempuan yang hanya ingin mendekatinya, ada berita itu dia tidak suka dengan wanita-wanita yang hanya ingin berkenalan dan berbicara dengannya, pada dasarnya kriteria Brian itu itu adalah laki-laki yang pantang sekali untuk berteman dan tidak mau melakukan apapun demi mendapatkan yang terbaik sejauh ini pula kejadian yang mendalam itu hanya bisa membuahkan hasil begitu kuat entah kenapa apa la lahan semua itu bisa terjadi sampai dia harus menyelesaikan semua yang sudah terjadi itu entah kenapa juga kehidupannya semakin nyata akan terus membuahkan hasil.
"Aarrghh... sudah katakan Aku sangat benci dengan orang-orang yang hanya ingin mencari perhatian saja! bukan aku tidak tahu mereka itu hanya ingin memanfaatkan aku seperti orang-orang dulu yang mau berteman denganku Hanya Aku adalah anak orang kaya Ia memiliki segala-galanya Tanpa mereka tulus untuk menerima jika aku telah terjatuh waktu itu. perasaan dendam ini masih aku rasakan makanya aku tidak mau berteman terlalu dalam kepada semua orang."
Rutukan Brian yang sangat mendalam saja.
Hingga pada malam perpisahan Brian dan Kayla berakhir di satu ranjang. Mereka bergelayut dan saling mencumbu karena sama-sama di pengaruhi obat perangsang. Kayla yang bangun lebih dulu langsung kabur saat melihat kesalahan yang dia lakukan. Gadis itu takut Brian akan membencinya. Sampai beberapa bulan kemudian Kayla tak menyangka akan satu Universitas dan satu kelas dengan Brian, padahal yang dia tahu pemuda itu akan melanjutkan sekolahnya ke luar negeri.
Mereka akhirnya bertatap muka saat Kayla terkurung dalam kamar mandi pria, karena ulah senior di kampus. Disanalah pertama kali Brian merasakan lagi getaran yang berbeda di ujung area sensitifnya setelah kejadian malam panas di hari perpisahan. Tubuh Brian mengurung Kayla, jantung wanita itu berdebar hebat. Perlahan tangan Brian membuka kacamata yang Kayla gunakan. Wajahnya perlahan maju mendekati leher Kayla entah apa yang di pikirkan saat ini semuanya berjalan satu sama lainnya.