SEPULUH: Minyak dan Air

1131 Kata

Tahun 2003 Alasan Zidni minta bertukar duduk dengan Shia bukan semata untuk meminjam buku. Melainkan agar Varya bisa menggunakan satu bangku panjang untuk dia tiduri sendiri. Zidni juga tampaknya lebih penasaran dengan kartu pos kota London yang dijadikan pembatas buku, dan ia ingin mengobrol dengan Shia mengenai itu, jika saja Shia tidak pura-pura sibuk dengan diri sendiri. Shia bukannya tidak menyadari itu, karena sepanjang ia membaca, Zidni terlihat berusaha mengamati kartu pos dari Om Tungga, adik bungsu Papa Shia, ketika tidak dipakai membatasi halaman buku. "Matikan lampu, Shia, besok baca lagi," Om Gun menegurnya saat melewati bangku mereka menuju toilet di bagian belakang bus sewaan. Shia meletakkan pembatasnya, menyimpan buku dalam ransel di bawah kaki, lalu membenahi letak pera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN