"Shia, saya mau tanggung jawab." Shia tertegun mendengar ucapan Zidni. Tanggung jawab, katanya? Shia bahkan tidak sedang hamil di luar nikah atau apa. Bahkan, disentuh oleh Zidni saja tidak pernah, bisa-bisanya dia mau bertanggung jawab. Shia tergelak mendengar ucapan tersebut. Memang benar, orang-orang yang punya pemikiran aneh seperti Zidni dan Varya tidak cocok berteman dengannya. "Maaf ya Zed, tapi nggak ada yang perlu dipertanggungjawabkan di sini." Shia merunduk untuk menghindari Zidni dan berdiri lebih dekat ke pagar agar bisa terlihat oleh Felicia dari kejauhan. "Setidaknya, saya ingin mempertanggungjawabkan ucapan ibuku yang terlanjur berjanji buat menjodohkan kamu dan saya." Shia membelalakkan mata mendengarnya. Ia tahu jika Zidni memang agak keras kepala karena saat terakhi

