TUJUH: Ciuman Pertama

1280 Kata

Tahun 2006 "Sudah, belum?" teriak Shia dari luar pintu. Ia sedang menemani Felicia ke kamar mandi karena ia alergi sari laut jenis tertentu hingga muntah-muntah dan diare ringan. "Bentar lagi, udah mau selesai kok," sahut Felicia. "Aku buka, ya?" Terdengar gemuruh seperti suara toilet yang disiram otomatis dari dalam, membuat Shia membuka gagang pintu dari depan. Ia bukan bermaksud mengintip, tetapi ia khawatir jika kondisi sahabatnya memburuk lalu terjadi sesuatu di dalam kamar mandi. Felicia terlihat sedang membasuh mulutnya dengan air minum kemasan dan berkumur-kumur untuk membersihkan sisa muntahan di rongga mulut. "Gimana? Udah enakan? Mau minum obat atau teh panas?" tawar Shia. Ia tampak begitu khawatir melihat sahabatnya terlihat pucat dan tak berdaya. Sama sekali tidak terkes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN