Lea terus berlari ke dalam rumah Amel yang begitu luas, ia tidak melihat ada pembantu atau pekerja di sana, dengan mengikuti arah hatinya ia menaiki tangga dan mencari keberadaan Amel. Prang Suara pecahan kembali terdengar, Lea melihat pintu kamar yang terbuka di hadapannya. Dengan cepat Lea langsung berlari ke sana dan benar saja di dalam sana sudah ada Amel yang terduduk di lantai dengan ayahnya yang berniat untuk mencambuk Amel dengan ikat pinggangnya. Tanpa menunggu aba-aba Lea langsung menghampiri Amel lalu memeluk tubuh gadis itu. Plas Dengan suara keras, ikat pinggang itu mengenai tepat di punggung Lea. Lea meringis saat merasakan betapa panasnya cambukan tersebut. Ia sakit, tapi ia tahu pasti Amel selama ini lebih sakit dari yang tadi ia rasakan. Lea berdiri lalu menatap a

