Tangisan Diana

1516 Kata

Melani telah tiba di restauran. Semenjak tadi matanya mencari sosok seseorang yang belum juga datang. Entah ketiduran lagi, terlambat, Melani tidak tahu. Sebab, ia sudah menghubungi Sisil, namun nomor ponsel gadis itu tidak aktif. Tetapi, Melani tidak yakin jika dia terlambat lagi, toh orang yang biasa membuatnya terlambat sudah tidak di rumah itu lagi. Seharusnya ia sudah datang seperti biasanya. Sambil mengerjakan pekerjaannya, bola mata Melani tidak henti-hentinya melihat ke pintu restauran. Setiap orang yang datang, Melani terus menoleh berharap itu Sisil. Entah sudah berapa orang yang melewati pintu itu. Untuk sekian kalinya matanya mengarah ke pintu, dan yang datang terakhir ini merupakan atasannya--paman Jono. Kali ini Melani terdiam mematung. Lelaki itu telah tiba, dengan raut wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN