Suasana sempat hening beberapa saat. Kemudian, Davin berdecak kesal."Terus bagaimana ini? Kita jadi berangkat atau tidak?" ia menggidikkan alisnya, mengikuti pertanyaannya yang mengudara. Melani hanya melirik sebentar, gadis itu juga masih dalam diamnya. Kemudian beralih pada Rendra yang juga terdiam , dan melirik pada Davin yang tengah berkacak pinggang. Davin melihat raut wajah Melani dan Rendra tidak semangat. Terlebih Rendra yang mengetahui tidak jadi ikut bersama mereka. Tergambar jelas, tidak semangatnya Rendra. "Kalian saja yang pergi. Aku tidak jadi ikut," ujar Rendra, ia turun dari motor Davin. Untuk apa ia ikut, jika hanya jadi nyamuk di antara Davin dan Melani. Seperti halnya dengan pasar malam yang mereka kunjungi waktu itu. Namun, masih beruntung di sana ada Sisil. Meski

