Nenek Lampir!

1260 Kata

Setelah Sisil memberikan alamat yang ada di kertas itu pada Melani, ia pun membantu Sisil untuk memberhentikan bus. Lelaki yang menolong Sisil agar tidak jatuh tadi, ia hanya melihat kepergian gadis itu keluar dari bus. Wajahnya yang cantik, telah terekam di kepalanya. Sisil pun melihatnya, sebelum melambaikan tangannya pada Melani. Sedikit berjalan, akhirnya Sisil sampai di rumah bertingkat itu. Rumah yang berdiri kokoh, megah dengan design modernnya serta memiliki taman dan halaman belakang yang luas. Tidak lupa juga, kolam berenang. Rumah ini tidak ada tandingannya dengan rumah di kampung. Jika di bandingkan, hanya seluas dapur di rumah sang paman. Langkah kaki Sisil terhenti, tepat di depan pintu rumah nan megah itu. Pintu putih elegan itu terbuka, setelah Sisil mengetuknya lebih dul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN