Tatapan Liar

1272 Kata

Tidak terasa satu bulan berlalu Sisil berada jauh dari sang Ibu. Duka senang yang ia lalui di kota, tidak pernah dia ceritakan sepenuhnya pada Ibu Melisa. Menelan sendiri penuh kekecewaan atas perlakuan wanita yang di nikahi sang paman Jono. Bukan hanya itu saja, paman Jono sebagai adik dari sang Ibu, mempunyai tali darah kandung seperti menutup mata atas perlakuan istri. Tante Liana benar-benar tidak membiarkan Sisil untuk tinggal di sana dengan nyaman. Pulang kerja baik sif malam atau pun siang, Sisil selalu di limpahkan pekerjaan yang terkadang membuatnya lelah dan menahan kantuk di mata dengan sangat. Tak hayal, ia sering terlelap ketika menyelesaikan pekerjaan rumah seperti halnya ketiduran saat menyetrika pakaian. Tentunya wanita itu tidak memaafkan Sisil begitu saja. Menganggap k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN