Beberapa hari ini Reza mulai bisa bernafas sedikit lega. Amara—istrinya—beberapa hari ini tidak pergi ke luar atau mengundang Rendi ke rumah mereka. Entah ada masalah apa antara wanita itu dan juga selingkuhannya karena semenjak pertemuan di restoran itu, Reza bahkan tidak mendengar Amara menghubungi Rendi. Reza tentu saja senang. Dia berharap istrinya berubah dan mau memperbaiki segalanya. Ya, semoga saja benar seperti dugaannya. "Mas, hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya Amara begitu Reza menuruni anak tangga. Reza menoleh pada istrinya yang sedang duduk di sofa. Dia segera berjalan menghampiri wanita itu. "Emm … mungkin jam empat sore seperti biasa. Pekerjaanku tidak terlalu padat jadi aku tidak perlu sampai lembur," sahut Reza apa adanya. "Oh, oke." "Kenapa? Apa ada yang i

