Di pagi yang indah, Alana sudah mengenakan seragam sekolah sembari menunggu kedatangan Rafli yang menjemputnya. "Lana, Ayah berangkat dulu ya. Assalamualaikum," ucap Ilham pada puterinya. "Hati- hati," balas Alana lalu menjawab salam sang ayah. Sepeninggal Ilham, Alana duduk diteras dengan senyum kecil pada beberapa orang yang melewati rumahnya. Mobil Rafli berhenti, membuat Alana segera menghampiri pemuda itu lalu masuk kemobil. "Lama ya? Maaf. Gue kesiangan bangun," ucap Rafli jujur. "Kakak, masih suka begadang ya?! Main game?" tuduh Alana pada pemuda itu. Rafli mengangguk sesekali mengusap matanya. "Enggak baik," tegur Alana lalu menyerahkan sebiji permen pada Rafli. "Kok permen? Padahal manisan ciuman dari elo," kekeh Rafli menerima pemberian Alana. "Ih!" Alana memalingkan wa

