Malam pun tiba, Rafli sudah menyelesaikan makan malamnya. Pemuda itu sudah berpakaian rapi bahkan kunci mobil berada di saku celananya. "Mau kemana lo?" tanya Rafka sambil mengunyah makanan. "Jalan lah," singkat Rafli lalu menatap ayah dan ibunya. "Sama Alana," ucap Rafli membuat Ray tersenyum lalu mengangguk. "Hati- hati," ujar Azka pada puteranya itu. "Ajak gue dong," pinta Rafka cengengesan. "Dih, ogah!" Rafli bangkit dari duduknya lalu mencium pipi sang ibu, juga Nesya yang tengah meminum air. "Assalamualaikum!" Rafli pergi dengan langkah cepat. Membuat semua menjawab salamnya. "Bang Rafli sekarang lebih sering keluar ya?" ucap Nesya pada orang tuanya. "Bunda lebih suka dia main keluar dari pada ngurung diri di kamar main game," balas Ray diangguki Azka. "Rafli juga mulai ter

