Sudah berulang kali Faren bolak-balik menuju almari hanya untuk mengaduk-aduk dress koleksinya. Sebentar-sebentar dia melirik ke arah jam dinding memperhatikan jarum yang bergerak di sana. Setengah jam lagi acara reuni di sekolah lamanya akan dimulai. Akan tetapi Faren masih sibuk dengan dress dan tatanan rambutnya. Belum lagi ditambah kejengkelannya terhadap Farhan yang kini malah asyik bermain PS di lantai bawah sambil menemani Izzy bermain mobil-mobilan. Suami kekanakannya itu tampak acuh dan tak peduli sama sekali. “Sebel!” Faren mengerang frustasi. Dia segera berlarian ke bawah setelah selesai memakai dress soft pink kesayangannya. Matanya melacak keberadaan Farhan yang masih sama semenjak dua jam lalu. Di depan TV bersama Izzy. “Far, ayo temenin aku!” rengek Faren dengan manja. Fa

