Faren membulatkan mata saat melihat dua garis tertera di layar testpack yang kemarin dibelinya. Rasa haru yang teramat sangat membanjiri hatinya. Dengan wajah bahagia yang teramat sangat, dia berlarian keluar guna mencari sosok Farhan. Suaminya itu harus menjadi orang pertama yang tahu tentang kehamilannya. Langkah Faren terhenti ketika mendengar seruan Farhan dari arah ruang tamu. Faren berlarian dengan riang menuju tempat dimana Farhan berada. “Far, aku punya kabar bahagia banget!” Farhan menoleh dengan seulas senyum mengembang. “Aku punya kabar yang lebih bahagia lagi. Sini deh!” katanya sambil menggeser sofa yang didudukinya untuk memberi tempat pada Faren. Sontak Faren mengangkat alis. “Kabar bahagia apa?” “Makanya sini!” Faren segera mengambil tempat di samping Farhan. Matanya

