42 - Drama

1128 Kata

            Getaran yang tak kunjung berhenti tadi sangat mengusik ketenangan seorang wanita yang sedang duduk di tepi kolam. Membaca kertas putih bertinta hitam. Ada sesuatu dalam benaknya. Menimbang-nimbang akan pilihan apa yang nanti diambilnya.               Ponselnya masih saja berdering. Sejujurnya ia sedikit ragu untuk mengangkat telepon itu. Namun akhirnya dengan berat hati diangkatnya sambungan tersebut.   “Y-ya?” balas Gisel.   Penelepon itu segera berucap. “Kak? Jadi kesini ambil mobilnya tidak, ya?”   “Mhh ma-maaf, Kak. Tadi ada urusan mendadak. Kalau besok bisa tidak?”   “Oh begitu, ya. Hmm bagaimana, ya? Saya segera membutuhkan uangnya hehe,” balas penelepon itu.   Gisel memejamkan mata dan menggaruk keningnya yang terasa gatal. “Ehe, iya. Besok pagi ya, Kak, saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN