43 - Sweet Memories

1076 Kata

“Astaga tunangan sendiri disebut ular,” sindir seorang pegawai. Meski berbisik, Gisel tetap bisa mendengarnya dengan jelas.   Membuat Gisel melirik sinis padanya.    “Bu, kami mohon, Bu. Jangan tutup kedai ini, Buuu.”   “Iya, Buuu.”   Sontak mereka terperangah karena respon Gisel yang mengacak-acak rambutnya sendiri. “Aaargh! Kesel!”   Manajer itu mulai mendekati Gisel yang sedang duduk sembari telapak tangannya yang menopang keningnya itu.    “Apa kamu dekat-dekat!?” bentak Gisel sebal.   “Mhh, kalau Ibu menandatangani ini … kedai ini akan langsung dibuka dan mereka akan bisa mulai bekerja. Lalu Pak Luke menyuruh saya mentransfer dana ke rekening Ibu,” kata manajer itu.   “Aisssh! Dia membuatku seperti wanita matre aja!”decitnya.   Brak!   Gisel menggebrak meja. Dia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN