44 - Rasa Yang Pernah Ada

1133 Kata

“Daa, Sayang! Nanti kabarin aku kalau kamu sudah selesai kerja ya,” ucap Roby sembari melambaikan tangan dari dalam mobil pada Gisel.   “Iya, nanti aku chat!” balas Gisel kaku. Dengan tas yang bergantung pada kedua tangan tepat di pahanya.   Satu hal yang tidak disadari oleh Roby adalah bahwa Gisel tidak mengaku bahwa dia melanjutkan bisnis kedai ini karena mantannya. Memang sengaja tidak menceritakan hal ini sebab pasti akan menjadi masalah. Oleh karena itu, Gisel mengaku bahwa ia diterima kerja di kedai ini.   Pagi ini, entah bagaimana Gisel merasa panik tetapi ia berusaha menyembunyikan kegelisahannya di hadapan orang lain. Ia tidak ingin terpancing untuk bercerita mengenai perasaannya ini sebelum memasuki kedai tersebut.    Lantas kenapa Gisel tidak merasa tenang?   Gisel men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN