Saat memikirkan hal tersebut, Gisel kembali terdiam di kursi penumpang. Hingga ia pun terbangun dari lamunannya akan kejadian bulan lalu. Ketika Luke datang ke kedai di hari itu. “Sayang?” Gisel pun terperangah. “Eh, iya?” “Aku mau jujur sama kamu.” Begitu kata Roby. Roby pun meraih tangan Gisel dengan lembut. Sembari menyetir mobil. “Aku lama-lama jadi … sayang beneran sama kamu,” ungkap Roby sedikit gemetar. “Mmm kenapa bisa gitu?”tanya Gisel sedikit acuh. “Nggak tau, perasaan kan nggak bisa dikontrol. A-aku tau kita cuma sebatas trial aja. Tapi nggak tau kenapa kalau sama kamu … aku jadi nyaman,” sambung Roby lagi. Berusaha mengungkapkan perasaan. “Yaa aku sebenarnya juga nyaman sama kamu, sih.” Gisel memang merasakan sedikit kenyamanan dengan Ro

