33 - Bagaikan Duri

1071 Kata

“Aku tidak akan pernah keberatan menunggu hingga kamu mengerti bahwa aku mencintainya.” — Luke Anderson.   ***   “Luke,” lirih Gisel menahan sembab di matanya. Masih tak percaya apa yang barusan ia lihat di sosial media.   Memangnya apa yang dilihat Gisel? Kok cukup membuatnya ternganga?   Seakan pisau sedang merogoh hatinya. Mencoba membuat lubang luka yang dalam.   “Luke benar-benar belum melupakan Selena. Dia … masih mencintainya,” lirihnya sembari meluruhkan air matanya ke pipi. Seakan meronta kesakitan.   Pintu kamarnya terketuk pelan. “Gisel?”    Itu jelas suara Alison. Kemudian dia membuka pintu itu dengan lembut. Alison memutuskan untuk menilik Gisel karena suara tangisnya terdengar hingga ke lorong.   “Gisel … ka-kamu juga melihatnya?” Alison bertanya dengan ragu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN