25 - Overthinking

922 Kata

“Luke!” teriak Gisel seraya berlari mengejar Luke. Duh, apa tidak takut dimarahi Victoria? Ngeyelan deh Gisel, nih!   “Katanya kamu mau ngomong sesuatu?” desahnya di belakang pria bule dengan mata sayu akibat mengantuk.   Sekejap kemudian Luke membalikkan badannya. “Aku harus pergi ke Inggris, lusa,” katanya datar. Lamun dia merasakan hal yang mengganjal di relung hatinya.    Gisel seketika kalang kabut. “A-aku juga ikut?!”   “Tidak,” jawab Luke dengan tangkas. Serasa berat meninggalkan Gisel di sini tanpanya. Padahal harusnya dia yang ada di sisi Gisel.   “Tidak perlu ikut. Aku ke sana bukan liburan. Hanya rapat saja,” sambungnya.   “Oh … berapa lama?”   “Belum tahu. Hanya seminggu paling lama,” imbuh Luke sambil memalingkan matanya dari Gisel. Tidak tega melihat wajah muram

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN